20
May
15

Politik : Demokrasi Kebangkitan Nasional 20 Mei 2015

http://www.antaranews.com/berita/497134/demonstran-mulai-bergerak-dari-bundaran-hi

Demonstran mulai bergerak dari Bundaran HI
Rabu, 20 Mei 2015 11:44 WIB | 1.631 Views
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa

Demonstran           mulai bergerak dari Bundaran HI

(FOTO ANTARA/Hendra nurdiyansyah)

Jakarta (ANTARA News) – Dari Bundaran HI, mahasiswa demonstran mulai bergerak ke kawasan Patung Kuda di jantung ibu kota di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.

Ratusan orang dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) kawasan Bekasi, tengah berunjuk rasa kawasan Bundaran HI.

Namun Kasubdit Pendidikan dan Rekayasa Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Warsinem menilai arus lalu lintas di kawasan Thamrin relatif kondusif.

“Sejauh ini masih kondusif. Kalau pun lalu lintas nantinya padat, akan ada pengalihan arus. Kita sudah koordinasi, setidaknya satu jalur busway aman,” kata dia kepada ANTARA News di Jakarta, Rabu.

Polisi belum mengalihkan rute lalu lintas seperti telah direncanakan. Sebelumnya, untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan arus lalu lintas pada 20 Mei 2015 ini, Direktorat Lalu lintas Polda Metro Jaya akan melakukan rekayasa pengalihan arus lalu lintas di sekitar jalan protokol.

Khusus dari arah Jalan Jenderal Sudirman dari Bundaran Hotel Indonesia, kendaraan diarahkan ke jalur Jalan Teluk Betung – Jalan Kebon Kacang/Dukuh Atas – Jalan Kendal, sedangkan dari arah Bunderan Air Mancur, kendaraan diarahkan ke ruas  Jalan Wahid Hasyim – Jalan Agus Salim/Jalan Sabang – Jalan Sultan Sahrir.

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2015

http://berita.suaramerdeka.com/demokrasi-hanya-sebagai-alat-bagi-oligarki/
Demokrasi Hanya Sebagai Alat Bagi Oligarki

17 Tahun Reformasi

20 Mei 2015 12:31 WIB Category: Nasional Dikunjungi: kali A+ / A-

 Foto :           Hartono Harimurti

Foto : Hartono Harimurti

JAKARTA,suaramerdeka.com – Sejak jatuhnya rezim Orde Baru dibawah kepemimpinan Soeharto hingga pemerintahan Jokowi-JK hasil Pilpres 2014 lalu, sistem politik Indonesia tidak mampu melahirkan pemerintahan yang efektif. Bahkan ketika demokrasi semakin liberalistik digelar sejak tahun 2004 melalui pemilu legislatif dan dengan sistem proporsional daftar terbuka serta pemilu presiden secara langsung, kita tidak mampu menghasilkan anggota DPR yang berkualitas dan tidak mampu menghasilkan pemerintahan yang efektif. Demikian pendapat pengamat politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang Direktur Eksekutif Puspol Indonesia Ubedillah Badrun.

“Terbukti kita tidak mampu menghasilkan anggota DPR yang berkualitas dan tidak mampu menghasilkan pemerintahan yang efektif, hanya bisa melahirkan rezim yang bertahan dan memelihara oligarki mafia. Pemilu dijadikan sebagai arena kontestasi subyektif sekaligus arena transaksional yang membelah dan merusak watak rakyat. Ongkos politik yang besar memicu korupsi politik yang meluas. Kapabilitas sistem politik berada pada posisi kapabilitas yang rendah karena tak kunjung menghadirkan arah kesejahteraan rakyat yang seharusnya makin terang,” kata Ubedillah kepada suaramerdeka.com, siang ini.

Dia menambahkan bahwa oligarki politik justru yang tumbuh subur, kelompok elit politik berkuasa lebih terlihat berlomba-lomba untuk mencapai tujuan pragmatisnya. National interest ( kepentingan nasional ) diabaikan, konstitusi dan undang undang makin dikesampingkan. Angka pertumbuhan ekonomi masih terus bertahan diangka 4-5%, angka kemiskinan stagnan dikisaran 14%.Dominasi asing makin kuat hingga mencapai 75%. Utang luar negeri makin terus bertambah hingga mendekati 4.000 Triliun.

“Yang juga memprihatinkan kewibawaan negara bergerak menurun. Demokrasi diukur dengan otak atik angka survei ditengah masyarakat yang gagap, liquid dan kehilangan panduan. Analisis kualitatif diabaikan, kemunafikan politik menjadi tontonan. Itulah fakta setelah 17 tahun reformasi, fakta yang bertentangan dengan cita cita reformasi ketika kami dengan akal, keringat, darah dan kematian berjuang meruntuhkan rezim diktator dan korup pada 1998. Kita berharap elit negeri ini sadar dan kembali berjuang sesuai cita-cita reformasi,” kata Ubedillah yang aktivis mahasiswa 98 tersebut. (Hartono Harimurti/SM Network)

Bertemu Jokowi, BEM Indonesia Tolak Jamuan Makan Istana

Rabu, 20 Mei 2015 | 05:50 WIB

Bertemu Jokowi, BEM Indonesia Tolak Jamuan Makan Istana

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM UI dan Ikatan Alumni Lintas Almamater di Indonesia mengelar Rapat Akbar Gerakan Anti Korupsi Nasional, di kampus UI Salemba, Jakarta, 20 Maret 2015. Mereka menuntut Jokowi untuk memperkuat KPK, reformasi Polri dan lembaga peradilan. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO , Jakarta:Badan Eksekutif Mahasiswa seluruh Indonesia menerima undangan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin malam, 18 Mei 2015. Dalam pertemuan itu, seluruh ketua BEM yang hadir kompak menolak jamuan makan malam mewah di istana.

“Kami berprinsip pertemuan itu bukan untuk makan, tapi berdiskusi dengan presiden,” kata Ketua BEM Institut Teknologi Bandung Muhammad Pramaditya Garry Hanantyo, saat dihubungi Tempo, Selasa, 19 Mei 2015.

Gerry mengatakan pertemuan berlangsung santai sejak pukul 20.00 WIB hingga 21.30 WIB. Setiap ketua BEM yang hadir diberi kesempatan memberikan pandangan terhadap isu-isu terkini.

Jokowi, kata Gerry, didampingi oleh Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Suasana sempat menegang ketika beberapa rekannya menekan Jokowi dan berharap ia langsung memberi jawaban atas permintaan mereka. “Tapi pelan-pelan semua larut dalam suasana santai,” kata dia.

Seluruh ketua BEM mengapresiasi undangan itu. “Kami sampaikan ke beliau kalau dialog seperti ini harus terbuka tidak hanya ke mahasiswa saja,” kata dia.

Gerry membantah Jokowi melobi mahasiswa untuk tidak melakukan aksi besar pada 21 Mei mendatang. Menurut dia, lobi justru datang dari mahasiswa. BEM SI pernah mengajak Jokowi hadir dalam dialog terbuka dengan mahasiswa dan masyarakat di Bandung pada 15 Mei. Namun ajakan itu tak berbalas.

“Kami sampaikan semalam ke presiden, kalau tidak juga ada sambutan untuk dialog terbuka hingga malam ini, BEM SI sepakat tetap akan aksi 21 Mei,” kata Gerry.

Ia juga membantah bila demo itu dilakukan untuk melengserkan Jokowi dari jabatannya. “Tak ada niat buruk seperti itu dari BEM SI. Kami hanya ingin mengingatkan pemerintah agar mempercepat progress kerjanya.”

INDRI MAULIDAR


0 Responses to “Politik : Demokrasi Kebangkitan Nasional 20 Mei 2015”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,063,568 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: