21
May
15

PusKesMas : Brokoli Kurangi Gangguan Sendi dan Penangkal Kanker

Brokoli yang dikonsumsi ini mengandung glucoraphanin dan tubuh lalu akan mengubahnya menjadi sulforaphane, yang bermanfaat melindungi sendi

 Riset: Brokoli Kurangi Gangguan Sendi

Brokoli (wikimedia commons)
Peneliti di Inggris percaya bahwa mengkonsumsi brokoli dapat mencegah dan memperlambat terjadinya osteoarthritis atau penyakit pada persendian.
Osteoarthritis merupakan penipisan tulang rawan sendi, dan termasuk kelompok penyakit degeneratif yang banyak diderita orang lanjut usia.
Tim dari University of East Anglia telah melakukan penelitian tentang hal ini dengan mulai dengan melakukan sejumlah percobaan terhadap manusia setelah penelitian di laboratorium, mereka berhasil menunjukan keterkaitan hal itu.
Uji coba pada sel dan tikus menunjukan bahwa brokoli mampu menghalangi enzim penghancur yang merusak fungsi tulang rawan.
Tim tersebut juga melakukan survei terhadap sekitar 20 pasien yang setiap hari mengkonsumsi brokoli khusus.
Brokoli yang diberikan kepada pasien-pasien itu merupakan brokoli khusus yang kaya nutrisi dan merupakan hasil persilangan antara brokoli standar dan brokoli liar dari Sisilia.
Para peneliti mengatakan brokoli yang dikonsumi ini mengandung glucoraphanin dan tubuh kemudian akan mengubahnya menjadi sulforaphane, yang bermanfaat untuk melindungi sendi.
Para relawan yang ikut dalam percobaan ini telah menjalani diet selama dua minggu sebelum kemudian menjalani bedah untuk memperbaiki gangguan pada lutut mereka.
Terobosan Besar
Dr. Rose Davidson dan timnya kemudian akan melihat pada jaringan yang diambil dari relawan tadi untuk mengetahui ada tidaknya dampak setelah mengkonsumsi brokoli.
“Kami meminta pasien untuk memakan 100 gram brokoli setiap hari dalam dua minggu. Itu porsi yang normal dan itu merupakan jumlah dimana kebanyakan orang akan senang mengkonsumsinya setiap hari,” kata Davidson
Meski waktu dua minggu dirasa belum cukup untuk menunjukan adanya perubahan besar, namun Dr Davidson berharap itu sudah cukup untuk menunjukan bukti bahwa konsumsi ‘super’ brokoli bisa menguntungkan manusia.
“Saya tidak bisa membayangkan brokoli akan memperbaiki kerusakan akibat arthritis… namun sayuran itu bisa berfungsi untuk mencegahnya.”
Timnya akan mencari bukti bahwa sulforaphane telah menyebar ke sendi yang membutuhkan dan kemudian terjadi perubahan yang bermanfaat pada tingkat sel.
Temuan tim Dr Davidson memang menjadi harapan bagi penderita penyakit persendian.
“Sampai sekarang peneilitian yang telah dilakukan masih gagal menunjukan makanan atau diet mempunyai peran dalam mengurangi perkembangan osteoarthritis, jadi jika temuannya bisa diterapkan pada manusia, maka ini akan menjadi sebuah terobosan,” kata Alan Silman dari Pusat Kajian Arthritis Inggris.
Brokoli khusus yang digunakan dalam penelitian kali ini dikenal sebagai Beneforte dan dikembangkan lewat dana publik oleh Institut Penelitian Makanan Inggris dan the John Innes Centre.
Lebih dari 8,5 juta orang di Inggris mengalami osteoarthritis, penyakit degeneratif yang menyebabkan gangguan pada sebagian tangan, kaki, paha, lutut dan tulang belakang.
(BBC Indonesia)
__._,_.___

Posted by: “K. Prawira” <k.prawira@ymail.com>

 Mengukus Brokoli Lebih Effektif Untuk Menangkal Kanker

Brokoli diketahui punya beragam manfaat. Cara memasak brokoli sangat menentukan kemampuannya untuk melakukan hal itu.

Mengukus Brokoli Lebih Efektif untuk Menangkal Kanker
Brokoli (wikimedia commons)
Brokoli diketahui memiliki segudang manfaat, salah satunya yaitu mampu melawan sel kanker. Namun, menurut sebuah studi terbaru, cara memasak brokoli sangat menentukan kemampuannya untuk melakukan hal itu.
Brokoli dan sayuran berbunga lainnya merupakan sumber baik senyawa sulforafan. Senyawa tersebut diketahui memiliki manfaat antikanker yang kuat dalam studi laboratorium.
Kendati demikian, untuk membentuk senyawa tersebut, brokoli membutuhkan enzim yang disebut dengan mirosinase. Jika enzim tersebut rusak, maka sulforafan tidak akan terbentuk.
Karena itu, para peneliti pun menguji coba beberapa teknik memasak brokoli. Mereka membandingkan brokoli yang diolah dengan cara direbus, di-microwive, dan dikukus. Kemudian, mereka menemukan cara mengukus adalah yang terbaik dalam menjaga enzim tetap aktif.
Menurut Elizabeth Jeffery, peneliti studi asal University of Illnois, mengukus selama lima menit adalah cara memasak terbaik untuk mempertahankan enzim misorsinase pada brokoli.
Jeffery juga menemukan, jika terbiasa makan brokoli matang, cara lain untuk mendapatkan sulforafan yaitu dengan makan sayuran dengan cara mentah (raw food).
Dalam studi ini, para peneliti juga membandingkan kelompok peserta yang diberi suplemen brokoli tanpa mirosinase dan kelompok lain yang diberi makanan brokoli dengan mirosinase. Hasilnya kadar sulfarofan dalam kelompok kedua lebih tinggi secara signifikan daripada kelompok pertama.
“Moster, lobak, wasabi, dan sayuran berbunga lain mengandung mirosinase yang membentuk sulforafan,” ujar Jeffery.
Studi sebelumnya menunjukkan, merebus sayuran dalam waktu lama dapat menghilangkan vitamin yang dikandungnya, seperti vitamin C, folat, dan niasin.
(Unoviana Kartika/Kompas.com, Sumber: Healthday News)
__._,_.___

Posted by: “K. Prawira” <k.prawira@ymail.com>


0 Responses to “PusKesMas : Brokoli Kurangi Gangguan Sendi dan Penangkal Kanker”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,063,568 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: