26
Sep
15

Tragedi Mina : Putra Mahkota Terduga Pemicu ?

Jakarta45

Putra Mahkota Pemicu Tragedi Mina ? Ini Jawaban Pemerintah Saudi

Jumat, 25 September 2015 20:13

Putra Mahkota Pemicu Tragedi Mina? Ini Jawaban Pemerintah Saudi
Al-Arabiya
Mohammad bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, Putra Mahkota Kerajaan Saudi Arabia.

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MEKKAH – Pemerintah Saudi Arabia membantah isu yang menyebutkan Putra Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman bin Abdul Aziz Al Saud, sebagai pemicu terjadinya Tragedi Mina.

Sebelumnya, di tengah duka mendalam akibat tragedi Mina yang menyebabkan sedikitnya 753 jamaah haji tewas saat dalam perjalanan menuju Jamarat untuk melempar jumrah, muncul kabar tak sedap yang mendiskreditkan sang Putra Mahkota.

baca juga: (VIDEO) Ini Detik-detik Terjadinya Tragedi Mina

Di sejumlah media online disebutkan, sang Pangeran pada Kamis (24/9/2015) pagi itu juga hendak ke Jamarat dengan melewati terowongan.

Dia dikawal 200 tentara dan 150 polisi. Rombongan jamaah biasa yang berada di “Jalan 204” harus berhenti demi sang Pangeran yang akan lewat.

Karena jamaah di depan berhenti, sementara jamaah di belakang terus bergerak, akibatnya terjadi desak-desakan hingga berujung maut.

Pemerintah Saudi Arabia membantah keras tudingan yang mengarah ke Putra Mahkota Mohammad bin Salman bin Abdul Aziz Al Saud.

Menteri Kesehatan Saudi, Khaled al-Falih, malah menunjuk para jamaah haji yang akan menuju ke lokasi lempar jumrah, sebagai penyebab tragedi. “Jika para jamaah mengikuti petunjuk, kecelakaan itu bisa dihindari,” kata Khaled al-Falih.

Bantahan pemerintah Saudi cukup berdasar. Sebab, pihak kerajaan tidak pernah mengadakan acara iring-iringan rombongan kerajaan.

Jika memang ada anggota kerajaan yang berhaji, maka mereka akan melalui jalur udara atau helikopter yang mendarat tepat di atas Jamarat.

Akan halnya Raja Salman, tahun ini dia tidak berhaji demi memantau jamaah haji. Adapun anggota kerajaan yang berhaji adalah Gubernur Makkah.

Tudingan Media Iran

Media Iran menuding Mohammad bin Salman Al Saud, Wakil Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi yang juga Menteri Pertahanan, sebagai biang keladi tragedi Mina yang menyebabkan ratusan jamaah haji meninggal dunia, Kamis (24/9/2015).

Sedangkan media Arab Saudi membuat tulisan yang berisi permintaan agar kritikan terhadap Kerajaan Arab Saudi dihentikan.

Perang pemberitaan itu muncul setelah terjadinya insiden yang menimpa jamaah haji di Mina, Arab Saudi.

Menurut data Kerajaan Arab Saudi, sedikitnya 717 jamaah haji meninggal dunia dalam tragedi Mina.

Iran marah karena 131 jamaahnya termasuk di antara yang meninggal.

FARS, kantor berita resmi Iran, mengutip “sumber terpercaya di Arab Saudi” melaporkan, konvoi putra Raja Salman Al Saud menyebabkan kepanikan jutaan jamaah haji yang akhirnya menimbulkan situasi kacau.

FARS tidak mengungkap siapa nama “sumber terpecaya” tersebut.

FARS menulis tudingan itu pada berita berjudul “Sources Blame Saudi Deputy Crown Prince for Thursday Stampede in Mina.

Berita dengan nada yang memojokan Kerajaan Arab Saudi itu juga diberitakan oleh surat kabar berbasis di Lebanon, Al-Dyar, Kamis malam.

“Konvoi besar Mohammad bin Salman Al Saud, yang dikawal oleh lebih dari 200 tentara dan 150 polisi, menuju lokasi pelemparan jumrah. Sementara jemaah haji bergerak dari arah berlawanan, inilah yang menyebabkan kepanikan dan aksi dorong-mendorong jemaah dan memakan korban jiwa,” tutur sumber tersebut.

Sumber itu juga menyebutkan, karena melibatkan wakil putra mahkota, penguasa Mekkah tidak mau menjelaskan secara gamblang sebab musabab tragedi tersebut.

“Otoritas Mekkah selanjutnya memberikan keterangan pers bahwa masalah ini harus diinvestigasi dan diputuskan oleh Raja (Salam Al Saud) sendiri,” tambahnya.

FARS mengakui, tidak ada sumber lain yang bisa dikonfirmasi terkait kepastian tuduhan tersebut.

Namun, tulis FARS, sejumlah fakta memperkuat tudingan tersebut.

Terutama fakta dua jalan menuju lokasi pelemparan jumrah di Mina ditutup otoritas setempat tanpa alasan kuat.

Masih dari FARS, sebelum tragedi Mina terjadi, sejumlah saksi mata mengatakan polisi dan pasukan keamanan kerajaan mendadak menutup dua dari sedikit jalan ke lokasi ritual “rajam iblis”.

Saksi mata juga mengatakan, setelah insiden penutupan tersebut, jemaah panik dan berdesak-desakan.

Selanjutnya, mereka melihat banyak tubuh jamaah yang telah menumpuk satu sama lain.

Saeed Ohadi, kepala organisasi haji Iran, menuduh Arab Saudimelakukan kelalaian sehingga terjadi tragedi memilukan.

Kelalaian yang dimaksud adalah, penutupan dua jalur ke lokasi pelemparan jumrah tanpa alasan jelas.

“Di lokasi itulah tragedi itu terjadi. Di antara 1.300 korban jiwa itu, terdapat 131 orang Iran yang meninggal dunia. Sementara 150 orang Iran lainnya terluka,” terangnya.

Kepala organisasi Haji Iran, Kata Ohadi, mengatakan bahwa, untuk alasan yang tidak diketahui ditutupnya dua jalur dekat lokasi pelemparan jumrah jadi penyebab tragedi Mina.

“Hal ini menyebabkan insiden tragis ini,” katanya di televisi negara Iran, menurut kantor berita Associated Press.

Iran sejak kemarin meminta pemerintah Arab Saudi bertanggung jawab atas meninggalnya ratusan jamaah haji meninggal dunia.

Kerajaan Arab Saudi, sejauh yang bisa dipantau, belum menanggapi tudingan Iran.

Advertisements

0 Responses to “Tragedi Mina : Putra Mahkota Terduga Pemicu ?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,147,453 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: