06
Oct
16

Politik PilGub : Cagub Wajib Paparkan Politik Pembangunan DKI

Cagub Wajib Paparkan Politik Pembangunan DKI

Cagub Wajib Paparkan Politik Pembangunan DKI

Suara Warga:
Paparkan Politik Pembangunan Jakarta

Kepada Pasangan-pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta selayaknya tidak saja kampanye fisikal di lapangan untuk merebut perhatian populis tetapi juga kampanyekan Politik Pembangunan Jakarta (PolBangJak) versi masing-masing mengelola persoalan-persoalan atau fakta–fakta terkini DKI Jakarta per Data Laporan Pemerintah Pusat (butir 1-8) sebagai berikut :

1) Pertumbuhan Ekonomi turun 0.16%,

2) Inflasi naik 0.95%.

3) Gini Ratio naik 7.20%,

4) Penduduk Miskin naik 3.72%,

5) Akuntabilitas PemDa hanya 58.57%, berada diperingkat ke 18 dari 34 propinsi,

6) Realisasi Pendapatan Daerah cuma 66.8% urutan terbawah dari seluruh propinsi.

7) Penyerapan APBD terburuk se Indonesia hanya 59.32%.

8) Peningkatan Index Pembangunan Manusia hanya 0.31 nomor 1 dari bawah dari 34 propinsi se Indonesia

9) Pembinaan Kemasyarakatan Ibukota yang secara kualitatif dirasakan masih belum optimal, baik sarana maupun prasarana

Adu Paparan Publik tentang Politik Nawacita Jakarta diatas tentunya akan memudahkan wargakota gunakan hak pilih terbaiknya.

Jakarta, 4 Oktober 2016

Pandji R Hadinoto, Ketua DHD45 Jkt
KBP45 KelBes Pejoang45
Editor www.jakarta45.wordpress.com

Suara Warga : Uji Jiwa Kenegarawanan PasLon PilGub DKI Jakarta 2017

148
Share on Facebook
Tweet on Twitter

 

Suara Warga :

Uji Jiwa Kenegarawanan PasLon PilGub DKI Jakarta 2017

Pusaka Bangsa Indonesia Jatidiri Paripurna.  [ http://www.repelita.com/pusaka-bangsa-indonesia-jatidiri-paripurna/ via @RepelitaOnline ] wajib dipedomani oleh ketiga PasLon PilGub DKI Jakarta 2017 mengingat analisa keterkaitan erat dengan kontestasi PilPres 2019 yad,

Kepiawaian penghayatan seutuhnya ke 9 Pusaka Bangsa Indonesia (PBI) sebagai pedoman Jatidiri Paripurna oleh ketiga PasLon penting diketahui oleh masyarakat pemilih ibukota sebagai syarat Sehat Jiwa Kenegarawanan melengkapi syarat kelolosan Sehat Badaniah & Rohaniah.

Unjuk kepiawaian Jiwa Kenegarawanan ini wajib dikomunikasikan dua arah melalui dialog2 publik terbuka sebagai ajang uji kemampuan masing2 PasLon.

Demikian rekomendasi ini dipublikasikan guna kemashalatan warga bersama.

Jakarta, 26 September 2016

Generasi Penerus Angkatan 45 (GPA45),

Pandji R Hadinoto, Ketua DHD45 Jkt
KBP45 KelBes Pejoang45
Editor www.jakarta45.wordpress.com

Jiwa Kenegarawanan Cagub DKI Harus Diuji

Jiwa Kenegarawanan Cagub DKI Harus Diuji

Jakarta – Ketua DHD45 Jakarta Dr Ir Pandji R Hadinoto MH menegaskan, Pusaka Bangsa Indonesia Jatidiri Paripurna wajib dipedomani oleh ketiga pasangan calon (Paslon) gubernur dan wakil gubernur (cagub dan cawagub) DKI Jakarta dalam Pilkada 2017 mengingat analisa keterkaitan erat dengan kontestasi PilPres 2019 yang akan datang.

Pusaka yang fundamental bagi bina karakter negarabangsa dan Strategi Ketahanan Bangsa agar juga berpedoman Pusaka Bangsa Indonesia (2004) sebagai Jatidiri Paripurna yakni: (1) Sang Saka Merah Putih, (2) Sesanti Bhinneka Tunggal Ika, (3) Sumpah Pemuda, (4) Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, (5) Pancasila, (6) Proklamasi Indonesia Merdeka, (7) Undang Undang Dasar 1945, (8) Wawasan Nusantara, (9) Jiwa, Semangat, Nilai-nilai 45.

“Kepiawaian penghayatan seutuhnya ke 9 Pusaka Bangsa Indonesia (PBI) sebagai pedoman Jatidiri Paripurna oleh ketiga PasLon penting diketahui oleh masyarakat pemilih ibukota sebagai syarat Sehat Jiwa Kenegarawanan melengkapi syarat kelolosan Sehat Badaniah dan Rohaniah,” tandas Pandji R hadinoto, Senin (26/9/2016).

“Unjuk kepiawaian Jiwa Kenegarawanan ini wajib dikomunikasikan dua arah melalui dialog2 publik terbuka sebagai ajang uji kemampuan masaing-masing PasLon,” tambahnya. (Red)

kartunama GP45

RESOLUSI JATIDIRI KONSTITUSI INDONESIA

Suara Warga :

RESOLUSI JATIDIRI KONSTITUSI INDONESIA

Kepada Yang Terhormat Para Pemangku Penyelenggara Negara, di bulan Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 ini dan dalam rangka Hari Konstitusi Indonesia 18 Agustus 2016 yang akan datang, saatnya
kini lebih meneguhkan Visi Indonesia yakni Bersatu, Merdeka, Berdaulat, Adil, Makmur dan perkuatan Misi Indonesia yaitu
1) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
2) Memajukan kesejahteraan umum.
3) Mencerdaskan kehiduoan bangsa .
4) Ikut melaksanakan kettertiban dunia yang berdasarkan Kemerdekaan, perdamaian Abadi dan Keadilan Sosial,

Maka untuk mengantisipasi situasi dan kondisi krisis multi dimensional kedepan yang diduga dapat lebih parah, maka agar kehadiran pemangku pemerintahan dapat lebih mantap dirasakan pro pelayanan kepentingan rakyat banyak (pro bonum publicum), sangat disarankan dapat dilakukan sebagai berikut :

1) Penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang tentang Refungsi Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 150 Tahun 1959, Dekrit Presiden Republik Indonesia/Panglima Tertinggi Angkatan Perang tentang Kembali Kepada Undang-Undang Dasar 1945 [Lembaran Negara Republik Indonesia No.75, 1959], atau

2) Penerbitan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia tentang Refungsi Keputusan Presiden Republik Indonesia No 150 Tahun 1959 termaksud diatas, serta merta mendapuk dirinya selaku Lembaga Tertinggi Negara.

Saran termaksud diatas diajukan mengingat
Opini-opini / Advokasi Publik terkait seperti :

1) tentang PRO ADENDUM SELAMATKAN JATIDIRI INDONESIA [7 Agustus 2016]
http://www.repelita.com/pro-adendum-selamatkan-jatidiri-indonesia/
via @RepelitaOnline

2) tentang “Aksi Presidensiil Transisi 15th Kedepan” [29 Juli 2016]
http://www.repelita.com/aksi-presidensiil-transisi-15th-kedepan/ via @RepelitaOnline

3) tentang “Seruan Tolak Amandemen-5 UUD 2002” [21 Juli 2016]
http://www.repelita.com/suara-warga-seruan-tolak-amandemen-5-uud-2002/
via @RepelitaOnline

4) tentang RESOLUSI DAULAT RAKYAT, MERDEKA !! [20 Juli 2016]
http://www.repelita.com/suara-warga-resolusi-daulat-rakyat-merdeka/
via @RepelitaOnline

5) tentang PETISI KEMBALI KE DEKRIT PRESIDEN 5 Juli 1959 [12 Juni 2016]
http://www.repelita.com/suara-warga-petisi-kembali-ke-dekrit-presiden-5-juli-1959/
via @RepelitaOnline

6) tentang Deklarasi Konstitusi Pro Pancasila [1 Juni 2016]
https://obsessionnews.com/perpres-hari-lahir-pancasila-1-juni-1945-disambut-baik/

7) tentang Piagam Roh Indonesia Merdeka 45 (PRIMER45) [17 Mei 2016]
https://obsessionnews.com/primer45-piagam-roh-indonesia-merdeka-45/

Selain memperhatikan tentang Kebijakan Diskresi Kepemerintahan yang terhimpun di www.jakarta45.wordpress.com seperti :
Menurut Pasal 1 Angka 9 UU 30/2014, diskresi adalah keputusan dan/atau tindakan yang ditetapkan dan/atau dilakukan oleh pejabat pemerintahan untuk mengatasi persoalan konkret yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan dalam hal peraturan perundang-undangan yang memberikan pilihan, tidak mengatur, tidak lengkap atau tidak jelas, dan/atau adanya stagnasi pemerintahan.

Besar harapan kami, prakarsa Resolusi Jatidiri Konstitusi Indonesia yang diajukan dalam suasana kebatinan iktikad baik ini dapat diterima sebagai Advokasi Publik dengan se-bijak2nya dan menjadi rujukan bagi pembentukan Politik Hukum Nasional yang tepat-guna bagi upaya2 peluncuran “roket” pertumbuhan pembangunan nasional Indonesia demi tumpuan kekokohan NKRI agar kelak dapat melewati perioda bonus demografi Indonesia tahun 2030 dan menggapai kejayaan Indonesia tahun 2045 dengan se-baik2nya.

Dan adalah jadi satu keyakinan tersendiri bahwa perbaikan Sistim HULU Bernegara melalui Resolusi jatidiri Konstitusi Indonesia ini dapat dilakukan secara damai dan aman serta kelak akan berbuah pelurusan bagi Sistim HILIR Bernegara agar senantiasa dapat terkendali optimal.

Akhirul kata, pilihan Politik Hukum Nasional Pro Adendum Selamatkan Jatidiri Indonesia [www.repelita.com tgl 7Aug16] adalah pilihan yang lebih struktural mantap/ampuh bagi upaya2 atasi kirisis multi dimensional /
sikon kedaruratan nasional kini dan esok akibat diterapkannya Pro 4 (empat) Amandemen Batang Tubuh UUD 1945 yg terbukti sudah 14 (empat belas) tahun mengGUSUR Jatidiri Konstitusi Indonesia sbg Akta Pendirian Negara Republik Indonesia.

Jakarta, 9 Agustus 2016

Generasi Penerus Angkatan 45,

Pandji R Hadinoto, Ketua DHD45 Jkt
KBP45 KelBes Pejoang45
Editor www.jakarta45.wordpress.com

Parah! Lagi-Lagi Ahok Lecehkan Al-Quran

Parah! Lagi-Lagi Ahok Lecehkan Al-Quran
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Jakarta, Obsessionnews.com – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali melontarkan perkataan yang menyakiti umat Islam. Kali ini, Ahok melecehkan kitab suci umat Islam, Al-Quran.

Pernyataan Ahok yang dinilai melecehkan tersebut ramai jadi perbincangan netizen sejak seminggu terakhir.

Sebuah potongan video yang diunggah akun Lawan Ahok di Youtube pada Rabu (5/10/2016), menampilkan Ahok yang mengatakan bahwa Al-Qur’an surat Al Maidah ayat 51 sebagai kitab yang membodohi umat Islam.

“Kalau Bapak ibu gak bisa pilih saya, karena dibohongin dengan surat Al Maidah 51, macem macem itu. Itu hak Bapak-Ibu. Kalo bapak ibu merasa gak milih neh karena saya takut neraka, dibodohin gitu… ya gapapa,” kata Ahok di hadapan masyarakat Kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu.

Sontak, pernyataan Ahok yang beredar secara viral itu pun langsung menuai kecaman keras dari netizen, terutama yang beragama Islam.

Bahkan sebuah petisi dibuat Irfan Noviandana di portal change.org mengajak masyarakat untuk mengajukan tuntutan atas pelecehan yang dilakukan Ahok. Hingga siang ini, telah ada 9.075 orang yang turut membubuhkan tanda tangan mendukung petisi tersebut.

Sebelumnya, tayangan video di Youtube berdurasi lebih dari 1 jam memuat pernyataan pelecehan Ahok tersebut. Namun sejak Kamis (6/10/2016) ini, video yang diunggah Pemprov DKI itu telah dihapus. (Fath)

Menakar Kekuatan Dua Paslon Penantang Ahok

23 September 2016 18:47:58Diperbarui: 26 September 2016 07:10:20Dibaca : Komentar : Nilai :
Menakar Kekuatan Dua Paslon Penantang Ahok
Dua Paslon – Sumber Gambar: wikimedia.org, komunitasamam.files.wordpress.com, wikimedia.org, detikone.com

Setelah pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat mendaftar di KPUD DKI Jakarta dengan diusung empat parpol, PDI-P, Hanura, Golkar, dan Nasdem pada 21 September 2016, hari ini (23/09/2016) giliran dua pasangan calon lainnya mendaftar di KPUD DKI.

Pertama, pasangan calon Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mendaftar dengan diusung dua parpol, Gerindra dan PKS.

Kedua, pasangan calon Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni mendaftar dengan diusung empat parpol, Demokrat, PPP, PKB, dan PAN.

Berikut ini adalah perbandingan kedua pasangan calon tersebut.

Agus (38) dan Sylviana (57)

Selama ini Agus Harimurti Yudhoyono hanya dikenal sebagai seorang mayor infanteri yang putra sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Majunya Agus untuk ikut berebut kursi DKI-1 cukup mengejutkan karena selama ini ia berada di luar radar pengamat dan lembaga survei politik. Selain itu, ia harus mengundurkan diri dari TNI AD yang berarti menghentikan karir militernya yang selama ini berjalan mulus dan bersinar.

Mengingat bahwa ia adalah putra mahkota SBY, maka diharapkan SBY dan Partai Demokrat akan all-out menyukseskan jalannya menuju DKI-1. Juga diharapkan SBY akan merupakan mentor, konsultan, dan fasilitator kegiatan politiknya.

Banyak orang masih terkesan akan kepiawaian SBY dalam memenangi Pilpres 2004 dan 2009 serta Pileg 2009, tapi masa keemasan itu sudah lewat dengan makin maju dan cerdasnya masyarakat Indonesia berdemokrasi. Ditambah, banyak kader puncak Partai Demokrat yang terlibat korupsi dan yang paling parah adalah partainya tidak berhasil menyediakan kader-kadernya untuk bisa menjadi capres atau cawapres pada Pilpres 2014. Sehingga bisa disimpulkan bahwa SBY sudah tidak sakti lagi. Kini dalam Pilgub DKI 2017 ia mengusung anak sulungnya sebagai cagub yang merupakan suatu blunder politik yang serius.

Kelemahan Agus di bidang pemerintahan daerah dan birokrasi diharapkan bisa ditutup oleh Sylviana sebagai wakilnya yang punya pengalaman dan kemampuan di bidang itu secara mumpuni. Namun hal itu tidak menolong banyak karena pengaruh elektabilitas calon gubernur dalam pilgub adalah dominan, katakanlah 70-80%, sementara pengaruh dari calon wakilnya adalah sekitar 20-30% saja. Selain itu, untuk urusan yang disebutkan di atas akan dibantu oleh Sekretaris Daerah (Sekda) dan para asistennya.

Nilai plus dari Sylviana adalah bahwa ia seorang wanita pertama sebagai calon gubernur/wakil gubernur di DKI Jakarta, dan ia adalah seorang Betawi asli yang merupakan tokoh masyarakat dan banyak berorganisasi.

Dari ketiga pasangan calon, pasangan Agus-Sylviana ini adalah yang terlemah, diprediksi hanya akan memperoleh suara 20-30% dalam putaran pertama.

Anies (47) dan Sandiaga (47)

Pasangan ini sama-sama tidak punya pengalaman sebagai kandidat dalam pemilu, juga dalam birokrasi dan pemerintahan daerah. Hanya Anies yang pernah menjadi menteri meskipun tidak sampai dua tahun, dan pernah menjadi anggota tim sukses Jokowi-Jusuf Kalla dalam Pilpres 2014.

Kelebihan dari pasangan ini adalah memiliki popularitas dan elektabilitas yang cukup diperhitungkan meskipun belum bisa menyamai Ahok.

Anies sudah dikenal karena ikut konvensi Partai Demokrat 2013-2014 dan menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2014-2016.

Sementara itu Sandiaga Uno adalah seorang pengusaha yang sukses dan memiliki dana yang relatif kuat, serta sudah cukup lama menyosialisasikan kandidasinya.

Menariknya, pasangan calon ini dikenal santun. Anies adalah calon yang cerdas dan intelektual. Sayangnya Sandiaga dinilai kurang tegas dan kurang percaya diri.

Satu hal yang perlu diingat dari kedua parpol pengusung Anies-Sandiaga ini adalah militansi mereka. Hanya Gerindra dan PKS lah yang kompak setia sampai saat ini mempertahankan panji-panji kubu Koalisi Merah Putih (KMP) tanpa tergiur oleh iming-iming kursi atau apa pun.

Diprediksi, pasangan ini akan memperoleh suara 30-35% dan bisa maju ke putaran kedua, menghadapi pasangan Ahok-Djarot yang diprediksi akan memperoleh suara 40-45% dalam putaran pertama.

Jadi pertarungan ketiga pasangan calon kali ini akan seru dan bagus buat para pemilih karena adanya pilihan-pilihan yang cukup beragam dan menarik.

— •oo 00 O 00 oo• —



0 Responses to “Politik PilGub : Cagub Wajib Paparkan Politik Pembangunan DKI”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,063,568 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: