15
Oct
15

Kenegarawanan : Politik Penyegaran Berbangsa dan Bernegara Indonesia

51ee7-indonesia-jaya

Suara Pembaca :

Politik Penyegaran Berbangsa dan Bernegara Indonesia.

Fakta skala global terkini bahwa de facto pimpinan kekuasaan pengaturan nilai kurs mata uang sedunia adalah the FED dari Amerika Serikat, terbukti fluktuasi naik turun kurs mata-mata uang sangat tergantung dari tarik ulur kebijakan dari the FED itu, yang dilakukan secara berkala.
Fakta skala lokal kini terindikasi darurat konstitusional terbukti kaji ulang Undang Undang Dasar 1945 sedang diproses MPR RI.
Dalam situasi dan kondisi seperti diatas, dapatlah dipahami pentingnya pengkokohan daya joang ketahanan nasional seperti politik wajib bela negara yang akan dicanangkan Presiden JokoWi pada tanggal 19 Oktober 2015 yad.
Modus pengkokohan ketahanan bangsa strategik lain adalah pengkukuhan jati diri bangsa seperti aspirasi Resolusi Sumpah Pemuda 2008 oleh eksponen2 Keluarga Besar Pejoang 45 dan Generasi Penerus Badan Pembudayaan Kejoangan 45 yakni
Kami putra dan puteri Indonesia mengaku 1) bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia, 2) berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, 3) berbahasa persatuan, bahasa Indonesia, 4) berideologi yang satu, Pancasila, 5) berkonstitusi yang satu, Undang Undang Dasar 1945, 6) bernegara yang satu, Negara Kesatuan Republik Indonesia, 7) berbendera persatuan bangsa, Bendera Merah Putih.
Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda 2015 yang akan datang adalah bijak dikukuhkan pula tekad ke-8 yaitu berbudaya kebangsaan yang satu, Bhinneka Tunggal Ika dan tekad ke-9 yakni berketahanan hidup yang satu, keseimbangan lingkungan hidup nasional dan global.
Semoga dengan demikian Tahun Baru 1 Muharram 1437 H tanggal 14 Oktober 2015 bermakna istimewa bagi penyegaran politik berbangsa dan bernegara Indonesia.

Jakarta, 13 Oktober 2015

Pandji R Hadinoto, KBP45 KelBes Pejoang45
Laskar DHD45 Jkt KTA No CB.04.05.01866
Editor www.jakarta45.wordpress.com

Garuda Pancasila 4

Suara Pembaca :

Daftar Panjang Ancaman Non Militer

Dalam rangka menggelar program kerja Wajib Bela Negara, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pada hari Senin tanggal 12 Oktober 2015 telah merilis Daftar “Pendek” Ancaman Non Militer yakni 1) terorisme, 2) bencana alam, 3) pelanggaran perbatasan negara, 4) separatisme, 5) persebaran penyakit, 6) serangan siber, 7) narkoba, 8) infiltrasi budaya.
Daftar tersebut diatas menurut hemat penulis, perlu diperluas jadi Daftar “Panjang” mengingat ciri-ciri ancaman bagi Indonesia secara non militer yang juga harus diwaspadai dapat melumpuhkan bahkan menghancurkan bangsa, cepat atau lambat, seperti 9) wabah koruptif dan korupsi, 10) kompetensi anak bangsa (kewiraswastaan, budi pekerti, ilmu pengetahuan & teknologi), 11) konflik horizontal dampak disharmoni keberagaman dan sengketa pertanahan, 12) koef GINI yang semakin meninggi, 13) ketergantungan impor pangan, energi dan dominasi armada laut asing 14) debt service ratio yang semakin membesar, 15) kendali ruang udara oleh negara tetangga, 16) status negara kepulauan Republik Indonesia tidak/belum diratifikasi oleh seluruh negara di dunia, 17) pulau Natuna disandera klaim negara tetangga lain, 18) virus mafia di banyak sektor kehidupan bernegara, 19) dominasi penguasaan sumber daya alam dan sumber daya prasarana ekonomi oleh asing.
Ke-19 ancaman struktural ini masih dapat lebih diperluas lagi, namun sementara ini cukup untuk keperluan tanggal 19 Oktober 2015 sebagai awalan daripada gerakan Wajib Bela Negara Republik Indonesia.

Jakarta, 15 Oktober 2015

Kader Pembina Kesadaran Bela Negara, DitJen PotHan No 7/V/2008, DepHan RI,

Pandji R Hadinoto
KBP45 KelBes Pejoang45 / Laskar DHD45 Jkt
Editor www.jakarta45.wordpress.com

KBP45
Menteri Pertahanan Bentuk Kader Bela Negara
M Rodhi Aulia – 12 Oktober 2015 11:21 wib
Metrotvnews.com, Jakarta:  Kementerian Pertahanan membentuk 4.500 kader pembina bela negara di 45 kabupaten dan kota seluruh Indonesia. Pengkaderan bersifat nirmiliter itu untuk mengantisipasi ancaman terhadap Indonesia yang semakin nyata.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, ancaman terbagi menjadi dua. Pertama, ancaman belum nyata. Misalkan, peperangan antarnegara yang melibatkan Indonesia dengan segenap potensi prajurit dan alat utama sistem persenjataannya.

“Harapan kita tidak menjadi nyata. Namun hal itu perlu diwaspadai, karena sewaktu-waktu bisa terjadi. Kita gerakan nonblok. Berkawan dengan semua negara. Seperti, Rusia, Amerika Serikat, dan Tiongkok,” kata Ryamizard di kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2015).

Kedua, ancaman nyata. Ryamizard sempat menyinggung konflik ojek berbasis aplikasi dan ojek pangkalan. Hal itu bentuk ancaman yang nyata. Sesama warga negara saling bentrok. Ia sangat menyesalkan konflik tersebut. “Sama-sama ojek, kok berkelahi ,” ujarnya.

Selain itu, ancaman pemberontakan, terorisme, cyber crime dan pelanggaran perbatasan. Misalnya, peredaran narkoba, perdagangan orang, penyebaran wabah penyakit dari luar negeri, pencurian ikan dan lain-lain.

Menurut Ryamizard, pembentukan kader bela negara sangat penting. Karena Indonesia memiliki, jumlah potensial kader hingga 100 juta orang. Peluncuran kader ini, akan dilakukan 19 Oktober.

“Kader yang dibentuk untuk mewujudkan Indonesia yang kuat di tengah kompleksitas dan berbagai bentuk ancaman nyata,” katanya.

Ryamizard menegaskan, kader bela negara bukan pemberlakuan wajib militer. Tetapi sebagai bentuk perwujudan hak dan kewajiban warga negara dalam membela negaranya. “Jangan menuntut hak saja, harus memenuhi kewajiban. Ini diatur dalam Pasal 27 UUD 1945,” ungkapnya.

Direktur Bela Negara Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Pertama M Faisal mengatakan, kader bela negara dilatih selama satu bulan di berbagai tempat militer sesuai dengan standar yang sudah diciptakan. “Kita bekerja sama dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah termasuk TNI dan Polri. Kali ini dibentuk pelatihnya dulu dan akan berkesinambungan,” katanya.
FZN

http://www.antaranews.com/berita/523063/delapan-ancaman-negara-nirmiliter-menurut-menteri-pertahanan

FOTO

Delapan Ancaman Negara NirMiliter Menurut Menteri Pertahanan

Senin, 12 Oktober 2015 13:45 WIB | 1.728 Views

Pewarta: Ade Marboen

Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, memberikan paparan terkait pembentukan kader bela negara di Jakarta, Senin (12/10). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memiliki daftar ancaman bagi Indonesia secara nonmiliter yang harus diwaspadai karena bisa menghancurkan bangsa ini, baik secara cepat atau lambat.

“Ada dua jenis ancaman bagi negara ini, sebagaimana sering saya katakan di dalam negeri ataupun luar negeri. Pertama yang sifatnya nyata secara militer dan kedua, tidak nyata atau belum nyata atau nirmiliter,” kata dia, kepada pers, di Kantor Kementerian Pertahanan, di Jakarta, Senin.

Dia katakan itu kepada pers terkait program kerja Kementerian Pertahanan tentang pembentukan 4.500 kader bela negara di 45 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia dalam waktu dekat ini.

Secara resmi, pendadaran kader bela negara ini dilaksanakan secara serentak pada 19 Oktober nanti.

Dia tegaskan, pendadaran ini bukan wajib militer; apakah itu meniru atau mengacu pada negara-negara lain. “Ini implementasi dari hak dan kewajiban warga negara kepada bangsa dan negaranya. Kita sadarkan secara lebih nyata kecintaan pada Tanah Air, itu juga bentuk bela negara,” kata dia.

Menurut dia, ancaman nirmiliter itu diklasifikasikan menjadi delapan kategori.

Dia memulai dari terorisme yang menjadi musuh bersama semua bangsa. Indonesia telah berkali-kali menjadi sasaran jaringan teroris.

Bencana alam juga menjadi potensi ancaman tersendiri, terkhusus Indonesia berada di lingkar Cincin Api yang bisa dipastikan menjadi negara yang harus bisa menanggulangi bencana alam.

“Juga mencegah dampak lebih buruk. Itu sebabnya, dalam mengakusisi persenjataan dan sistem persenjataan harus bisa dikerahkan secara terintegrasi untuk keperluan itu,” kata dia.

Dia mencontohkan rencana pembelian pesawat angkut berat dan wahana amfibi yang bisa dikerahkan untuk memobilisasi personel penanggulangan bencana atau logistik terkait. “Termasuk pesawat terbang amfibi,” kata dia.

Berikutnya adalah pelanggaran perbatasan negara. “Lihat saja yang terjadi di antara kedua Korea, kalau ada sedikit saja pelanggaran perbatasan negara, perang bisa terjadi. Jadi perbatasan negara ini masalah sangat serius,” katanya.

Setelah itu adalah potensi ancaman dari gerakan separatisme, yang dia katakan, “Walau telah semakin mengecil, namun tetap ada dan harus diwaspadai secara seksama sekaligus mencari cara untuk merangkul mereka.”

Penyebaran penyakit juga menjadi hal yang dia catat sebagai potensi ancaman bangsa ini, di antara yang paling terkenal adalah virus MERS dan ebola ataupun flu burung.

Sebagai negara terbuka, kata dia, Indonesia sangat rawan atas potensi serangan siber dari mancanegara. “Itu sebabnya akan dibentuk pasukan siber yang terdiri dari warga negara potensial. Anak-anak muda yang berbakat dan ingin mengabdikan dirinya akan direkrut,” kata dia.

Selanjutnya adalah narkoba, yang menurut dia telah menciptakan angka pecandu sampai 4,5 juta orang dengan 1,5 di antaranya sudah sangat sukar direhabilitasi. “Itu angka dua bulan lalu, sekarang mungkin sudah lebih banyak lagi,” kata dia.

Yang terakhir adalah infiltasi budaya dan nilai-nilai, yang dia bilang telah masuk secara perlahan, sistematis, dan “terprogram”. “Mereka masuk sedikit dulu, lalu menyebar. Targetnya jelas, bangsa ini hancur atau paling tidak menjadi lebih lemah,” kata dia.

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2015

__._,_.___

Berita Selanjutnya

Pro Kontra Bela Negara (3)

REPINDO

Pemerintah akan wajibkan semua warga ikut bela negara …

beritagar.id/…/pemerintah-akan-wajibkan-semua-warg…

3 days ago – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memberikan paparan terkait pembentukan kader bela negara di Jakarta, Senin (12/10). Kementerian …

Mulai 2016 Rakyat Wajib Bela Negara, Latihan di Markas …

m.suara.com/…/mulai-2016-rakyat-wajib-belanegara-…

3 days ago – Suara.com – Kementerian Pertahanan menargetkan akan menciptakan kader bela negara sebanyak 100 juta orang dalam 10 tahun ke depan.

3 days ago – ‘Kader bela negara bukan wajib militer, namun sebagai hak dan kewajiban yang perlu disiapkan,’ kata Menteri Pertahanan Ryamizard …

Pernyataan Menhan Terkait Bela Negara Tidak Sesuai UU …

news.okezone.com/…/pernyataan-menhan-terkait-bela

23 hours ago – Pernyataan Kemenhan terkait bela negara terlalu gegabah dan tidak … Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Ryamirzad Ryacudu (Okezone).

Forum Bela Negara | Alumni Bela Negara Kementerian Pertahanan RI. 244 suka · 3 membicarakan ini. Visi : Terciptanya ketahanan nasional yang kokoh &…

Ikut Bela Negara, Menhan: Gojek dan Ojek Pangkalan tak …

nasional.republika.co.id › Nasional › Umum

1 day ago – REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menargetkan mencetak 100 juta kader bela negara dalam 10 tahun …

Menhan: Bela Negara Bukan Wajib Militer | Republika Online

nasional.republika.co.id › Nasional › Umum

3 days ago – REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menargetkan terbentuk 100 juta kader bela negara hingga 10 tahun …

3 days ago – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memberikan paparan terkait pembentukan kader bela negara di Jakarta, Senin (12/10). Kementerian …

Netizen Perbincangkan Menteri Pertahanan Terkait …

eveline.co.id/…/netizen-perbincangkan-menteripertah

3 days ago – Pemerintah melalui Kemhan akan merancang program bela negara. Bagaimana tanggapan netizen tentang program bela negara ini?

2 days ago – Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais mengapresiasi ide Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu membentuk kader bela negara.

LBH Jakarta Usul Bela Negara Dilakukan Kementerian …

politik.rmol.co/…/LBH-Jakarta-Usul-BelaNegara-Dila…

22 hours ago – Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan berencana membentuk program wajib bela negara. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu …

Menko Polhukam Akan Koreksi Program Bela Negara …

nasional.kompas.com/…/Menko.Polhukam.Akan.Kore…

3 days ago – Kementerian Pertahanan berencana merekrut 100 juta kader bela negara dari seluruh wilayah Indonesia mulai tahun ini. Hal itu dikatakan …

2 days ago – Viaberita.com – menteri pertahanan. Wacana pemberlakuan wajib militer atau dalam istilah Pemerintah disebut “bela negara” kembali …

Menurut pejabat Kementerian Pertahanan, program bela negara ini dilindungi … Direktur Bela Negara Kementerian Pertahanan Laksamana Pertama M. Faisal …

2 days ago – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu mengatakan, kesadaran bela negara merupakan instrumen utama dalam menjaga persatuan …

2 days ago – Buletin Indonesia News, — Kementerian Pertahanan membentuk 4.500 kader Pembina Bela Negara di 45 kabupaten/kota seluruh Indonesia.

100 penduduk Indonesia potensial jadi kader bela negara …

3 days ago – Kementerian Pertahanan segera mewujudkan program kerjanya membentuk kader-kader bela negara. “Potensinya besar sekali, dari 250 juta …

Setya Novanto: DPR dan Pemerintan Akan Bahas Program …

2 days ago – Jakarta, jokowinomics.com – Kementerian Pertahanan baru-baru ini mengeluarkan sebuah program anyar yang dinamakan Bela Negara, …

2 days ago – Malah mulai dari TK hingga pegawai kantoran, tidak ada yang luput dari program Kementerian Pertahanan ini. “Kalau tak suka bela negara di …

SINDOnews | Berita Pertahanan dan Keamanan Nasional

nasional.sindonews.com/pertahanan

Berita Hankam – Lima Catatan untuk Pemerintah Soal Wacana Bela Negara. … Ide tersebut baru dirilis Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu.

Imparsial: Substansi Bela Negara Adalah Wajib Militer …

sp.beritasatu.com/nasional/…belanegara…/98708

22 hours ago – “Meski Menteri Pertahanan menyatakan bela negara bukan wajib militer tetapi substansi bela negara sebagaimana diucapkan oleh Menhan …

Delapan Ancaman Negara Nirmiliter Menurut Menteri …

news.analisadaily.com/…negaramenteripertahanan/…

3 days ago – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, memberikan paparan terkait pembentukan kader bela negara di Jakarta, Senin (12/10). (ANTARA …

2 days ago – Program bela negara adalah produk Kementerian Pertahanan. Program ini diklaim sebagai salah satu aplikasi dari semangat revolusi mental …

3 days ago – Pemerintah bakal mewajibkan masyarkat ikut serta dalam program bela negara di Kementerian Pertahanan. Kementerian Pertahanan …

Money.id – Kementerian Pertahanan membuat sebuah program yang dinamakan bela negara. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, seluruh …


 Logo Benteng Pancasila
Kementerian Pertahanan Sebut Bela Negara Bukan Wajib Militer
Abraham Utama, CNN Indonesia
Senin, 12/10/2015 12:27 WIB
Kementerian Pertahanan Sebut Bela Negara Bukan Wajib MiliterMemberi hormat saat pengibaran Bendera Merah Putih raksasa di Tugu Monas, Jakarta. (ANTARA/Muhammad Adimaja)

Jakarta, CNN Indonesia — Kementerian Pertahanan membantah program bela negara merupakan bentuk lain dari wajib militer. Direktur Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kemhan, Laksamana Pertama Muhammad Faizal, mengatakan kementeriannya tidak meniru program wajib militer yang diaplikasikan Singapura, Korea Selatan, atau Amerika Serikat.

“Mereka menerapkan wajib militer, kalau kami wajib bela negara. Itu diatur Pasal 27 UUD 1945,” ujar Faizal di Jakarta, Senin (12/10).

Pernyataan Faizal tadi meneruskan pernyataan Menteri Pertahanan Ryamizard Riyacudu yang menyebut bela negara bertujuan membentuk disiplin pribadi yang kemudian akan berujung pada disiplin kelompok dan disiplin nasional.”Kami tidak meniru siapa-siapa. Ini bukan wajib militer. Ini hak dan kewajiban. Hak boleh dituntut, tapi kewajiban harus dilaksanakan. Negara membolehkan demonstrasi, sekarang negara meminta warganya bela negara,” ujar Ryamizard pada kesempatan yang sama.

Konstitusi melalui Pasal 27 ayat 3 UUD 45 mengatur setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Faizal berkata, aturan tersebut telah dijabarkan oleh Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

Pasal 9 pada beleid tersebut menyebut keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara dapat disalurkan melalui empat kategori, yakni pendidikan kewarganegaraan; pelatihan dasar kemiliteran secara wajib; pengabdian secara sukarela atau wajib oleh prajurit TNI, dan pengabdian sesuai profesi masing-masing warga.

Faizal menuturkan, pelatihan bela negara akan diselenggarakan satuan-satuan pendidikan TNI seperti resimen induk daerah militer selama 30 hari. Para peserta pelatihan akan diinapkan di asrama.

Direktorat pimpinan Faizal saat ini sudah menyelesaikan kurikulum bela negara. Pembuatan kurikulum yang akan diaplikasikan ke seluruh Indonesia itu tidak hanya melibatkan Kemhan, tapi juga beberapa kementerian dan lembaga negara lain.

Meski diklaim berbeda dengan wajib militer, kata Ryamizard, warga perbatasan perlu menerima pendidikan dasar persenjataan pada pelatihan bela negara, sebab daerah perbatasan memiliki tingkat kerawanan militer lebih besar karena berhadapan langsung dengan potensi pelanggaran wilayah negara.

(utd)

Ikuti diskusi dan kirim pendapat anda melalui form di bawah ini atau klik di sini
Advertisements

0 Responses to “Kenegarawanan : Politik Penyegaran Berbangsa dan Bernegara Indonesia”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,193,028 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: