09
Mar
15

Nasionalisme : Mengenang TRI KORO DHARMO 1 (Satu) Abad

 Mengenang TRI KORO DHARMO

Jumat, 06 Maret 2015 – 21:45 WIB

Suara Pembaca:
Mengenang TRI KORO DHARMO

Pada 7 Maret 1915 Tri Koro Dharmo (Tiga Tujuan Mulia) terbentuk di Gedung STOVIA sekarang Museum Kebangkitan Nasional, Kwitang, Jakarta Pusat, prakarsa dari siswa Satiman Wirjosandjojo itu berbasis atas kemuliaan : 1) Mengabdi pada tanah air berdasar cinta; 2) Membangkitkan keikutsertaan masyarakat dengan maksud mempertinggi kebudayaan Jawa seluruhnya; 3) Mempererat persaudaraan diantara suku2 bangsa di Indonesia. Pada 12 Juni 1918 Tri Koro Dharmo berganti jadi Jong Java.

Manifesto Politik Perhimpunan Indonesia di Belanda memantik pembentukan penggerak mula Kongres Pemuda Indonesia pada 15 Nopember 1925 oleh para penggiat Jong Java di Indonesische Clubhuis sekarang Gedung Sumpah Pemuda Jl Kramat Raya 106, Jakarta Pusat seperti Soemarto, Soewarso, Mohammad Tabrani ber-sama2 Bahder Djohan, Djamaludin, Sarbaini (Jong Sumatranen Bond), Jan Toule Soulehuwij (Jong Ambon), Sanusi Pane (Jong Bataks Bond), Pelajar Minahasa, Sekar Rukun dan lain-lain.

Dan berujung pada 30 April – 2 Mei 1926 terselenggara Kongres Pemuda I oleh Ketua Mohammad Tabrani (Jong Java), Wakil Ketua Soemarto (Jong java), Sekretaris Djamaluddin Adinegoro (Jong Sumatranen Bond), Bendahara Soewarso (Jong Java), Anggota-anggota Bahder Djohan (Jong Sumatranen Bond), Jan Toule Soulehuwij (Jong Ambon), Paul Pinontoan (Jong Celebes), Achmad Hamami (Sekar Rukun), Sanoesi Pane (Jong Bataks Bond), Sarbaini (Jong Sumatranen Bond).

Adapun nilai2 kemuliaan seperti berawal diusung TRI KORO DHARMO pada 7 Maret 1915 itu yang lalu berbuah kepada Kongres Pemuda II 27-28 Oktober 1928 dan berikrarkan Sumpah Pemuda Indonesia itu patut tetap diteladani dan masih bernilai relevan bagi gerakan kemuliaan dan pemuliaan Persatuan Indonesia (Sila 3 Pancasila) kini dan esok demi kekokohan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk itulah marilah bersama kita renungkan dan usung terus kiat kemuliaan dan pemuliaan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara guna mereduksi perbedaan2 yang berpotensi perpecahan bahkan konflik sosial politik demi tetap utuhnya nilai2 pengamalan Pancasila per Tap MPRRI No XVIiI/1998 dikiprahkan.

Jakarta, 7 Maret 2015

MAPAN – Majelis Adat Pancasila

Pandji R Hadinoto, Nasionalis Pancasila
MAPINDO Majelis Pandu Indonesia
MAPAN Majelis Adat Pancasila
Editor : www.jakarta45.wordpress.com

 

BERITA LAINNYA
Berita Terkini

Sumber Berita: http://www.edisinews.com


http://edisinews.com/berita-mengenang-tri-koro-dharmo.html#ixzz3TsWZMxGr

Advertisements

0 Responses to “Nasionalisme : Mengenang TRI KORO DHARMO 1 (Satu) Abad”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,195,878 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: