26
Jan
15

MiGas : Nasib Harga Minyak Dunia

Nasib Harga Minyak Dunia

Minggu, 25 Januari 2015 – 15:49 WIB

Teheran – Sekjen OPEC dalam statemen terbarunya membela kinerja organisasi negara pengekspor minyak ini yang menolak memangkas pasokan minyaknya. Abdallah El Badri mengklaim OPEC tidak membela sebuah negara tertentu dalam menjalankan kebijakannya selama ini. CNN melaporkan, El Badri hari Sabtu (25/1), mengungkapkan bahwa keputusan OPEC tidak menyerang maupun membela pihak manapun, termasuk industri minyak Shell maupun Rusia. Menurutnya, masalah ini sepenuhnya ekonomi. Tidak hanya itu, ia juga mengkritik kinerja negara-negara Non-OPEC yang memproduksi minyak dengan biaya tinggi, dan mereka tidak menyadari keputusan OPEC menolak memangkas produksi minyaknya.

Terkait pernyataan El Badri tersebut, laporan CNN menunjukkan bahwa dinamika harga minyak di pasar dunia saat ini sebagai batu ujian negara-negara anggota OPEC terhadap negara Non-OPEC, seperti Rusia, Norwegia, bahkan AS. OPEC dengan anggota 12 negara pengekspor minyak, menguasai 85 persen cadangan minyak dunia, dan kebanyakan dikuasai oleh negara-negara kawasan Timur Tengah. Empat negara Arab pengekspor minyak anggota OPEC, terutama Arab Saudi cenderung untuk tidak mengurangi pasokan minyaknya.

Selama beberapa bulan terakhir harga minyak mentah di pasar dunia mengalami penurunan tajam. Sejak juni lalu hingga kini, harga minyak di pasar global terpuruk hingga 60 persen. Penurunan drastis harga minyak menjadi masalah besar. Meskipun Sekjen OPEC menilai anjloknya harga minyak dunia sebagai masalah murni ekonomi, tapi analis energi menilainya berbeda.Menurut mereka ada motif politik yang bermain di balik penurunan drastis harga minyak di pasar dunia. Analis ekonomi energi menilai anjloknya harga minyak global dipicu oleh kelebihan penawaran minyak mentah yang dipasok oleh sejumlah negara pengekspor minyak.

Tampaknya, motif politik sejumlah negara Barat dan Arab dengan kepentingan tertentu memainkan peran besar merusak keseimbangan harga di pasar global. Mereka melancarkan konspirasi dengan menggenjot penawaran lebih besar dari permintaan minyak global. Akibatnya, harga minyak terus merosot hingga menembus harga di bawah 50 dolar perbarel.Analis politik menilai aksi kolektif yang dipimpin AS dan Arab Saudi menambah pasokan minyak di pasar global bertujuan politik untuk menekan sejumlah negara seperti Iran dan Rusia.

Anjloknya harga minyak di pasar global menimbulkan kerugian besar bagi negara-negara produsen minyak dunia. Bahkan, Presiden Bolivia, Evo Morales menyebutnya sebagai perang ekonomi untuk menyerang negara lain, termasuk, Rusia dan Venezuela.Perusahaan minyak raksasa dunia seperti BP, Shell dan Canoco mengurangi kegiatannya selama enam bulan lalu.

Sejatinya, jika laju penurunan harga minyak terus berlanjut, diprediksi akan menimbulkan masalah besar ke depan. Meskipun konsumen minyak saat ini menikmati harga minyak yang murah, tapi jika kondisi anjloknya harga minyak terus berlanjut, maka mereka akan menghadapi kelangkaan minyak, karena produsen mengalami masalah dalam produksi emas hitam ini. (irib.ir)

 

BERITA LAINNYA

0 Responses to “MiGas : Nasib Harga Minyak Dunia”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,062,175 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: