20
May
15

Kebudayaan : Bacaan Al-Qur’an Dengan Langgam Jawa ?

Kontroversi Nada Alquran
Qari Langgam Jawa : Saya Diminta Menteri
Monday, 18 May 2015, 19:53 WIB

Komentar : 60
Youtube
Tilawan Alquran dengan Langgam Jawa
Tilawan Alquran dengan Langgam Jawa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Qori, Muhammad Yaser Arafat mengaku kedatangannya ke Jakarta untuk membaca Alquran dengan langgam Jawa pada Peringatan Isra’ Mi’raj di Istana Negara sabtu lalu atas perintah Menteri Agama, Lukman Hakim saifuddin.

“Itu disuruh Menteri Agama untuk mengaji menggunakan langgam Jawa. Saya nggak akan ke Jakarta kalau tidak disuruh pak menteri . Tugas selesai saya langsung pulang,” ujar Yaser kepada ROL, Senin (18/5).

Yaser mengaku mengetahui munculnya banyak perdebatan di masyarakat setelah ia membaca Alquran dengan langgam jawa tersebut. Namun, ia tidak mempermasalahkan kontroversi tersebut. Menurutnya, kontroversi tersebut tidak akan berpengaruh apapun terhadap dirinya.

Sebelumnya diberitakan, Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, pembacaan ayat-ayat suci Alquran pada Peringatan Isra’ Mi’raj di Istana Negara dilakukan dengan langgam Jawa.

Dalam tayangan yang disiarkan langsung oleh sebuah stasiun televisi negara itu, tampak Presiden Jokowi dan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin khusyuk mendengarkan qari membaca surah An-Najm ayat 1-5 dengan langgam Jawa.

Bagaimana Hukum Bacaan Al-Qur’an Dengan Langgam Jawa Menurut Ulama Al-Azhar ?

4070_660_97857_opt
Apa tanggapan ulama Al-Azhar tentang pembacaan Alquran dengan menggunakan langgam dari budaya Indonesia (Jawa)?
1. Syaikh Jamal Faruq ad-Daqqaq (Dekan fakultas Da’wah Universitas al-Azhar dan anggota ulama pakar al-Azhar)
Setelah para mahasiswa Indonesia memperlihatkan video bacaan Alquran tersebut, beliau berkata,
“Bacaan ini unik sekali, menunjukan bahwa yang membaca adalah bukan orang Arab (natijatul-‘ujmah) dan orang non-arab memiliki langgam (lahnun dalam Bahasa Arab) dan cara mengejanya tidak sepenuhnya sama seperti lisan orang Arab. Maka dari itu harus diperhatikan Thariqoh al-Adaa` (cara eksekusi bacaan). Oleh sebab itu ada bab Qiroaat Sab’ah yang merupakan salah satu latar belakangnya adalah permasalah ini”.
Bahkan beliau tidak segan memuji sang qori dengan mengatakan, “Sang qori memperhatikan betul kaidah tajwid dengan pengahayatan saat membacanya.”
2. Syekh Ahmad Hajin (Pengajar ilmu Hadis di al-Azhar)
Setelah diperlihatkan kepada beliau video tersebut, pada awalnya beliau merasa aneh dan manggut-manggut karena baru pertama kali mendengarnya. Tanggapan beliau sama seperti Syekh jamal Faruq yang mengatakan bahwa yang terpenting adalah tajwidnya, pemakaman terhadap maknanya, karena irama mengikuti artikulasi teks yang dibacanya.
3. Syaikh Toha Hubaisyi (Anggota pentashih Alquran Mesir dan pengajar senior ilmu Tasawuf dan hafal kitab Ihya Ulumuddin milik Imam al-Ghazali)
Dalam hal ini beliau juga memperbolehkan membaca Alquran dengan langgam jawa tersebut dengan syarat tetap memerhatikan tempat keluar huruf (makhraj) dan kaidah tajdwid. Sebab, kata beliau, seseorang yang membaca Alquran dengan bahasa Arab, ketika yang membacanya mengerti atau tidak, tepat atau tidak hakikatnya, maknanya telah sampai kepada Allah
sumber berita: fans page Suara Al-Azhar
__._,_.___

http://www.eramuslim.com/berita/nasional/mui-baca-al-quran-langgam-jawa-di-istana-negara-itu-konyol-dan-memalukan.htm

Memalukan

MUI : Baca Al-Qur’an Langgam Jawa di Istana Negara Itu Konyol dan Memalukan

Redaksi – Senin, 30 Rajab 1436 H / 18 Mei 2015 10:30 WIB

Sekretariat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnaen mengungkapkan membaca Alquran dengan menggunakan langgam Jawa di Istana Negara, telah mempermalukan Indonesia di kancah internasional. Tengku merasa banyak kesalahan, baik dari segi tajwid, fashohah, dan lagunya.

Menurutnya, pembacaan ayat-ayat Alquran dengan menggunakan langgam Jawa adalah hal konyol. Menurutnya, dalam Alquran sudah dijelaskan kitab suci itu diturunkan dengan huruf dan bahasa Arab asli.
Jadi membacanya juga mesti sesuai pada saat Alquran diturunkan ke bumi. “Ibadah itu sudah digariskan Allah dan Rasul-Nya. Dalam Alquran dijelaskan bahwa Alquran itu diturunkan dalam lisan Arab asli. Nabi juga mengatakan Alquran untuk dialek Quraisy, jadi membacanya harus dengan cara bagaimana Alquran itu diturunkan,” papar Tengku seperti dilansir ROL (17/5).
Selain itu, Tengku menambahkan, lagu untuk pembacaan Alquran sendiri sudah disepakati para Qurra yang ada di dunia.

“Lagunya yang sudah disepakati para Qurra’ tingkat dunia adalah lagu standar yang selama ini ada yakni husaini bayati, hijaz, shoba, nahqand, rast, sikkah, jaharkah atau Ajami,” tuturnya.
Dia juga menilai akan lahir keanehan jika Alquran dibaca dengan menggunakan langgam tertentu seperti lagu Cina, Batak, seriosa, Indian, Jawa, Sunda, dan lainnya. “Hal itu tentu akan merusak keindahan Alquran sendiri. Bayangkan lah jika lagu Jawa dinyanyikan pakai cara seriosa, maka penciptanya akan protes dan keindahannya hilang,” ucap Tengku.(

+++++

http://portalberitalinggau.blogspot.se/2015/05/mui-baca-alquran-dengan-lenggam-jawa.html

MUI : Baca Alquran Dengan Langgam Jawa Akan Dilaknat

Senin, 18 Mei 2015
LANTUNAN ayat suci Alquran yang dibacakan qori Muhammad Yasser Arafat dalam peringatan Isra Miraj di Istana Negara pada Jumat lalu menjadi kontraversi.

Dalam acara yang dihadiri Presiden Jokowi dan para pejabat ini, dosen UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta membacakan surah An Najm ayat 1-15 dengan lenggam Jawa.

Wakil Sekretariat Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnaen mengingatkan, bahwa Nabi pernah bersabda bahwa barang siapa yang ganjil, maka nanti masuk neraka. Karena neraka khusus untuk orang-orang yang ganjil.

“Jadi tidak usah nekad mencari-cari hal membuat masyarakat resah dengan membuat onar. Ikuti saja pakem yang telah ada ketika membaca Alquran,” ujar Tengku kepada media di Jakarta, Senin (18/5/2015).

Sebaiknya, kata Tengku, masyarakat mengasah kemampuan dan pengetahuan huruf dan tajwid Alquran hingga baik. Menurutnya, fenomena pembacaan Alquran dengan lenggam Jawa ini sangat konyoldan baru terjadi.

“Karena presiden pertama Indonesia saja, Ir. Soekarno tidak pernah melakukan hal itu. Dia justru bersusah-payah mendatangkan Syekh Usman Fattah dari Medan ke Istana Negara untuk membaca Alquran pada acara-acara Islam,” ungkapnya.

Selain itu, Tengku juga menuturkan Rasulullah dalan hadits shohi mengatakan, pada akhir zaman akan muncul orang-orang pembaca Alquran yang mendayu-dayu seperti tiupan seruling.

“Dan mereka (yang membaca Alquran langgam Jawa dan mendayu-dayu) akan dilaknat,” tandasnya.

Tengku menegaskan, bahwa Rasul mengkhawatirkan enam hal yang akan terjadi pada umatnya. Salah satunya adalah menjadikan Alquran seperti nyanyian.

“Nanti ada baca Alquran langgam jawa, dangdut, seriosa, bugis, melayu, india, dan lainnya.Astaghfirullah,” pungkasnya.

__._,_.___

Posted by: “Sunny” <ambon@tele2.se>


0 Responses to “Kebudayaan : Bacaan Al-Qur’an Dengan Langgam Jawa ?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,060,880 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: