01
Jan
15

AIRASIA : Sonar KRI Bung Tomo Tangkap Badan Pesawat Dikedalaman 30 meter

Pesawat AirAsia QZ8501.
Rabu, 31/12/2014 16:51 WIB

Sonar KRI Bung Tomo Tangkap Badan Pesawat AirAsia di Kedalaman 30 Meter

Nur Khafifah – detikNews

Jakarta – Sonar KRI Bung Tomo menangkap badan pesawat AirAsia. Sonar itu berada di kedalaman air 30 meter. Lokasinya tak jauh berada di sekitar jenazah dan serpihan AirAsia yang mengambang di sekitar perairan Pangkalan Bun.

Seperti disampaikan Komandan Gugus Keamanan Laut Barat (Danguskamlabar) yang bertugas sebagai Komandan SAR Laut, Laksma Abdul Rasyid di atas KRI Banda Aceh kepada wartawan, Rabu (31/12/2014). Pada Selasa (30/12) pukul 20.35 WIB, KRI Bung Tomo menemukan kontak sonar.

“Diduga bangkai kapal AirAsia, di lokasi dekat dengan penemuan mayat,” jelas Abdul Rasyid.

KRI Banda Aceh juga sempat merapat ke sekitar lokasi, namun karena cuaca tak memungkinkan hanya melakukan pemantauan. Kini di lokasi di sekitar benda diduga bangkai kapal, KRI Banda Aceh lego jangkar.

“Berjarak sekitar 2 mile dari sini,” ujar dia.

Baca Juga

 

 

Tokoh Adat Dilibatkan Cari Air Asia di Alam Gaib

Selasa, 30 Desember 2014, 16:28 WIB

Komentar : 41
Theepochtimes
Pesawat AirAsia QZ8501.

Pesawat AirAsia QZ8501.

REPUBLIKA.CO.ID, MANGGAR — Sebelum Air Asia ditemukan, upaya pencarian dilakukan juga dengan melibatkan puluhan tokoh.

“Kami diundang untuk membantu melihat secara gaib keberadaan pesawat tersebut dan hasil penglihatan kami bahwa pesawat itu tenggelam di antara Pulau Long dan Nangka,” kata Ketua Adat Belitung Timur Mohammad Sai di Manggar, Selasa (30/12).

Pantauan Antara di Manggar, pada Senin (29/12), puluhan petinggi adat dari sejumlah desa dikumpulkan di rumah dinas Bupati Belitung Timur untuk melihat secara gaib keberadaan pesawat yang hilang kontak tersebut. Para tokoh adat itu berasal dari berbagai elemen dan unsur yaitu unsur air, angin, api, laut dan darat melakukan ritual dan doa bersama untuk mendapatkan petunjuk dari sang pencipta.

“Hasil penglihatan saya bahwa pesawat tersebut disambar induk kilat dan petir, pesawat itu hancur dan tenggelam di laut,” pendapatnya.

Dia menyatakan, untuk melihat keberadaan pesawat itu hanya meminta petunjuk dari Allah SWT bukan bersekutu dengan jin dan setan. “Kami berkumpul bukan melakukan ritual yang mengarah kepada sirik, tetapi hanya memadukan kemampuan tokoh adat secara gaib dengan kekuatan doa bersama agar diberi petunjuk keberadaan pesawat itu,” ujarnya.

Ia mengatakan, upaya tersebut hanya bentuk bantuan kepada Tim SAR yang mungkin bisa dijadikan informasi untuk mencari titik hilangnya pesawat AirAsia. “Berbagai upaya dilakukan untuk mencari titik hilang kontak pesawat dan cara kami adalah dengan melakukan doa bersama untuk mendapatkan petunjuk dari penguasa langit dan bumi terkait keberadaan pesawat itu,” ujarnya.

TOP LIMA
Terpopuler

Kamis, 01 Januari 2015 , 06:55:00

Pengakuan Pilot: Peralatan Usang, Andalkan Laporan Radio

 

Pengakuan Pilot: Peralatan Usang, Andalkan Laporan Radio. Tampak Tim Pencarian AirAsia QZ8501. Foto Jawa Pos/JPNN.com
Pengakuan Pilot: Peralatan Usang, Andalkan Laporan Radio. Tampak Tim Pencarian AirAsia QZ8501. Foto Jawa Pos/JPNN.com

Demi mempertahankan pesawat tetap menerbangi koridor penerbangan pada jarak yang aman satu sama lain, ATC di Indonesia memberlakukan pemisahan prosedur dengan memanfaatkan laporan radio dari para pilot untuk menghitung posisi satu pesawat relatif terhadap posisi pesawat lainnya.

Prosedur itu menghabiskan waktu lebih lama ketimbang menggunakan radar canggih yang dioperasikan Singapura dan di mana pun di dunia, yang memungkinkan petugas ATC bisa dengan cepat memanfaatkan data radar yang dikirim balik dari semua pesawat yang berada di area terbang.

Kurangnya perlengkapan terkini dan kondisi cuaca yang tidak stabil ini pernah dikeluhkan para pilot dan pakar penerbangan ketika Boeing 737 Lion Air jatuh pada 2013 di Bali. Saat itu pilot melaporkan bahwa pesawatnya telah ditarik angin ke bawah ke laut yang jaraknya beberapa meter dari landas pacu.

Itu dianggap contoh klasik dari geseran angin yang adalah perubahan tiba-tiba pada kecepatan dan arah angin. Bandara-bandara di pulau-pulau terkenal di Asia Tenggara seperti Bali, Koh Samui, Langkawi dan Cebu, tidak memiliki perangkat pendeteksi geseran angin di darat yang sebenarnya membantu pilot saat mendarat dan tinggal landas.

Para pilot mengaku keputusan-keputusan sulit kerap muncul dari pengalaman.

“Menurut saya, jika saya tak mendapatkan izin (mengubah arah terbang) dan saat bersamaan ada cuaca buruk di depan, saya akan menyampingkan saja pesawat itu, baru setelahnya berurusan dengan pihak berwenang,” kata seorang mantan pilot SIA lainnya yang kini menjadi pilot pada maskapai Gulf. (indopos/reuters/jpnn)


0 Responses to “AIRASIA : Sonar KRI Bung Tomo Tangkap Badan Pesawat Dikedalaman 30 meter”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,062,175 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: