28
Sep
15

Kebudayaan : Pengrajin Wayang Kekurangan Tenaga Ahli

http://www.sinarharapan.co/news/read/150928031/pengrajin-wayang-kekurangan-tenaga-ahli

Pengrajin Wayang Kekurangan Tenaga Ahli

Kekurangan tenaga ahli sebabkan kesulitan pemenuhan permintaan pelanggan.

28 September 2015 11:11 Ekonomi dibaca: 71

inShare

MAINKAN WAYANG-Dalang wayang kulit Ki Enthus Susmono memainkan tokoh wayang saat pentas di halaman Balai Kota Madiun, Jawa Timur, Sabtu (5/9) dini hari. Pementasan wayang kulit mengangkat lakon “Sengkuni Tobat’.

SOLO-Pengrajin wayang di Solo mengalami kesulitan memenuhi permintaan pelanggan. Kurangnya tenaga kerja, yang memiliki keahlian khusus seni sungging.

Pengrajin “Sanggar Wayang Wawan” di Jalan Parang Klitik I No 19 Sondakan Kecamatan Laweyan Solo Jawa Tengah mengaku produksinya tidak mampu memenuhi pesanan pelanggan karena kurangnya tenaga kerja

Seorang pengrajin Sanggar Wayang Wawan, Hernot Sarwani (50) warga RT 03/RW 05 Sondakan Laweyan Solo, Senin (28/9) , mengatakan dampak kurangnya tenaga kerja yang mempunyai keahlian sungging hasilnya belum mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Hernot Sarwani menjelaskan, dengan dibantu tiga orang tenaga kerja, dirinya belum mampu memenuhi pesanan yang rata-rata mencapai 10 hingga 15 biji berbagai tokoh pewayangan per bulan.

Dia menjelaskan kerajinan wayang kulit tersebut sangat rumit dan perlu ketelitian mulai dari menatah bahan baku kulit dari hewan kerbau yang memerlukan waktu hingga lima hari dan kemudian memberikan warna tidak selesai empat hari.

“Kami dengan dibantu tiga tenaga kerja paling rata-rata mampu memproduksi delapan hingga 10 wayang per bulan. Hal ini, juga masih tergantung kemauan tenaga kerja apakah bisa menyelesaikan tepat waktu,” kata Hernot yang mengaku menekuni kerajinan wayang kulit ini sejak 1990 hingga sekarang.

Di sisi lain, bahan baku kulit hewan kerbau dan tanduknya persediaan masih cukup dan tidak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Karena, bahan baku semuanya ada di dalam negeri dan harga tetap stabil.

Harga kulit kerbau yang sudah diolah untuk bahan baku wayang kulit tetap stabil Rp1,5 juta per lembar, sedangkan untuk gagang wayang kulit dari tanduk atau sering disebut (gapit) Rp450 ribu per biji.

Menyinggung soal rumitnya membuat kerajinan wayang kulit, Hernot mengatakan harga kerajinan wayang kulit hingga sekarang harganya mahal karena selain bahan baku, juga cara memproduksi perlu keahlian khusus sehingga di Solo sangat langka pengrajin ini.

“Harga wayang kulit mahal karena cat warna kuning emas ada yang menggunakan emas asli sehingga ditawarkan hingga Rp5 juta per wayang, sedangkan paling murah Rp800 ribu per wayang,” katanya.

Menyinggung soal pelanggan wayang kulit selama ini, Hernot menjelaskan datang dari para dalang dan kolektor dari berbagai daerah di Indonesia.

Bahkan, pelanggan wisatawan dari luar negeri juga ada untuk cendera mata seperti Australia dan Amerika Serikat. Namun, pihaknya tidak semua pesanan bisa dipenuhi karena sulitnya mencari tenaga kerja.

__._,_.___


0 Responses to “Kebudayaan : Pengrajin Wayang Kekurangan Tenaga Ahli”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,094,095 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: