22
Mar
15

Sejarah : Benteng Duurstede, Ambon

 Benteng Belanda Ambon

Mengintip Jejak Sejarah di Benteng Duurstede Ambon Lebih Dekat

Sosial ‘Sunny’ ambon@tele2.se [nasional-list] Ke nasional-list@yahoogroups.com Mar21 pada 9:50 PM http://ambonekspres.com/2015/03/20/mengintip-jejak-sejarah-di-benteng-duurstede-ambon-lebih-dekat/ 20 March, 2015 Pesona Manise

PULAU Saparua adalah sebuah pulau kecil sekaligus sebuah kecamatan yang terletak di dalam wilayah Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Pulau ini juga merupakan sebuah kecamatan yang bernama Kecamatan Saparua , dengan Ibukotanya Saparua. Kota Saparua merupakan sebuah kota kecil yang berkembang pesat dengan berbagai potensi seperti  perdagangan dan pendidikan. Saparua juga  memiliki banyak objek wisata. Mulai dari air terjun maupun objek wisata yang bernilai sejarah, yakni Benteng Duurstede. Zamrud Palijama, peneliti Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Ambon, dalam tulisannya menyatakan sangat tertarik dengan sejarah benteng yang pertama kali dibangun oleh Portugis pada tahun 1676 ini.  Tapi,benteng ini ungkap Palijama, direbut dan dimanfaatkan serta dibangun kembali oleh Gubernur Ambon Mr. N. Schaghen pada tahun 1691. Benteng Duurstede berfungsi sebagai bangunan pertahanan serta pusat pemerintahan VOC selama menguasai wilayah Saparua. Pada 16 Mei 1817, benteng ini diserbu oleh rakyat Saparua dibawah pimpinan Kapitan Pattimura. Seluruh penghuni benteng tewas kecuali putra Residen yang bernama Juan Van Den Berg. Jatuhnya benteng Duurstede ditangan rakyat Maluku mengakibatkan kedudukan VOC di Ambon dan Batavia goncang. Oleh karena itu, VOC memusatkan perhatiannya untuk merebut kembali benteng. Segala usaha telah dilakukan VOC diantarannya adalah mengirim bantuan tentara dan persenjataan perang. Namun demikian, setiap penyerangan tersebut selalu gagal. Situasi ini mendorong VOC bertindak lebih agresif. Gubernur van Middelkoop terpaksa meminta bantuan kepada Raja Ternate dan Tidore. Pada bulan November 1817, VOC mengirimkan armada yang berjumlah 1500 orang atas sumbangan dari Raja Ternate dan Tidore tentunya. Penyerbuan ini dipimpin oleh Komisari Jendral A. A Buyskers. Strategi yang dilakukan oleh Buyskers adalah menguasai pulau-pulau di sekitar Saparua, dan selanjutnya menguasai daerah kekuasaan Pattimura. Strategi tersebut ternyata cukup berhasil. Pattimura beserta pasukannya terdesak ke hutan sagu dan pegunungan, hingga akhirnya Kapitan Pattimura beserta tiga orang panglima berhasil ditangkap. Mereka dijatuhi hukuman mati yang dilaksanakan di benteng Nieuw Victoria. (HIR) __._,_.___ Posted by: “Sunny” <ambon@tele2.se>


0 Responses to “Sejarah : Benteng Duurstede, Ambon”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,063,568 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: