02
Feb
17

Suara Warga : Politik Kemuliaan Pancasila Indonesia

Suara Warga: Politik Kemuliaan Pancasila Indonesia

Lukisan “Melahirkan Pancasila” (2011) karya V.A. Sudiro/Foto: Dok. Majalah Griya Asri

NUSANTARANEWS.CO – Badan Pembudayaan Kejoangan 45, Pandji R Hadinoto mengatakan bahwa, kemuliaan Pancasila diyakini tetap menjadi kunci bagi keberlangsungan NKRI‎. Implementasinya dapat dijalankan lewat kiprahkan politik kemantapan Pancasila Indonesia 29 Januari 2017.

Politk kemuliaan Pancasila Indonesia juga mengindahkan strategi tujuh kesehatan, strategi tujuh ketahanan bangsa, dan strategi tujuh kemenangan.

“Strategi 7 (tujuh) kesehatan dalam konteks Tubuh Negara-Bangsa yakni (1) Sehat Bermasyarakat, (2) Sehat Berbangsa, (3) Sehat Bernegara, (4) Sehat Politik Hukum Perundang-undangan, dan dalam konteks Tubuh Manusia yaitu (5) Sehat Logika/Nalar, (6) Sehat Rohani/Jiwa, dan (7) Sehat Jasmani/Raga,” terang Pandji kepada nusantaranews, Selasa (31/1/2017).

Terkait dengan strategi 7 (tujuh) ketahanan bangsa sebagaiman dicetuskan HR Soeprapto (alm) yaitu (1) kehidupan Agama tidak Rawan, (2) kehidupan ideologi tidak retak, (3) kehidupan politik tidak resah, (4) kehidupan ekonomi tidak ganas, (5) kehidupan sosial budaya tidak pudar, (6) kehidupan HanKamNas tidak lengah, dan (7) kehidupan lingkungan tidak gersang.

“Strategi 7 (tujuh) kemenangan hidup seperti disebutkan Gus Sholeh yakni (1) yang tetap sejuk di tempat yang panas, (2) yang tetap manis di tempat yang pahit, (3) yang tetap merasa kecil walau telah menjadi besar, (4) yang tetap tenang di tengah badai yang dahsyat, (5) yang tetap bersyukur atas segala Karunia-Nya, (6) yang tetap istiqomah di jalan-Nya, dan (7) yang tetap menggantungkan harapan hanya kepada Tuhannya,” urai Pandji.

Sesuai wacana yang digulirkan penegak Konstitusi Proklamasi 1945, tambah Pandji, bina kemuliaan pancasila, secara strategik dilakukan di tengah situasi dan kondisi kontraksi politik deglobalisasi.

“Bahkan, bisa saja berlanjut ke arah deneoliberalisasi pasca deklarasi politik America First 20 Januari 2017‎ oleh Presiden Amerika Serikat Ke-45, Donald J Trump, seperti terindikasi dari peristiwa-peristiwa sosial politik susulan,” katanya.

Apalagi, kata Pandji, disinyalir ‎telah terjadi bergesernya pemahaman ideologi Pancasila sebagaimana tersurat dalam rekomendasi hasil Musyawarah Kebangsaan Pusat Studi Ketahanan Nasional dengan tema “Mencapai Mufakat Penyelamatan NKRI” di Universitas Nasional, Selasa (27/12/2016).

Pandji berharap, “politik kemuliaan Pancasila Indonesia” ini beriringan dengan “politik kemantapan Pancasila Indonesia 29 Januari 2017” bisa turut mendorong lebih bersegera kembali ke Konstitusi Pro Pancasila, dan UUD 1945.

“Sehingga jatidiri bangsa Indonesia terkokohkan tepat waktu dan tepat manfaat menghadapi hantaman arus ketidakpastian dampak deglobalisasi/deneoliberalisasi pasca 20 Januari 2017,” pungkas Pandji. (Sule)

Suara Warga 31Jan17 :

POLITIK KEMULIAAN PANCASILA INDONESIA

*KEMULIAAN PANCASILA* diyakini tetap menjadi kunci bagi keberlangsungan NKRI‎ selain lewat kiprahkan *Politik Kemantapan Pancasila Indonesia 29 Januari 2017* per rilis
‎[www.jakarta45.wordpress.com] dan juga mengindahkan
Strategi 7 (tujuh) KESEHATAN [Pandji R Hadinoto], dalam konteks Tubuh Negara-Bangsa yakni 1. Sehat Bermasyarakat, 2. Sehat Berbangsa, 3. Sehat Bernegara, 4. Sehat Politik Hukum Perundang-undangan, dan dalam konteks Tubuh Manusia yaitu 5. Sehat Logika/Nalar, 6. Sehat Rohani/Jiwa, 7. Sehat Jasmani/Raga;
Strategi 7 (tujuh) KETAHANAN Bangsa [alm HR Soeprapto] yaitu 1. Kehidupan Agama tidak Rawan, 2. Kehidupan Ideologi tidak Retak, 3. Kehidupan Politik tidak Resah, 4. Kehidupan Ekonomi tidak Ganas, 5. Kehidupan Sosial Budaya tidak Pudar, 6. Kehidupan HanKamNas tidak Lengah, 7. Kehidupan Lingkungan tidak Gersang;
Strategi 7 (tujuh) KEMENANGAN Hidup [Gus Sholeh] yakni 1. Yang tetap Sejuk ditempat yang Panas, 2. Yang tetap Manis ditempat yang Pahit, 3. Yang tetap Merasa Kecil walau telah menjadi Besar, 4. Yang tetap Tenang ditengah Badai yang Dahsyat, 5. Yang tetap berSyukur atas segala Karunia-Nya, 6. Yang tetap Istiqomah di Jalan-Nya, 7. Yang tetap menggantungkan harapan hanya kepada Tuhannya
seperti diwacanakan *Penegak Konstitusi Proklamasi 1945*‎1 Maret 2012 [*Strategi Budaya Indonesia Mulia*, ‎http://www.jakarta45.wordpress.com]
Bina *Kemuliaan Pancasila* strategik dilakukan ditengah situasi dan kondisi kontraksi politik deglobalisasi bahkan bisa saja berlanjut kearah deneoliberalisasi pasca deklarasi politik *America First 20 Januari 2017‎ oleh Presiden Amerika Serikat Ke-45, Donald J Trump* seperti terindikasi dari peristiwa2 sosial politik susulan antara lain :
apalagi disinyalir ‎telah terjadi *Bergesernya pemahaman ideologi Pancasila* seperti pemberitaan *rekomendasi hasil Musyawarah Kebangsaan Pusat Studi Ketahanan Nasional* dengan tema *Mencapai Mufakat Penyelamatan NKRI* pada Selasa (27/12) di *Universitas Nasional* per

 

Diharapkan *Politik Kemuliaan Pancasila Indonesia* ini beriringan dengan *Politik Kemantapan Pancasila Indonesia 29 Januari 2017* bisa turut mendorong lebih bersegera *Kembali Ke Konstitusi Pro Pancasila, UUD 1945 [Berita Repoeblik Indonesia Tahun II, 1946 jo Lembaran Negara Republik Indonesia No 75 Tahun 1959]* sehingga jatidiri bangsa Indonesia terkokohkan tepat waktu dan tepat manfaat menghadapi hantaman arus ketidakpastian dampak deglobalisasi/deneoliberalisasi pasca 20 Januari 2017 .
Jakarta, 31 Januari 2017
Badan Pembudayaan Kejoangan 45,
Pandji R Hadinoto
Ketua GPA45/DHD45 Jakarta

Beruntung Kita Memiliki Etika Kehidupan Berbangsa

Minggu, 13 Desember 2015 19:21 WIB

Ditulis Oleh : Pandji R Hadinoto, KBP45 KelBes Pejoang45

gedung-mpr-dpr-dpd-nih2_20141101_161511

TRIBUNNERS – Bersyukur negara bangsa ini telah memiliki Ketetapan MPR RI nomor VI/MPRRI/2001 tentang etika Kehidupan Berbangsa.

Disana diatur tentang etika politik dan kewajiban bagai para penyelenggara pemerintah untuk bersikap jujur, amanah, sportif, siap melayani, berjiwa besar, memiliki keteladanan, rendah hati dan siap mundur dari jabatan politik apabila terbukti melakukan kesalahan dan secara moral kebijakannya bertentangan dengan hukum dan rasa keadilan masyarakat.

Lebih bersyukur lagi sekiranya semua pimpinan negara baik yang terpilih melalui Pemilu atau Pilkada maupun yang tertunjuk oleh pimpinan negara yang berkewenangan lebih tinggi mampu mengemban amanah Ketetapan MPR RI termaksud diatas.

Apalagi bilamana setiap pimpinan negara senantiasa siap kiprahkan amanah TRILOGI 17845 yaitu a) 17 butir Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 sebagai Roh Indonesia Merdeka, b) 8 butir Kepemimpinan Hasta Brata, c) 45 butir Pengamalan Pancasila Tap MPRRI No XVIII/1998, sehingga keutamaan selalu mencerminkan kemuliaan, kemartabatan dan kesejahteraan seutuhnya lahir batin.

Keutamaan ini sungguh diperlukan untuk dapat menjabarkan Wawasan Nusantara per-Deklarasi Djoeanda 13 Desember 1957 yang berujung UNCLOS 1982 pertanda pengakuan Negara Kepulauan Republik Indonesia yang mendasari cita reposisi Politik Poros Maritim.

Keutamaan itu juga diakini dapat perkecil skala dan frekuensi kegaduhan politik seperti yang akhir-akhir ini terjadi sekaligus menawarkan Keteduhan di hati rakyat yang menginginkan kedamaian dan keamanan.

Home » Nasional » Suara Pempaca » Politik Kepemimpinan Pancasila Indonesia

Politik Kepemimpinan Pancasila Indonesia

Suara Pembaca :
Tajuk Rencana Harian Kompas 13 Pebruari 2014 “Bijak Memetik Bonus Demografi” sudah sepatutnya dibarengi sikap Politik Kepemimpinan Pancasila Indonesia agar bonus demografi itu baik dan benar bisa terpetik pada saat yang tepat disertai terpenuhinya sejumlah syarat seperti Indeks Pembangunan Manusia yang memadai bagi intensitas penggiatan muatan lokal unggul.
Bonus demografi dimengerti sebagai kondisi dimana struktur umur penduduk dengan tingkat ketergantungan berada pada titik terendah atau setiap 100 orang usia produktif (15-64 tahun) menanggung 40-50 orang usia tidak produktif, mencapai puncaknya pada tahun 2020-2030 yad.
Kepemimpinan Pancasila itu sesungguhnya dapat terwujud dalam alam nyata sekiranya Pengamalan Pancasila per Tap MPRRI No XVIII/1998, terbudayakan secara merata di kehidupan se-hari2 masyarakat negara bangsa Indonesia.
Pengamalan Pancasila seluruhnya 45 butir yang terdiri dari Ketuhanan Yang Maha Esa (7 butir), Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab (10 butir), Persatuan Indonesia (7 butir), Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan (10 butir), Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia (11 butir).
Pembudayaan ikhwal Politik Kepemimpinan Pancasila Indonesia ini amunisi bagi Strategi Indonesia Mulia 2014-2024 sebagai awalan bagi Strategi Indonesia Bermartabat 2024-2034 dan Indonesia Sejahtera Lahir & Bathin 2034-2044 menuju Indonesia Jaya 2045.
Pendidikan dan pembelajaran ke 45 butir Pengamalan Pancasila dalam praktek keseharian di semua tingkatan struktur penyelenggaraan negara adalah motor penggerak utama agar Sistim Kepemimpinan Pancasila tertanam dalam akal, budi, jiwa sehingga terbentuk kinerja pemuliaan bagi kemuliaan terpadu.
Sungguh mulia hatinya, sekiranya para pengurus penyelenggaraan negara bangsa berbekal 7 (tujuh) kata SEMANGAT per Penjelasan UUD45 berkenan duplikasikannya ke jajaran dibawahnya, dan seterusnya ke lingkungan sosialnya.
Dalam konteks sosial politik terkini seperti situasi dan kondisi kontroversi politik hukum Pemilu 2014 terkait pilihan Terpisah atau Serentak, Politik Kepemimpinan Pancasila Indonesia adalah tepat jadi tumpuan solutif bagi Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan yaitu berwujud kebersamaan atau rasa kegotongroyongan aspirasi bersikap dan berkiprah kenegarabangsaan terbaik diantara ke 7 (tujuh) Lembaga Tinggi Negara guna memberikan kepastian harmoni terbaik bagi konstituen dan bagi kontestan seperti KOJA (Konstitusional, Jujur dan Adil).
Jakarta Selatan, 14 Pebruari 2014
Dewan Pakar PKP Indonesia,

Pandji R Hadinoto, Nasionalis Pancasila
Presidium Koalisi Penyelamat Indonesia

– See more at: http://www.corongindonesia.com/2014/02/politik-kepemimpinan-pancasila-indonesia.html#sthash.R01E7hux.dpuf

 

Advertisements

0 Responses to “Suara Warga : Politik Kemuliaan Pancasila Indonesia”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,148,238 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: