25
Jan
16

Kenegarawanan : Kontroversi Politik Infrastruktur Presidensiil

Kontroversi Politik Infrastruktur Presidensiil

Kontroversi Politik Infrastruktur Presidensiil
Pandji R Hadinoto.

Jakarta – Nalar pertama PINPRES (Politik Infrastruktur Presidensiil) ini mencuat terdorong oleh Ground Breaking Kereta Api Cepat Jakarta Bandung di Walini 20 Januari 2015 yang baru lalu, menimbang terasa terjadwal dadakan.

“Betapa tidak, di tengah pro dan kontra, proyek multi years BUMN to BUMN yang sebetulnya bermoda representasi ‘semi’ business to business itu (karena BUMN adalah milik negara qq rakyat yang dimandatkan kelolaannya kepada pemerintah selaku penyelengggara negara) telah berkeputusan melimpahkan tanggung jawab pemulihan pembiayaan proyeknya kelak kepada PINPRES qq negara qq rakyat di periode-periode berikutnya, apalagi kalau terjadi business default,” ungkap Dr Pandji R Hadinoto, pengurus DHD 45 Jakarta, Minggu (24/1/2016).

Ia mengungkapkan, resiko business default sebenarnya dapat diperkecil bila ada jaminan pasokan kinerja rolling stock edisi perdana mampu berusia 2 kali tenggang waktu break even point.

Menurutnya, Nalar PINPRES kedua adalah terkait proyek2 infrastruktur gigantik lainnya seperti jalan2 raya lintas pulau, pelabuhan=pelabuhan Tol Laut, dam-dam besar, bandara-bandara udara, kereta api non cepat lintas pulau, pusat-puat tenaga listrik, dan lain sebagainya, bijaknya dikaji/dijadwal ulang terhadap realitas situasi dan kondisi potensi resesi ekonomi skala dunia terkini.

“Penjadwalan ulang itu baiknya berdasarkan kajian HSDP (histogram sumber2 daya proyek) skala nasional yang BTP bersih transparan dan profesional),” jelasnya.

Kesemuanya itu, lanjur dia, berkaitan erat dengan faktor-faktor ketahanan bangsa juga, apalagi ditengah ketahanan energi, pangan dan lingkungan yang juga dirasakan kini perlu lebih serius diprioritaskan.

“Kami eksponen generasi penerus 45 merasa perlu menyampaikan kepedulian tersebut diatas mengingat NKRI perlu dijamin berjaya 70 tahun kedepan seperti Mimpi Presiden JokoWi sendiri, selain memperhatikan bahwa pasangan JokoWi-JK berikrar CaPres 2014 di pelataran Gedung Joang45, jl Menteng Raya 31, Jakarta Pusat,” tegas Pandji.

“Harapan kami, Roh Indonesia Merdeka Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 selalu dipedomani penyelenggara negara agar supaya cita NKRI dapat terpelihara sesuai konstitusi Republik Indonesia,” tandas Jurubicara DHD45 Jakarta dan KBP45 KelBes Pejoang45 ini. (Red)

Advertisements

0 Responses to “Kenegarawanan : Kontroversi Politik Infrastruktur Presidensiil”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,223,021 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: