25
Aug
15

Perekonomian : Strategi JokoWi Atasi Perlambatan Ekonomi

Strategi Ini Dipakai JokoWi Atasi Perlambatan Ekonomi
Maikel Jefriando – detikfinance
Senin, 24/08/2015 20:24 WIB
Strategi Ini Dipakai Jokowi Atasi Perlambatan Ekonomi
Bogor -Pasca China sengaja melemahkan mata uang Yuan secara drastis, pasar keuangan dunia termasuk Asia bahkan Indonesia kena dampaknya. Merespons kondisi ini, pemerintahan Presiden Jokowi menyiapkan beberapa strategi.

Berbagai kebijakan yang sudah direncanakan sejak lama semakin dipercepat untuk direalisasikan. Kebijakan ini disebut sebagai counter-cyclical atau pembalikan siklus ekonomi yang tengah menurun ke arah yang lebih positif.

Secara umum teori ini pernah dipraktikkan ketika masa krisis 2008 lalu.

“Dalam situasi ekonomi melambat satu-satunya jawaban yang jitu adalah Counter-cyclical. Jangan ikuti iramanya, tetapi ambil posisi lawannya,” ungkap Menko Perekonomian Darmin Nasution di Istana Bogor, Jakarta, Senin (24/8/2015)

Bagian pertama dari kebijakan ini adalah percepatan belanja modal pemerintah. Dana yang disiapkan mencapai Rp 280 triliun dalam APBN Perubahan 2015. Namun sampai sekarang baru terealisasi 20%. Sehingga semua masalah yang menghambat pencairan itu harus segera diselesaikan.

“Kita meningkatkan pengeluaran pemerintah terutama belanja modal. Kalau belanja rutin berjalan ya, gaji kan mau nggak mau dibayar ya kan. Tapi belanja modal memang masih sedikit 20%-an sampai saat ini,” katanya.

Kedua, adalah dengan mendorong investasi, dari dalam dan luar negeri. Poin yang dijanjikan pemerintah adalah melakukan deregulasi berbagai peraturan yang menggangu dunia usaha.

“Presiden juga menyampaikan itu sudah dicanangkan sejak empat lima hari lalu, yaitu melakukan deregulasi besar-besaran di setiap departemen agar investasi bisa lebih lancar dan pasar ekonomi bisa bergerak. Tidak sekedar hanyut mengikuti pelambatan ekonomi. Itu dia garis besarnya,” kata Darmin.

Darmin menambahkan, pemerintah bukanlah Bank Indonesia (BI) yang bisa memperlihatkan kebijakannya dalam kurun waktu cepat, yaitu dengan intervensi. Tugas pemerintah adalah untuk perbaikan ekonomi secara fundamental.

“Jadi jangan dibilang memperbaiki kurs itu harus intervensi. Itu memang hanya BI yang bisa,” tegas Mantan Gubernur BI tersebut.

(mkl/hen)

Baca Juga
On 08/24/2015 05:02 PM, Awind wrote:

http://www.antaranews.com/berita/514059/gubernur-bi-devaluasi-bukan-solusi-bagi-indonesia


Gubernur BI : Devaluasi Bukan Solusi Bagi Indonesia
Senin, 24 Agustus 2015 16:40 WIB |
Pewarta: Afut Syafril
Gubernur             BI: devaluasi bukan solusi bagi Indonesia

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo.(ANTARA FOTO/ Wahyu Putro A)
Jakarta (ANTARA News) – Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo mengatakan cara pelemahan mata uang nasional atau devaluasi adalah bukan salah satu cara terbaik bagi Indonesia.

“Tren pelemahan mata uang di negara lain, belum tentu berhasil di Indonesia, karena Indonesia juga masih tergantung pada ekspor dan impor primer,” kata Agus D.W Martowardojo di Gedung Nusantara I, Komplek DPR, Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan jika kebijakan devaluasi bisa diterapkan pada negara-negara yang berbasis ekonomi pengolahan produksi atau negara penghasil sumber daya alam beserta pengolahan turunannya.

Sedangkan Indonesia saat ini dinilai masih memiliki rasio 50 berbanding 50 dalam hal produksi, bahkan untuk kebutuhan primer masih bergantung pada sektor ekspor dan impor, karena sumber daya alam masih berupa mentahan yang diekspor.

“Ketika sumber daya alam kita hanya masih menjual mentahan, serta masih banyak bergantung impor, kebijakan devaluasi kurang berpengaruh positif bagi negara,” kata Agus.

Sebelumnya, Bank sentral Tiongkok (PBoC) mendevaluasi mata uang yuan pada sebesar hampir dua persen terhadap dolar AS, karena pihak berwenang mengatakan mereka berusaha untuk mendorong reformasi pasar.

Langkah dramatis itu mengejutkan pasar dan menyebabkan gelombang penjualan di bursa saham AS dan Eropa, serta di banyak bursa komoditas.

Sementara itu, Bank sentral Vietnam juga telah memutuskan memperlebar batas perdagangan untuk transaksi antar bank mata uang Vietnam dong terhadap dolar AS dari dua persen menjadi tiga persen.

State Bank of Vietnam (SBV), bank sentral negara itu, juga mengumumkan menaikkan rata-rata nilai tukar antar bank sebesar satu persen, dari 21.673 dong per dolar AS menjadi 21.890 dong per dolar.

Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © ANTARA 2015


0 Responses to “Perekonomian : Strategi JokoWi Atasi Perlambatan Ekonomi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,060,795 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: