21
May
15

Kepemimpinan : Perjoangan Mahasiswa Meruntuhkan Orde Kekuasaan

Kamis, 21 Mei 2015 – 07:14 wib

Pengorbanan Mahasiswa Meruntuhkan Rezim Soeharto

Ilustrasi teatrikal perlawanan mahasiswa pada Mei 1998 (Foto: Antara)

Ilustrasi teatrikal perlawanan mahasiswa pada Mei 1998 (Foto: Antara)

JAKARTA – Setiap perjuangan pasti membutuhkan pengorbanan. Begitu pun saat ribuan mahasiswa dari berbagai elemen kampus yang berbeda, berjuang meruntuhkan kekuasaan Rezim Orde Baru pimpinan Presiden RI kedua Soeharto.

Banyak dari mereka yang memilih untuk sejenak meninggalkan bangku kuliahnya, agar bisa turun ke jalan menyuarakan perubahan.

Salah seorang aktivis ’98 dari Universitas Jakarta, Bernard Sihaloho menuturkan kenanganya kepada Okezone, ketika itu berjuang bersama meruntuhkan hegemoni Orde Baru yang bertahan hampir 32 tahun.

Menurut dia, saat itu mahasiswa menggunakan dua cara yang berbeda merespons situasi dan kondisi yang terjadi dalam sistem otoriter.

“Ada yang fokus pada kelompok studi, jadi mereka merespons situasi, mereka memanifestasikan dengan kajian-kajian kritis, lewat diskusi di internal, baik oleh teman-teman aktivis atau memanggil para pakar saat itu,” tutur Bernard di Jakarta.

“Kemudian dituangkan dalam tulisan yang kritis. Lalu cara lain ada yang mencoba melakukan gerakan yang sifatnya manifest di lapangan dan mereka bersenyawa dengan elemen masyarakat,” lanjutnya.

Dia yang tergabung dalam Forum Komunitas Mahasiswa se-Jabodetabek (FORKOT) ini, mengungkapkan pada saat itu gerakan mulai menemukan momentumnya ketika Indonesia, mengalami krisis multidimensi, karena diawali krisis ekonomi, kemudian merambah ke krisis sosial, budaya, hingga politik.

“Gerakan itu menemukan momentumnya pada saat Indonesia mengalami krisis multidimensi, yang diawali dengan krisis ekonomi. Lalu ditambah masalah sosial, misalkan pembebasan lahan yang sewenang-wenang bagi petani dan buruh dibayar murah,” sambung Bernard.

“Karena dipacu masalah dan situasi ekonomi, mau tidak mau akhirnya mereka menjadi peduli dan kampus-kampus yang tidak terlalu dinamis saat itu, secara spontan menjadi kantung perlawan,” imbuhnya.

Sementara itu, saat dihubungi secara terpisah, menurut Aktivis ’98 dari Universitas Jakarta lainnya, Wahab Talaohu, kondisi saat itu memerlukan sebuah tekad yang kuat dari dalam diri mahasiswa untuk menyampaikan kritik secara terbuka dengan gerakan people power.

Nah, pada 1998 tidak bisa kita melawan Soeharto dengan pemikiran saja, tapi dengan gerakan people power atau garis massa (turun ke jalan). Hanya dengan garis massa, kita bisa mendesak Soeharto turun. Itu yang kita yakini dan kami konsisten melakukan konsolidasi, baik di tingkat mahasiswa, pemuda, tani, buruh dan nelayan,” terangnya.

Bahkan, dia membeberkan saat dirinya serta kawan-kawannya turun langsung ke masyarakat untuk mengkonsolidasikan kekuatan guna menjatuhkan rezim otoriter yang bertahan puluhan tahun.

Mereka, lanjutnya melakukan transformasi nilai kepada masyarakat yang memang tidak memahami bahwa dirinya selama itu ditindas oleh rezim Soeharto.

“Saat itu teman-teman melakukan konsolidasi dengan elemen lain, untuk melakukan transformasi nilai kepada masayrakat. Karena pada saat itu, Soeharto berhasil melakukan pembodohan kepada masyarakat Indonesia. Masyarakat sesungguhnya tertindas, tapi mereka tidak tau ingin berbuat apa terhadap penindasan Orde Baru,” tukas Wahab.

(raw)

Advertisements

0 Responses to “Kepemimpinan : Perjoangan Mahasiswa Meruntuhkan Orde Kekuasaan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,225,110 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: