16
Jan
17

Kenegarawanan : Politik Karakter Pusaka Indonesia

Politik Karakter Pusaka Indonesia

Ilustrasi/Ist.

SHNetKepada Yth PasLon PilKaDa DKI Jakarta 2017,
Mencermati debat PasLon PilKaDa DKI Jakarta 2017 yang ditayangkan layar kaca Jumat 13 Januari 2017 malam, menunjukkan kecerdasan diatas rata2 namun terkesan lebih didominasi pikiran2 kebijakan perbaikan di tataran teknis operasional skala daerah khusus ibukota Jakarta semata.

Padahal‎ tanpa perbaikan kebijakan di tataran politik hukum nasional dalam hal ini refungsikan UUD 1945 per Berita Repoeblik Indonesia Tahun II, 1946 jo Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 1959 plus kiprah adendum2 yang dibutuhkan paling tidak untuk 2 dekade kedepan, maka kebijakan2 perbaikan teknis itu akan tidak bermakna meningkatkan baik Indeks kebahagiaan bangsa Indonesia per Biro Pusat Statistik dan Peringkat Kebahagiaan Nasional Bruto per Perhimpunan Bangsa Bangsa yang masing2 dirilis periodik.

Faktanya hanya pasal 34 dari UUD yang sempat tersentuh oleh salah satu PasLon‎, padahal tema debat *pembangunan sosial* berdimensi majemuk yang terkait dengan banyak amanat konstitusi yang bijaknya harus jadi payung argumentasi yang komprehensif.

‎Namun perdebatan cukup menggembirakan karena mengerucut ke ikhwal bina karakter moral dan kinerja seperti digarisbawahi oleh salah satu PasLon, dan menurut hemat kami, bina karakter itu bijaknya lebih dipertajam dan diperluas di pentas debat 27 Januari 2017 dan 10 Pebruari 2017 yad seperti merujuk kepada doktrin / pakem Pusaka Bangsa Indonesia : http://www.repelita.com/pusaka-bangsa-indonesia-jatidiri-paripurna/‎

‎PasLon bersikap pro Politik Karakter Pusaka Indonesia inilah yang dapat lebih diharapkan memimpin DKI Jakarta berpayungkan pada Bab XIV Kesejahteraan Sosial per UUD 1945 secara murni dan konsekwen dan bukannya pro Politik Dualistik bahkan Bias berpayungkan pada Bab XIV Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial per UUD Reformasi 1999-2002 [Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 11-14 Tahun 2006 yang realitasnya hanya berisikan Risalah Paripurna MPRRI 1999-2002 TANPA terpadukan dengan Pembukaan UUD 1945 yang bermuatan amanat sila2 Pancasila].

Dengan kata lain, Tema Pembangunan Sosial tersebut adalah sudah Pro UUD 1945 ketimbang UUD 1999-2002, dan hal ini petunjuk agar para PasLon lebih menuntaskan secara komprehensif visi dan misinya berkerangka refungsikan UUD 1945 yang memang secara legal formal belum atau tidak pernah dicabut pemberlakuannya.

‎Oleh karena itulah ketegasan sikap pro Politik Karakter Pusaka Indonesia dari PasLon PilKaDa DKI Jakarta 2017 wajar ditunggu oleh 7 (tujuh) juta warga ibukota NKRI pemilih di 15 Pebruari 2017 yad.

Jakarta, 14 Januari 2017

Badan Pembudayaan Kejoangan45,
Pandji R Hadinoto
Ketua GPA45/DHD45 Jakarta
http://www.jakarta45.wordpress.com

Mata Pelajaran PKn dan Membangun Karakter … – Pusaka Indonesia

www.pusakaindonesia.org/mata-pelajaran-pkn-dan-membangun-karakter-bangsa/
14 Mei 2014 – Jika dilihat dari karakteristik pembelajaran PKn di atas, implikasinya lebih … politik dan hukum, kurang terlihat adanya pembentukan karakter …

Apa Itu Wawasan Kebangsaan? | Pusaka Indonesia

www.pusakaindonesia.org/apa-itu-wawasan-kebangsaan/
17 Apr 2014 – Wawasan kebangsaan lahir ketika bangsa Indonesia berjuang … perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai kesatuan politik, sosial budaya, … dan bertingkah laku yang bermuara pada terbentuknya karakter bangsa.

Karakter Pancasila Manifestasi Pidato Trisakti | Pusaka Indonesia

www.pusakaindonesia.org/karakter-pancasila-manifestasi-pidato-trisakti/

14 Apr 2015 – Karakter Pancasila Manifestasi Pidato Trisakti … Dengan berdaulat dalam bidang politik, Bung Karno menginginkan agar bangsa Indonesia …

Suara Warga Teruntuk Paslon Pilkada DKI Jakarta 2017

 

NUSANTARANEWS.CO – Mencermati debat pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Pilkada DKI Jakarta 2017, Jumat (13/1/2017) malam, masing-masing paslon menunjukkan kecerdasan di atas rata-rata. Namun menurut Ketua Badan Pembudayaan Kejoangan 45, Pandji R Hadinoto mengaku sangat menyayangkan, dimana debat kali ini terkesan didominasi pikiran-pikiran kebijakan perbaikan di tataran teknis operasional skala daerah khusus ibukota Jakarta semata.

Sebaliknya tak disinggung sama sekali perbaikan kebijakan di tataran politik hukum nasional dalam hal ini merefungsikan UUD 1945. Tanpa itu semua, bagi Pandji, maka kebijakan-kebijakan perbaikan teknis itu tidak bermakna meningkatkan baik Indeks kebahagiaan bangsa Indonesia.

“Faktanya hanya pasal 34 dari UUD yang sempat tersentuh oleh salah satu paslon‎, padahal tema debat adalah ‘pembangunan sosial’ berdimensi majemuk yang terkait dengan banyak amanat konstitusi yang mestinya harus jadi payung argumentasi yang komprehensif,” katanya di Jakarta, Sabtu (14/1/2017).

‎Namun lanjut dia, perdebatan cukup menggembirakan karena mengerucut ke ikhwal bina karakter moral dan kinerja seperti digarisbawahi oleh salah satu paslon. “Menurut hemat kami, bina karakter itu bijaknya lebih dipertajam dan diperluas di pentas debat 27 Januari 2017 dan 10 Pebruari 2017 mendatang,” imbuhnya.

‎Mestinya Paslon bersikap pro politik karakter pusaka Indonesia. Diharapkan memimpin DKI Jakarta berpayungkan pada Bab XIV Kesejahteraan Sosial UUD 1945 secara murni dan konsekuen, bukannya pro politik dualistik bahkan bias berpayungkan pada Bab XIV Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial UUD Reformasi 1999-2002.

“Hal ini petujuan agar para Paslon lebih menuntaskan secara komprehensif visi dan misinya berkerangka refungsikan UUD 1945 yang memang secara legal formal belum atau tidak pernah dicabut pemberlakuannya,” tandasnya.

‎Oleh karena itulah ketegasan sikap pro Politik Karakter Pusaka Indonesia dari Paslon Pilkada DKI Jakarta 2017 wajar ditunggu oleh 7 (tujuh) juta warga ibukota NKRI pemilih di 15 Februari 2017 yang akan datang. (red-01/emka)

Advertisements

0 Responses to “Kenegarawanan : Politik Karakter Pusaka Indonesia”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,223,246 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: