23
Nov
14

Kenegarawanan : Blusukan Struktural Presidensiil

Blusukan Struktural Presidensiil

Minggu, 23 November 2014 – 10:34 WIB

Suara Pembaca:
Blusukan Struktural Presidensiil

Sebuah situs berita online mengungkapkan, Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah gagal mengamankan kebutuhan dasar rakyat sebelum memutuskan kenaikan harga bakar minyak (BBM) bersubsidi. Harga aneka komoditi kebutuhan pokok rakyat bahkan telah melambung sebelum harga baru BBM bersubsidi diberlakukan sejak Selasa (18/11), sehingga Jokowi dinilai juga tidak berkeadilan karena memindahkan beban fiskal pemerintahannya ke pundak rakyat.

Apabila benar hipotesa seperti opini tersebut, maka penyeimbangnya seharusnya antara lain adalah keputusan Presidensiil untuk mengalihkan pusat kerja statis dari Istana ke pusat2 kerja dinamis ke gedung-gedung Kementerian Kabinet Kerja. Pola ini selaras dengan tradisi kerja blusukan yang terbukti bermanfaat di era kepemimpinan JokoWi di gubernuran DKI Jakarta dan kewalikotaan Solo.

Pola kerja blusukan dinamis Presidensiil ini bisa juga berdampak sampingan lain seperti (1) menghemat anggaran Presidensiil melalui pengalihan fungsi konsumtif Istana Negara & Merdeka jadi berfungsi produktif semisal Balai Sidang Rakyat yang disewakan layaknya fasilitas konvensi publik seperti juga JCC, Balai Sudirman dan lain sebagainya.  (2) memacu kinerja kementerian kerja lebih keras karena Presiden bisa blusukan ke organ-organ seperti Direktorat Jenderal, Direktorat, Sub Direktorat, Seksi dan seterusnya.

Kalau saja tiap kementerian mendapat jatah seminggu maka masih tersisa 52 – 34 = 18 minggu setahun untuk blusukan ke 2 (dua) propinsi tiap minggu.

Kepemimpinan blusukan dinamis ini layak dikembangkan selain didukung gaya JokoWi juga karena dukungan teknologi informasi yang memang sudah tergenggam di tangan.

Mobilitas Presidensiil ini cukup didukung kesekretariatan negara, WaPres di Merdeka Selatan plus kesekjenan di kementerian2, selain itu paripurna kabinet kerja bisa saja diadakan di gedung Pancasila, Pejambon, sekaligus penguatan marwah Pancasila.

Semoga pola blusukan struktural dinamis ini dapat pula menyumbangkan peningkatan produktifitas bagi ekonomi kesejahteran pro kerakyatan.

Jakarta, 23 Nopember 2014

Pandji R Hadinoto, Nasionalis Pancasila 45
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia
PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia
PKP17845 – Poros Kenegarawanan Proklamasi 17845
Editor www.jakarta45.wordpress.com

 

BERITA LAINNYA

0 Responses to “Kenegarawanan : Blusukan Struktural Presidensiil”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,063,568 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: