24
Nov
14

Maritim : Kawasan Pesisir Kunci Restorasi Ekonomi Maritim

On 11/22/2014 11:23 PM, Awind wrote:

images IMO

http://www.gatra.com/ekonomi-1/98824-kawasan-pesisir-kunci-restorasi-ekonomi-maritim.html

Kawasan Pesisir Kunci Restorasi Ekonomi Maritim

  • Print
  • Email
Created on Friday, 21 November 2014 22:38
Pembangunan Pelabuhan Kapal Nelayan di Ulee Lheue, NAD             (ANTARA/Ampelsa)

Pembangunan Pelabuhan Kapal Nelayan di Ulee Lheue, NAD (ANTARA/Ampelsa)

Jakarta, GATRAnews – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kemampuan tata kelola sumber daya pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil. Sebab, kawasan pesisir, laut dan pulau kecil memiliki posisi vital sebagai mesin pertumbuhan (engine of growth) ekonomi maritim.

Sejalan dengan itu, KKP terus konsisten dalam optimalisasi perencanaan pengelolaan laut dan pesisir secara terpadu dan berbasis daya dukung lingkungan. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan dirinya yakin bahwa melalui tata kelola wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil secara terintegrasi dan mengutamakan kepentingan nasional akan mampu menghantarkan Indonesia merengkuh kejayaan maritim.

“Sudah saatnya marwah maritim diwujudkan dengan tidak membiarkan pihak asing leluasa menangkap ikan dan memanfaatkan sumber daya pesisir, kelautan dan pulau-pulau kecil kita. Tidak ada kata terlambat untuk meminimalkan bahkan meniadakan kerugian yang sangat besar, akibat praktek-praktek ilegal tersebut,” kata Susi dalam siaran persnya yang diterima GATRAnews, Kamis (21/11).

Pasalnya lanjut Susi, ekosistem dan sumber daya alam pesisir bersifat rentan terhadap perubahan sehingga mudah mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut dapat diakibatkan oleh adanya interaksi antara faktor eksternal dan internal.

Jika kerentanan wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil tidak dipertimbangkan dalam pengelolaannya, maka akan muncul konflik antara kepentingan dalam pemanfaatan sumber daya alam untuk pemenuhan kebutuhan hidup dan pembangunan ekonomi jangka pendek dengan kebutuhan generasi akan datang.

Sebagai gambaran, wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil memiliki beberapa keunikan dengan beragam fungsi. Pertama, sebagai ekosistem yang kompleks, dinamis dan mudah mengalami kerusakan/rentan (vulnerable) apabila dimanfaatkan manusia.

Kedua, kawasan pesisir sebagai penyedia sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk berbagai kepentingan (multiple use), sehingga berpotensi menimbulkan konflik. Dan terakhir, sebagai kawasan pemanfaatan dimana masih berlaku regim akses terbuka (open access), dan adanya anggapan sumberdaya milik bersama (common property resources).


Penulis: Didi Kurniawan
Editor: Nur Hidayat

boat-sail-logo (27)

On 11/22/2014 11:14 PM, Awind wrote:

http://www.antaranews.com/berita/465667/menteri-susi-cegah-eksploitasi-asing-kembalikan-marwah-maritim

Menteri Susi: Cegah eksploitasi asing,

kembalikan marwah maritim

Sabtu, 22 November 2014 16:27 WIB | 4.411 Views
Pewarta: Muhammad Razi Rahman
Menteri             Susi: Cegah eksploitasi asing, kembalikan marwah maritim

Susi Pudjiastuti. (ANTARA/Fanny Octavianus)
Jakarta (ANTARA News) – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, eksploitasi asing berupa pencurian terhadap sumber daya perikanan di kawasan perairan Indonesia harus dicegah dan ditangkal guna mengembalikan marwah maritim.”Sudah saatnya marwah maritim diwujudkan dengan tidak membiarkan pihak asing leluasa menangkap ikan dan memanfaatkan sumber daya pesisir, kelautan, dan pulau-pulau kecil kita,” katanya melalui siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Sabtu.Menurut Susi, tidak ada kata terlambat untuk meminimalkan, bahkan meniadakan kerugian yang sangat besar akibat beragam praktek ilegal yang dilakukan pihak asing tersebut.Pasalnya, menurut dia, ekosistem dan sumber daya alam pesisir bersifat rentan terhadap perubahan sehingga mudah mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut dapat diakibatkan oleh adanya interaksi antara faktor eksternal dan internal.

Jika kerentanan wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil tidak dipertimbangkan dalam pengelolaannya, Susi menilai, maka dicemaskan akan muncul konflik antara kepentingan dalam pemanfaatan sumber daya alam untuk pemenuhan kebutuhan hidup dan pembangunan ekonomi jangka pendek dengan kebutuhan generasi mendatang.

Pemeintah Indonesia telah menangkap manusia perahu di kawasan perbatasan Derawan, Kalimantan Timur, yang diduga terlibat pula dalam pencurian ikan di kawasan perairan Indonesia yang juga merugikan perekonomian nasional.

“Itu tidak bisa dibilang sebagai nelayan kecil,” katanya saat jumpa pers di KKP, Jumat (21/11).

Dalam operasi bersama atau gabungan apara yang dilakukan pada 17-21 November 2014, ditemukan sebanyak 435 manusia perahu yang diperkirakan berasal dari luar negeri yang menggunakan 132 perahu (59 perahu kayu dan 73 sampan).

Susi memaparkan, kapal yang dimiliki oleh para manusia perahu itu adalah sebesar 10 hingga 15 gross tonnage (GT) atau rata-rata lebih besar daripada kapal nelayan Indonesia asli Berau, yang rata-rata 5 GT.

Ada dugaan, dikatakannya, tangkapan ikan yang dibawa oleh manusia perahu itu akan dijual kepada kapal besar yang menunggu di perbatasan laut RI.

Ia mengemukakan bahwa kapal-kapal asing yang berukuran ratusan gross tonnage itu berani berbuat hal demikian karena diperkirakan tidak diketahui oleh pihak aparat Indonesia.

“Kita bisa melihat apa yang orang lain lakukan, tetapi kita tidak punya kemampuan untuk menangkap mereka semua,” katanya.

Oleh karena itu, Susi menambahkan, untuk urusan manusia perahu itu akan dikoordinasikan secara lintas kementerian, seperti dengan pihak Kementerian Luar Negeri karena pelakunya menyangkut warga negara asing (WNA).

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2014

Posted by: Awind <j.gedearka@upcmail.nl>
 can-stock-photo_csp17923787

Daftar Gebrakan Susi Sebulan Jadi Menteri

TEMPO.CO, Jakarta – Sejak dilantik menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan pada 27 Oktober lalu, Susi Pudjiastuti sudah mencuri perhatian masyarakat. Kepada Tempo, Susi mengaku Presiden Jokowi sempat melontarkan maksud penunjukannya. (Baca: Kata Susi, Ini Kebodohan Indonesia di Sektor Laut)

Susi menceritakan, saat itu Jokowi mengatakan, “Ibu Susi, negeri ini perlu orang gila.” Mendengar itu, Susi menjawab, “ya, Bapak mendapat orang gila.” Hasilnya belum sampai sebulan Susi sudah langsung tancap gas. Berikut daftar gebrakan Menteri Susi:

Moratorium Izin Kapal

Susi mengeluarkan moratorium izin kapal berukuran 30 gross ton (GT) atau lebih untuk membantu nelayan dan menjaga pencurian ikan dari kapal asing. Tidak lama, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly sudah menandatangani peraturan yang dibuat Menteri Susi tentang moratorium izin kapal 30 gross ton (GT). “Ini kabar bagus. Akhirnya tak perlu tunggu dua tahun!” kata Susi kepada Tempo Kamis, 6 November 2014. (Baca: Menteri Susi Suka Motret Pencurian Kayu dan Ikan)

Menghapus Pungutan Kapal Nelayan

Menteri Susi mencoba membebaskan nelayan dari berbagai pungutan, mulai izin prinsip, pajak pertambahan nilai, pajak impor mesin, hingga pungutan masuk pasar. “Ikan masih di pelelangan saja, nelayan sudah kena pungutan 40 persen. Mana bunga kreditnya (bank) tinggi sampai 12 persen,” kata Susi. Dia mengusulkan pemerintah kabupaten dan kota membebaskan berbagai pungutan kepada nelayan dengan kapal di bawah 10 gross ton. (Baca: Menteri Susi Ternyata Tak Pernah Cek Rekeningnya)

Selanjutnya: Beberkan akses dan password Kementerian Kelautan Perikanan

Membuka Data Kapal Ikan

Melalui situs Kementerian, Menteri Susi membuka akses masyarakat mengetahui data kapal ikan yang mendapatkan izin di Indonesia. Tindakan ini supaya masyarakat mengetahui bila terjadi pencurian ikan atau ada kapal yang menyalahi aturan. (Baca: Ada Apa Menteri Susi dengan Tommy Winata?)

Tidak tanggung-tanggung Menteri Susi memberikan hak akses user: kkpindonesia dan password: goodgovernance di situs http://www.integrasi.djpt.kkp.go.id/webperizinan/. Di situs itu terdapat 4.964 kapal ikan yang sudah mendapat izin dari KKP. Juga tercantum nama perusahaan pemilik kapal tersebut. (Baca: Susi Paling Disukai Netizen di Situs Kawalmenteri)

Memimpin Penangkapan Kapal Pencuri Ikan

Ketika melakukan kunjungan kerja di pulau Derawan, Berau, Kalimantan Timur, Susi mendapati laporan seringnya kapal asing melakukan pencurian. Susi langsung menggelar rapat bersama TNI Angkatan Laut, Kepolisian, dan Bupati Berau untuk menangkap kapal asing tersebut. (Baca: Menteri Susi Disemprot Nelayan)

Operasi yang dirancang dini hari itu hanya berhasil menangkap empat kapal saja. Kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Susi menjelaskan penyebab hanya sedikit yang ditangkap. “Bensinnya habis, Pak.” (Baca: Menteri Susi: Saya Beruntung DPR Kisruh)

Lima hari kemudian, anak buah menteri Susi berhasil menangkap lebih banyak kapal pencuri ikan. Kali ini di laut Natuna, Kepulauan Riau berhasil ditangkap lebih dari lima kapal berisi 61 anak buah kapal berkewarganegaraan asing. (Baca: Dipanggil Jokowi, Susi Memetik Anggur Lalu Lari)

Selanjutnya: Susi Tenggelamkan Kapal

Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan

Menteri Susi lagi-lagi melontarkan ide gilanya. Susi mengaku siap menenggelamkan kapal pencuri ikan. Menteri Susi mengaku geram dengan aktivitas pencurian ikan. Susi siap mengerahkan pesawat Susi Air miliknya untuk mengebom kapal asing itu satu per satu. “Asalkan Presiden kasih perintah, saya lakukan dengan senang hati,” ujar Susi kepada Tempo. (Baca: Soal Biaya Bongkar Muat, Susi: Mahalan Rokok Saya!)

Esoknya ketika bertemu Presiden Joko Widodo, idenya justru didukung. “Sudahlah nggak usah tangkap-tangkap, langsung tenggelamkan. Tenggelamkan 100 kapal biar nanti yang lain mikir,” kata Jokowi. (Baca: Cara Menteri Susi Relaksasi)

Meskipun ditentang Menkopulhukan, ide Susi justru dibenarkan Undang-undang. “Berdasarkan Pasal 69 UU Perikanan Nomor 45 Tahun 2009, dalam kondisi tertentu diperbolehkan memusnahkan kapal asing ilegal apabila ditemukan bukti awal yang kuat,” kata Mantan Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Adji Sularso. (Baca juga: Susi Berkeras, Pilot Memelas)

EVAN | PDAT (Sumber Diolah Tempo)

Topik terhangat:

BBM Naik | Ritual Seks Kemukus | Banjir Jakarta | Susi Pudjiastuti

Berita terpopuler lainnya:

Ahok ‘Tebus Dosa’ ke Ridwan Kamil Rp 125 Juta 

Jean Alter: Sri Wahyuni Saya Cekik Sampai Mati 

Indonesia Juara MTQ Internasional di Mekah

Advertisements

0 Responses to “Maritim : Kawasan Pesisir Kunci Restorasi Ekonomi Maritim”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,223,246 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: