28
Sep
15

Kehutanan : Kebakaran 192 Ribu Hektar Lahan Sumatera dan Kalimantan

Kebakaran 192 Ribu Hektar Lahan Sumatera dan Kalimantan

GATRAnews  –   Minggu, 27 September 2015 10:11    |

peta titik api di Sumatera dan Kalimantan (Dik Majalah GATRA)

peta titik api di Sumatera dan Kalimantan (Dik Majalah GATRA)

Jakarta, GATRAnews –  Berdasarkan citra satelit Terra dan Aqua milik NASA, dari waktu ke waktu sejak Januari lalu, hotspot atau titik panas di enam provinsi yang jadi langganan kebakaran hutan dan lahan itu terus bertambah, hingga mencapai total 18.706 per 17 September lalu.

Jumlah titik panas terbanyak di Kalimantan Tengah dengan 4.436 titik, disusul Sumatera Selatan (3.622), Kalimantan Barat (2.125), Jambi (2.013), Riau (1.546) dan Kalimantan Selatan (787).
Di lapangan, tim pemadam gabungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, dan Manggala Agni, menemukan banyaknya jumlah titik api yang berkobar-kobar. Di Jambi, misalnya, terdapat 234 titik api hingga pekan lalu. Sedangkan di Sumatera Selatan terdapat lebih dari 700 titik api.

Laporan dari lapangan yang diterima Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, menyebutkan total luas area yang terbakar mencapai 8.003,24 hektare, masing-masing 5.492,82 hektare di Sumatera dan 2.519,42 hektare di Kalimantan.
Angka ini saja sebetulnya sudah cukup memprihatinkan. Namun ternyata itu masih jauh di bawah temuan citra satelit yang menyebutkan bahwa luas area kebakaran di Sumatera mencapai 52.985 hektare dan Kalimantan seluas 138.008 hektare, sehingga total area kebakaran di kebun sawit dan hutan tanaman industri itu mencapai 191.993 hektare. ”Jadi beda banget,” ujar Siti Nurbaya, prihatin.
Ada dua tipe satelit yang digunakan, Landsat generasi 8 dan SPOT Image. Landsat-8 digunakan untuk mengukur area yang luasnya 30 m x 30 m tiap 1 pixel. Sedangkan SPOT Image memiliki resolusi spasial yang lebih detail, mencapai 1,5 m x 1,5 m tiap pixel. Teknologi satelit ini digunakan Siti untuk menghitung area kebakaran di atas 10 hektare.
Berdasarkan analisis citra satelit tadi, Siti mengungkapkan, ada kecocokan antara akumulasi area kebakaran hutan dengan wilayah konsesi yang izinnya tersebar di tiga institusi.

Menurut Siti, ada 90 izin pemanfaatan yang berada di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 49 izin pelepasan atau perkebunan yang berada di bupati dengan supervisi Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, serta 147 izin Badan Pertanahan Nasional.
Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan konsesi ini tidaklah mudah. Meski hingga 17 September lalu telah dilakukan water bombing sebanyak 39,436 juta liter air, plus menggelontorkan garam seberat total 213 ton untuk menciptakan hujan buatan, toh api masih saja berkobar, titik api tetap bermunculan.

Kepala BNPB Willem Rampangilei mengakui pemadaman berjalan lamban karena menyangkut wilayah yang sangat luas, lahan gambut, dan titik api yang susah dijangkau. Hal ini dipersulit pula oleh kondisi kekeringan yang melanda.

Taufik Alwie, Taufiqurrohman, Hidayat Adiningrat, Andhika Dinata, Andi Anggana, Joni Aswira Putra, Jogi Sirait (Jambi), dan Noverta Salyadi (Palembang).

Laporan Utama, Majalah GATRA, Beredar Kamis, 24 September 2015

Baca juga: 

A S A P

Kebakaran Lahan Sinar Mas Group dan Wilmar Group

__._,_.___

Advertisements

0 Responses to “Kehutanan : Kebakaran 192 Ribu Hektar Lahan Sumatera dan Kalimantan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,310,110 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: