09
Dec
15

Politika : FREEze PORTfolio PTFI !

Logo MKRRI Hijau

Suara Pembaca :

FREEze PORTfolio PTFI !

Kebijakan MKD Legislatif DPRRI bersidang tertutup Senin siang 7 Desember 2015 sungguh mengejutkan publik.

Kini saatnya pula Eksekutif Pemerintah RI memberi kejutan berimbang lainnya seperti FREEze PORTfolio PTFI karena diyakini dapat mengkondisi percepatkan/perlancarkan urusan MKD dan KeJaGung sehingga Kehormatan Rakyat Republik Indonesia segera terpulihkan dan tersegarkan demi menuju awal capaian Indonesia Mulia 2015-2025 kearah Indonesia Bermartabat 2025-2035 dan Indonesia Sejahtera 2035-2045.

Selain juga pertimbangan latar belakang sebagaimana opini “Soal Freeport, Fokuslah Ke Persoalan Pokok: Neokolonialisme!”

Ketika kasus “Papa minta saham” mencuat di publik, dan sekarang sedang bergulir di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, ada pihak yang sedang bertepuk tangan: PT Freeport Indonesia.

Kenapa bisa demikian?

Sekarang ini, dengan mencuatnya isu tersebut, perhatian orang tertuju pada “pemburu rente”. Kita sibuk mengutuki si pemburu rente. Sementara PT. Freeport pelan-pelan diposisikan sebagai “korban” dari ekonomi rente ini….

….Seolah-olah Freeport perusahaan yang bersih. Dalam sekejap, kita seakan lupa dengan dosa-dosa perusahaan asal Amerika Serikat ini. Padahal, sejak masuknya hingga sekarang, perusahaan ini menenteng banyak catatan hitam.

Pertama, kontrak karya (KK) pertama Freeport sebetulnya bisa dianggap ilegal.

Ada 3 fakta penting di sini: satu, KK pertama
diteken ketika Papua belum resmi menjadi wilayah Republik Indonesia [Catat: Pepera baru dilakukan tahun 1969, yang disertai dengan banyak manipulasi dan kecurangan);
Dua, Suharto sebagai penandatangan KK itu masih berstatus “pejabat sementara Presdien” (Suharto diangkat sebagai Presiden resmi tanggal 27 Maret 1968);

dan

Tiga, Forbes Wilson, kepala Freeport Sulphur Company saat itu, mengira pemerintah Indonesia berada di bawah tekanan AS saat
meneken kontrak dengan Freeport itu (Denise Leith, 2002)…..

…..Dalam konteks itu, pilihannya hanya satu: nasionalisasi Freeport. Ini bukan soal gagah-gagahan, apalagi sok nasionalis,
tetapi sebuah keharusan untuk membebaskan ekonomi dan politik kita
dari cengkeraman neokolonialisme.

Menasionalisasi Freeport adalah
titik awal untuk menegakkan cita-cita Trisakti. Juga untuk membebaskan rakyat Papua dari ancaman kerusakan ekologis yang lebih parah dan kejahatan kemanusiaan yang terus-menerus terjadi. Itu
kalau di dalam dada kita masih merah-putih!

http://www.berdikarionline.com/soal-freeport-fokuslah-ke-persoalan-pokok-neokolonialisme/

Jakarta, 7 Desember 2015

Publikator :

Pandji R Hadinoto, KelBes Pejoang45
MKRRI Majelis Kehormatan Rakyat RI
Editor www.jakarta45.wordpress.com

Advertisements

0 Responses to “Politika : FREEze PORTfolio PTFI !”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,146,480 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: