17
Dec
15

Mineral : Energi Terkuras Untuk Yang Tidak Penting, Kontrak Bagi Hasil Pertambangan Harus Untuk Rakyat

Logo PEMUDA Indonesia

Energi Terkuras Untuk Yang Tidak Penting, Kontrak Bagi Hasil Pertambangan Harus Untuk Rakyat

Share on Facebook
Tweet on Twitter

Radarpolitik.com, Jakarta – Majelis Pemuda Indonesia Pandji R Hadinoto menilai, perpanjangan izin usaha pertambangan dan divestasi PT Freeport Indonesia selalu menjadi isu besar sejak masa mantan Presiden Soeharto. Isu tersebut menjadi kontroversial terutama karena keterlibatan para pemburu rente dan para pejabat korup.

Dengan pola relatif sama, para pemburu rente memanfaatan pengaruh politik untuk keuntungan ekonomi. Tindakan mereka pun berpeluang merugikan negara. Padahal sesuai amanat Penjelasan Konstitusi Pasal-33 UUD45 “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat.

“Oleh sebab itu harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Hal itu sangat jelas dan masih relevan sesuai penegaskan Perintah Konstitusi Bab XIV Kesejahteraan Sosial Pasal-33 ayat (3),” terang Pandji kepada Radarpolitik.com di Jakarta, Rabu (15/12). Demikian, seperti dikutip Halloapakabar.com.

Menurut Pandji, merujuk pada kontrak bagi hasil Pertambangan MiGas berporsi 15% di pihak penggarap “sawah” deposit MiGas berbanding 85% di pihak pemilik “sawah” deposit MiGas yakni rakyat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kini juga konon sudah dikloning oleh banyak perusahaan-perusahaan negara lain bahkan terkabarkan sukses maka cukuplah pantas kini diberlakukan di Pertambangan Mineral juga ketimbang sistim Royalti.

“Artinya bilamana ada Kontrak Karya model Royalti yang bermaksud diperpanjang masa kontraknya, maka dari sekarang sudah dapat dirintis kajian kemungkinannya berterapan Kontrak Bagi Hasil yang diyakini lebih di pastikan sebesar-besarnya untuk Kemakmurkan Rakyat,” tandasnya.

Bila hal itu di laksanakan, kata Pandji, maka rekomendasi Majelis Pemuka Dinamika Akalsehat (Pemuda) Indonesia kepada Pemerintah Republik Indonesia, bisa menjadi harapan masyarakat. “Hal itu agar Tambang Mineral Pro Daulat Rakyat sungguh terlaksana secara benar dan pener sesuai Perintah Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia termaksud,” jelasnya.

Sementara itu, Peneliti dari Indonesian Institute for Development and Democracy (Inded), Arif Susanto menilai, hal itu sangat baik daripada pemikiran rakyat habis terkuras energinya hanya untuk membahas sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) atas dugaan pelanggaran etik oleh Ketua DPR Setya Novanto. Sayangnya, indikasi permufakatan jahat tersebut dilokalisasi menjadi sekadar kontroversi politik tanpa kejelasan.

“Akibatnya, kita gagal melihat tindakan substantif untuk menyelesaikan masalah mendasar yaitu  pengelolaan sumber daya alam yang serampangan dan perilaku elite politik yang cenderung korup,” kata Arif.

Arif menilai pada saat yang sama, elite politik kehilangan fokus kerja. Hal-hal lebih mendesak, seperti, pemilihan komisioner KPK dan KY yang masa jabatan mereka berakhir Desember ini, justru diabaikan.

Tak berhenti memicu kontroversi, DPR malah berinisiatif merevisi UU KPK. Belum kunjung menunjukkan kinerja memuaskan, pemerintah pun lebih sibuk berpolemik, bahkan di antara anggota kabinet sendiri. Dalam kondisi seperti sekarang yang perlu dilakukan adalah elite politik harus fokus pada capaian kerja yang konkret. Tanpa kerja nyata, mereka hanya menyia-nyiakan kepercayaan rakyat.

“Penegakan hukum, yang bertahun-tahun bobrok, harus menjadi langkah awal perbaikan negara. Langkah lainnya adalah komunikasi politik, antar-elite atau pun elite-massa, harus produktif menghasilkan solusi bagi masalah negara,” tuturnya. (roy/rdp)

Advertisements

0 Responses to “Mineral : Energi Terkuras Untuk Yang Tidak Penting, Kontrak Bagi Hasil Pertambangan Harus Untuk Rakyat”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,305,342 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: