05
Apr
15

Politik : FPR Nilai KAA Langgengkan Imperialisme AS

 ina-flag

FPR Nilai KAA Langgengkan Imprealisme AS

Created on Friday, 03 April 2015 00:13

Jakarta, GATRAnews – Front Perjuangan Rakyat (FPR), yang terdiri 28 organisasi, menilai Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 di Jakarta dan Bandung, merupakan upaya memperkuat kepentingan imperialisme negara adi daya Amerika Serikat (AS). “KAA ke-60 tahun yang mengundang kurang lebih 109 negara, 25 organisasi internasional, serta 650 CEO perusahaan korporat milik imperialisme pada 19-24 April 2015 ini, tidak ubahnya dengan pertemuan 2005,” kata Rudi HB Daman, Koordinator Umum FPR, di Jakarta, Kamis (2/4).

Adapun tema “Memperkuat Kerjasama Negara-Negara Selatan untuk Mendorong Kesejahteraan dan Kemakmuran Dunia”, adalah sebuah kebohongan besar. Sebab, forum ini akan tetap menjadi pertemuan yang mendorong kepentingan imperialisme, khususnya Amerika Serikat (AS) untuk melipatgandakan penguasaan atas sumber daya alam dan manusia di tengah kondisi krisis global yang masih menghantam AS sejak 2008.

Penguatan kebijakan neo-liberalisme dengan bentuk meningkatkan investasi, pencabutan subsidi, pemberian utang, pembangunan megaproyek infrastuktur, penerapan politik upah murah, perluasan perampasan tanah, deregulasi, privatisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), akan ditekankan secara kuat oleh negara-negara imperialisme, khususnya AS di kawasan Asia-Afrika, terutama di Indonesia dalam KAA.

“Saat ini saja, di bawah kekuasaan Jokowi-JK, telah menunjukkan loyalitasnya untuk menjalankan kebijakan neo-liberalisme imperialisme AS di Indonesia,” kata Rudi.

Konkritnya, ungkap Rudi, berbagai kebijakan antirakyat mulai dari penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Tarif Dasar Listrik (TDL), elpiji, dan kebutuhan pokok, dan pencabutan subsidi pendidikan-kesehatan-transpotasi massal, seperti Kereta Api (KA).

Kemudian, pembangunan bersandarkan investasi dan utang, asing kian menguasai Sumber Daya Alam (SDA), menjalankan megaproyek infrastuktur, menghambat pemberantasan korupsi dan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM), dan sebagainya.

Terhadap permasalahan tersebut, FPR mengimbau seluruh rakyat Indonesia, Asia-Afrika, serta media untuk menyikapi KAA yang akan berlangsung 19-24 April 2015 di Jakarta dan Bandung. FPR akan menyelenggarakan kampanye rakyat Asia-Afrika untuk menggalang persatuan rakyat Indonesia, Asia-Afrika untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan.

Tuntutan tersebut, yakni mengembalikan semangat anti neo-kolonialisme imperialisme AS dalam KAA. Rakyat harus menolak KAA dijadikan sebagai forum oleh imperialisme AS untuk memasifkan kepentingannya menguasai kekayaan alam dan manusia sepenuhnya di Asia-Afrika melalui rezim-rezimnya.

“Rakyat harus bersuara untuk menyampaikan, bahwa kemerdekaan sejati, kedaulatan, dan kemandirian adalah hak rakyat Asia-Afrika tanpa dominasi dan intervensi neo-kolonialisme imperialisme AS,” kata Rudi.

Khusus bagi rakyat Indonesia, FPR menyerukan untuk terlibat aktif mengkampanyekan penolakan atas seluruh kebijakan rezim Jokowi-JK yang sangat tunduk menjalankan kebijakan neo-liberalisme imperialisme AS di Indonesia, yang saat ini sangat menyengsarakan rakyat Indonesia.

FPR sendiri merupakan aliansi multisektoral yang terdiri dari organisasi massa buruh, petani, pemuda-mahasiswa, perempuan, Buruh Migran Indonesia (BMI), penggiat hukum dan lingkungan, akademisi, LSM, dan NGO.

Adapun anggota FPR, yakni Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI), Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI), Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (PP-FMN), Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), Eknas Wahana Lingkngan Hidup (Eknas Walhi), dan Wahana Lingkungan Hidup Jabar (Walhi Jabar).

Kemudian, Liga Mahasiswa untuk Demokrasi (LMND), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung, PUSAKA, Sawit Watch, Archipelago Community, dan Gerakan Rakyat Indonesia (GRI).

Selanjutnya, Serikat Pemuda Jakarta (SPJ), Institut Nasional Demokrasi Studi (Indies), PP Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bandung, dan Gerakan Mahasiwsa Kristen Indonesia (GMKI) Bandung.

Sisanya, Front Mahasiswa Demokratik (FMD), Unit Kajian Sosial dan Kemasyarakatan (UKSK) UPI Bandung, Front Mahasiswa Nasional (FMN) Bandung, Laki ’45, Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Jabar, Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Bandung, Institut Perempuan (IP), dan Buruh Migran Indonnesia Saud Arabia (BMISA).


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief


0 Responses to “Politik : FPR Nilai KAA Langgengkan Imperialisme AS”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,060,795 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: