01
Jan
15

PANDU INDONESIA : Kejuangan 45 Pandu Rakyat Indonesia 28 Desember 1945

Logo Pandu IndonesiaKejuangan 45 Pandu Rakyat Indonesia

Rabu, 31 Desember 2014 – 10:12 WIB

Suara Pembaca:
Kejuangan 45 Pandu Rakyat Indonesia

Menyusul seruan Piagam Karakter Pandu Indonesia 27 Desember 2014 [http://m.edisinews.com/berita-piagam-karakter-pandu-indonesia.html], maka pada 28 Desember 2014 yang lalu, alumni-alumni Pandu Rakyat Indonesia merayakan hari lahirnya yang ke 69 tahun di Ruang Serba Guna Rumah Sakit Jakarta, sekaligus mengajak rakyat Indonesia bertahun baru 2015 dengan menyegarkan kembali semangat kerakyatan dan kebangsaan Indonesia.

Pembentukan Pandu Rakyat Indonesia pada 28 Desember 1945 itu dengan atribut kerakyatan dan kebangsaan itu tampaknya senada saja dengan semangat kerakyatan dan kebangsaan seperti Badan Keamanan Rakyat yang terbentuk pada 23 Agustus 1945 dan kemudian menjadi Tentara Rakyat Indonesia, lalu Tentara Republik Indonesia selanjutnya Tentara Nasional Indonesia sampai sekarang.

Terpilihnya tanggal 28 Desember 1945 itu diyakini terkait dengan tanggal 28 Oktober 1928 merujuk syair “Pandoe Iboekoe” pada lagu kebangsaan “Indonesia Raja” ciptaan komponis WR Soepratman yang kini telah didapuk sebagai Pahlawan Nasional dan bermakam di Kenjeran, Surabaya.

Pembentukan Pandu Rakyat Indonesia pada 28 Desember 1945 itu bertepatan dengan pasca the battle of Soerabaja Oktober 1945 sampai dengan Desember 1945, bersuasana batin Jiwa Semangat Nilai-nilai 45, diyakini berkerangka ketahanan bangsa, bela negara dan kawal Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 serta kokohkan kiprah  konstitusi Undang Undang Dasar 18 Agustus 1945.

Pembentukan itu ditandai “Janji Ikatan Sakti” yakni 1) Melebur segenap Perkumpulan Kepanduan Indonesia dan dijadikan satu organisasi Kepanduan : Pandu Rakyat Indonesia, 2) Tidak akan menghidupkan lagi kepanduan yang lama, 3) Tanggal 28 Desember diakui sebagai Hari Pandu bagi seluruh Indonesia, 4) Mengganti setangan leher yang beraneka warna dengan warna Hitam.

Sejarah kemudian membuktikan bahwa berselang 5 (lima) tahun pertama, kinerja Pandu Rakyat Indonesia dikenali sebagai Pandu Pancasilais dimana menginduk dan bernaung banyak organisasi-organisasi kepanduan lokal.

Keterlibatan anggota-anggota Pandu Rakyat Indonesia dalam Perang Kemerdekaan 1945-1949 ditandai signifikan seperti dalam bina teritorial misal peringatan 17 Agustus 1948 di Pegangsaan 56 Jakarta yang mengundang aksi Polisi Militer Belanda dan berdampak korban Pandu Indonesia tewas yaitu Soeprapto, serta sumber daya manusia Kejuangan 45.

Oleh karena itulah Pandu Rakyat Indonesia layak berkehormatan juga sebagai pelaku proaktif Kejuangan 45.

Jakarta, 1 Januari 2015
Pandji R Hadinoto
Anggota Badan Pembudayaan Kejuangan 45 dan eks anggota Pandu Rakyat Indonesia

Pandji R Hadinoto, BaMus NasPan45
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia
PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia
PKP17845 – Poros Koalisi Proklamasi 17845
Editor www.jakarta45.wordpress.com

 

BERITA LAINNYA
Berita Terkini
Kamis, 01 Januari 2015 18:39 WIB
Ekspor Non Migas Iran Melonjak
Kamis, 01 Januari 2015 17:48 WIB
Enam Bulan, Jokowi Harus Evaluasi Kinerja Menteri
Kamis, 01 Januari 2015 16:05 WIB
Harga BBM Turun, Kok Tarif Bus Ogah Ikutan Turun
Kamis, 01 Januari 2015 15:26 WIB
Fosil `Kingkong Jawa` Ditemukan di Tegal
Kamis, 01 Januari 2015 14:53 WIB
Alat Batu di Turki Ungkap Migrasi Manusia Purba
Rabu, 31 Desember 2014 23:14 WIB
Wagerup Klarifikasi Rumor Zlatan Ibrahimovic
Rabu, 31 Desember 2014 22:06 WIB
Harga Baru BBM, YLKI Minta Harga Dievaluasi
Rabu, 31 Desember 2014 21:27 WIB
Gareth Bale Tak Akan Hengkang dari Real Madrid

Sumber Berita: http://www.edisinews.com

http://edisinews.com/berita-kejuangan-45-pandu-rakyat-indonesia.html#ixzz3NZjXzQeT

Logo Pandu Indonesia

Piagam Karakter Pandu Indonesia

Jumat, 26 Desember 2014 – 13:49 WIB

Dr Ir Pandji R Hadinoto MH

Suara Pembaca:
Piagam Karakter Pandu Indonesia

Kini saat 65 tahun pengukuhan kedaulatan Indonesia 27 Desember 1949, semakin disadari akan pentingnya kiprah Peradaban Kepulauan ber Wawasan Nusantara per Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957 dan kesepahaman bahwa syair lagu kebangsaan “Indonesia Raja 28 Oktober 1928” khususnya “Pandoe Iboekoe” melekat cita patriotisme dan tafsir-tafsir harfiah sebagai berikut :

1) “Pandoe” yang sebenarnya bermakna Pemula (Pengerak Mula), Perintis/Pelopor, dan Penuntun/Penyuluh yang intinya adalah Penunjuk/Penggembala Jalan Lurus bagi anak bangsa;

2) “Iboekoe” yang sebetulnya bermakna Tanah Air dalam konteks Ibu Pertiwi;
dimana kedua tafsir itu diyakini telah turut serta “menghantarkan” ke Proklamasi Indonesia Merdeka 17845, maka Piagam Karakter Pandu Indonesia ini ditujukan bagi perkuatan bina bangsa dan karakter ke-Indonesia-an guna ikut “menghantarkan” ke Indonesia Jaya 2045 (di saat 100 tahun Indonesia Merdeka 17845) berstrategi tatanilai “Tri Politika Indonesia Jaya 2045″ :

1) Politik TRIKESRA Kesejahteraan Rakyat
berdasar potensi yang sejatinya dimiliki Indonesia yaitu a) Kelautan/Kemaritiman, b) Pangan Lokal, c) Energi Terbarukan,

2) Politik TRIKARYA yakni (a) Peningkatan Kecerdasan, (b) Pengentasan Kemiskinan, (c) Penegakan Kedaulatan Rakyat,

3) Politik TRICITA Kenegaraan yaitu a) Indonesia Mulia (2015-2025), b) Indonesia Bermartabat (2025-2035), c) Indonesia Sejahtera Lahir Batin (2035-2045)

Dan selaku Pandu Indonesia baik nalariah maupun nuraniah, berhak dan berkewajiban budayakan selalu politik harmonisasi TRISTRATEGI bagi Bina Mental Kearifan Negarawan Kerakyatan yakni :

(1) TRISAKTI yakni (a) Politik Berdaulat, (b) Ekonomi Berdikari, (c) Budaya Berkepribadian,
(2) TRIPAKTA atau TRI Politik Anti Korupsi Tanpa Akhir yaitu (a) Tidak Ingkari Janji Konstitusional, (b) Tidak Koruptif terhadap Pancasila & Pembukaan UUD45, (c) Tidak Korupsi APBN/APBD, Keuangan BUMN/BUMD dan Pajak, serta
(3) TRILOGI 17845 yaitu (a) 17 butir Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 / Roh Indonesia Merdeka, (b) 8 butir Kepemimpinan Hastabrata, (c) 45 butir Pengamalan Pancasila Tap MPRRI No XVIII/1998.

Praktek2 Hukum Negara, kerja lembaga2 tinggi negara dan lembaga2 negara/daerah prakarsa dan kiprah Pandu-pandu Indonesia Sejati oleh karenanya perlu senantiasa lakukan Tri Politika Indonesia Jaya 2045 dan Politik TriStrategi agar senantiasa berdaya guna optimal dalam praktek2 kenegaraan bagi kemashalatan masyarakat dan ketahanan bangsa.

Sejarah bangsa mencatat bahwa istilah Pandu lahir berlatar nasionalisme digagas KH Agus Salim tahun 1928 saat Kongres SIAP (Serikat Islam Afdeling Padvinderij 1926) di Banjarnegara, Banyumas, Jawa Tengah, saat pemerintah kolonialis Hindia Belanda batasi gerak Padvinder Nasionalistik, dan riwayat kiprah lembaga kepanduan Indonesia antara lain :

1) Persaudaraan Antara Pandu Indonesia (PAPI) terbentuk 23 Mei 1928;

2) Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) terbentuk 13 September 1930 pasca dikumandangkannya lagu kebangsaan “Indonesia Raja 28 Oktober 1928”

3) Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) terbentuk April 1938 yang berkinerja Perkemahan Kepanduan Indonesia Umum (PERKINO), Jogjakarta 19-23 Juli 1941;

4) Pandu Rakyat Indonesia (PRI) terbentuk pada 28 Desember 1945 saat Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia, Surakarta, 27-29 Desember 1945, dalam suasana batin Jiwa Semangat Nilai-nilai 45, dikuatkan “Janji Ikatan Sakti” dan dikukuhkan SK Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No 93/Bag.A, 1 Pebruari 1947;

5) Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) berdiri 12 September 1951, penyelenggara Jambore Nasional, Ragunan, Pasar Minggu, 20 Agustus 1955;

6) Persatuan Kepanduan Putri Indonesia (PKPI) dan Perhimpunan Organisasi Pandu Putri Indonesia (POPPINDO) terbentuk 1954, berkinerja perkemahan Desa Semanggi, Ciputat, 1959;

7) Persatuan Kepanduan Indonesia (PERKINDO), wadah federatif organisasi2 kepanduan;

8) Gerakan Praja Muda Karana (PRAMUKA) terbentuk per KepPres RI No 238/1961, 20 Mei 1961, peresmian 14 Agustus 1961.

Karakter Pandu Indonesia yang telah teruji ikut bekali pergerakan nasional dan bela negara ini adalah tatanilai kearifan lokal dan jatidiri kejuangan bangsa yang bijak terus dikobarkan guna pembangunan Indonesia Merdeka 17845 kiprahkan Pembukaan UUD 1945, sekaligus perkuat peta jalan Revolusi Mental Kebangsaan Indonesia. Oleh karena itu kini saat strategis mantapkan kedaulatan Karakter Pandu Indonesia ditengah arus kuat regionalisasi (MEA 2015) bahkan globalisasi.

Jakarta, 27 Desember 2014
PokJa/Tim7 Pandu Indonesia (PanIndo):
1.Pandji R Hadinoto [PRI 1959-1961, Pramuka 1961-1967]
2.Ine Regina Murweni Oesman [PRI 1950-1960]
3.Royono Murad [Pramuka 1961-1967]
4.Pudjiono [KBI 1951-1961]
5.Sri Chandra Yasmina [Pramuka 1963-1966]
6.Driarbaningsih Soeleiman [PRI 1954-1960]
7.Bambang Soesijanto [Pramuka 1963-1968]
Pandji R Hadinoto, BaMus NasPan45
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia
PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia
PKP17845 – Poros Koalisi Proklamasi 17845
Editor www.jakarta45.wordpress.com

 

BERITA LAINNYA

0 Responses to “PANDU INDONESIA : Kejuangan 45 Pandu Rakyat Indonesia 28 Desember 1945”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,060,795 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: