16
Nov
14

Presidensiil : Pidato JokoWi, KTT G-20, Brisbane, 15 Nop 2014

http://news.detik.com/read/2014/11/15/220156/2749410/10/2/ini-pidato-lengkap-jokowi-di-ktt-g-20

Sabtu, 15/11/2014 22:01 WIB

Laporan dari Brisbane

Ini Pidato Lengkap Jokowi di KTT G-20

*Rachmadin Ismail* – detikNews
Halaman 1 dari 4

foto : CahyoBruri Sasmito/Setpres
Jokowi ke Luar Negeri
<http://news.detik.com/indeksfokus/2343/jokowi-ke-luar-negeri?ndt992204lblartikel>
*Jakarta* – Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato perdananya di
hadapan 19 pemimpin negara maju dan Uni Eropa dalam forum G-20. Jokowi
bicara soal reformasi birokrasi dan berbagai program prioritasnya ke depan.

Pidato Jokowi berlangsung selama 6 menit dalam rapat pleno yang tertutup
untuk media, Sabtu (15/11/2014) di BCEC, Brisbane, Australia. Jokowi
didampingi oleh Mahendra Siregar selaku pemangku kepentingan dalam forum
tersebut.

Berikut pidato lengkapnya seperti yang disampaikan transkripnya oleh
Mahendra dan Seskab Andi Widjajanto:

INTERVENSI
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

SESI RETREAT
“TANTANGAN PELAKSANAAN REFORMASI EKONOMI”

PERTEMUAN TINGKAT TINGGI G20
BRISBANE, AUSTRALIA

SABTU, 15 NOVEMBER 2014

Sabtu, 15/11/2014 22:01 WIB

Laporan dari Brisbane

Ini Pidato Lengkap Jokowi di KTT G-20

*Rachmadin Ismail* – detikNews
Halaman 2 dari 4
Jokowi ke Luar Negeri
<http://news.detik.com/indeksfokus/2343/jokowi-ke-luar-negeri?ndt992204lblartikel>
Bapak Pimpinan Sidang,

Saya baru memulai tugas menjadi Presiden Indonesia kurang dari satu
bulan lalu. Keikutsertaan saya yang pertama dalam forum Leaders G20 ini
ingin saya manfaatkan untuk memperkenalkan diri, sekaligus berbagi
pengalaman dan visi kami tentang langkah-langkah reformasi untuk
mengatasi perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Tahun 2005, saya pertama kali memasuki dunia politik ketika terpilih
langsung sebagai Walikota Solo di Jawa Tengah yang berpenduduk 560 ribu
jiwa. Solo merupakan kota sejarah, namun saat itu kurang tertib, agak
kumuh, dan rendah pendapatan daerahnya.

Untuk menertibkan dan memperbaiki prasarana kota, saya membutuhkan dana
yang besar. Karenanya, yang saya lakukan adalah mentargetkan kenaikan
penerimaan daerah melalui perbaikan sistem pelayanan dan pembayaran pajak.

Untuk pajak daerah, saya mengubah metode pembayaran dari cara manual ke
sistem online disertai dengan peningkatan pelayanan perpajakan yang
lebih transparan dan akuntabel. Hasilnya adalah proses yang bersih,
cepat, serta dipercaya masyarakat. Dalam kurun waktu empat tahun,
Pendapatan Asli Daerah meningkat hingga 80 persen.

Kemudian untuk menertibkan kota, saya mengundang para pedagang yang
sebelumnya kurang tertib berdagang di pasar tumpah. Saya membujuk dan
meyakinkan mereka untuk pindah ke tempat baru yang lebih bersih, nyaman,
rapi dan manusiawi. Untuk itu, saya melakukan dialog dan sosialisasi
hingga lebih dari 50 kali. Hasilnya para pedagang tersebut bukan saja
secara sukarela bersedia pindah, bahkan kepindahan mereka dirayakan
seperti layaknya suatu pawai atau perayaan.

Reformasi lain yang saya lakukan adalah membangun unit pelayanan
perijinan satu pintu untuk ijin mendirikan usaha dan seluruh perijinan
yang terkait dengan itu. Saya tetapkan berapa hari seluruh ijin harus
diselesaikan oleh unit itu, dan tanpa biaya.Next
<http://news.detik.com/read/2014/11/15/220156/2749410/10/3/ini-pidato-lengkap-jokowi-di-ktt-g-20>

<http://newopenx.detik.com/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=8197__zoneid=275__cb=25f22a38cd__oadest=http%3A%2F%2Ffood.detik.com%2Fread%2F2014%2F10%2F28%2F143235%2F2731999%2F314%2Ffestive-cake–pastry-bersama-chef-chandra-dan-eric-gouteyron%3Fd8800053142>

Sabtu, 15/11/2014 22:01 WIB

Laporan dari Brisbane

Ini Pidato Lengkap Jokowi di KTT G-20

*Rachmadin Ismail* – detikNews
Halaman 3 dari 4
Jokowi ke Luar Negeri
<http://news.detik.com/indeksfokus/2343/jokowi-ke-luar-negeri?ndt992204lblartikel>
Pendekatan serupa saya lakukan ketika terpilih menjadi Gubernur Ibu Kota
Jakarta pada tahun 2012. Sebagai sebuah kota kosmopolitan yang
berpenduduk 12 juta jiwa ini, strategi pemerintahan saya adalah
me-revitalisasi sektor-sektor strategis yang berdampak luas kepada
peningkatan kehidupan kota dan ekonomi masyarakatnya, antara lain sektor
transportasi umum, penanggulangan banjir, perbaikan pasar tradisional,
pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis bagi masyarakat miskin.

Salah satu agenda pertama yang saya lakukan adalah memperkuat kualitas
birokrasi. Saya harus mewujudkan pemerintahan yang berorientasi kepada
“melayani masyarakat”, bukan “memerintah”. Oleh karenanya, saya
memperbaiki sistem promosi pejabat daerah melalui merit-based. Saya
terapkan sistem lelang terbuka untuk 311 jabatan lurah dan camat,
sehingga hanya mereka yang memiliki kompetensi dan dipercaya oleh
masyarakat yang terpilih menduduki posisi-posisi tersebut. Tidak ada
lagi lurah yang ditunjuk karena latar belakang agama, etnis, atau suku.
Mereka semua dipilih karena kompetensi dan kepercayaan masyarakat.

Berbekal pengalaman dari Solo, saya juga memperbaiki sistim pembayaran
pajak daerah di DKI Jakarta dengan memperkenalkan sistim online.
Hasilnya, penerimaan pajak daerah meningkat sebesar 50 persen dalam
waktu satu tahun.

Melalui sistem on-line ini, saya juga mengidentifikasi secara cepat
sektor-sektor potensial yang dapat saya target penerimaan pajaknya akan
lebih tinggi di masa depan.

Saya juga bentuk one-stop-service perijinan daerah, untuk membuat proses
berjalan sederhana, murah, dan singkat, serta transparan. Ini upaya
pemerintah saya untuk meningkatkan ‘ease of doing business’ di Jakarta,
yang praktis merupakan lebih dari 50 persen perijinan nasional berada.

Keberhasilan yang saya capai saat memimpin kedua kota tersebut, Solo dan
Jakarta, bukanlah karena saya membawa sebuah sistem pemerintahan baru.
Saya hanya memperkenalkan pendekatan dialog dari hati ke hati langsung
kepada masyarakat, yang disebut ‘blusukan’. Dengan cara itu, saya
memperoleh masukan yang bukan saja sesuai dengan keinginan masyarakat,
namun juga menghasilkan sistem dan perbaikan sistem yang lebih efisien,
transparan dan akuntabel dengan memaksimalkan potensi yang ada.

Kini, pengalaman melakukan reformasi sebagai Walikota Solo dan Gubernur
Jakarta tersebut akan saya bawa dan kembangkan pada tingkat nasional.
Pertama kali yang saya lakukan sebelum membentuk Kabinet Kerja yang baru
berusia 3 minggu itu adalah memberikan daftar calon menteri itu kepada
Komite Penanggulangan Korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk
memperoleh klarifikasi bahwa tidak ada di antara mereka yang terindikasi
atau memiliki kaitan dengan kasus yang sedang atau akan ditangani KPK.
Pendekatan itu saya harapkan dapat menjaga kepercayaan rakyat Indonesia
yang sudah begitu baik dan semangatnya memberikan mandat besar kepada
saya memimpin mereka 5 tahun ke depan.Next
<http://news.detik.com/read/2014/11/15/220156/2749410/10/4/ini-pidato-lengkap-jokowi-di-ktt-g-20>

Sabtu, 15/11/2014 22:01 WIB

Laporan dari Brisbane

Ini Pidato Lengkap Jokowi di KTT G-20

*Rachmadin Ismail* – detikNews
Halaman 4 dari 4
Jokowi ke Luar Negeri
<http://news.detik.com/indeksfokus/2343/jokowi-ke-luar-negeri?ndt992204lblartikel>
Dengan bekal pengalaman refomasi itu, ke depannya, saya ingin membangun
demokrasi politik yang akuntabel dan dipercaya rakyat, bukan yang
ditentukan dan mementingkan kelompok elit politik. Sehingga, Indonesia
yang saat ini menjadi negara demokrasi langsung terbesar di dunia yang
dibuktikan dengan 71 juta pemilih langsung yang mendukung saya dan Wakil
Presiden Jusuf Kalla, akan mampu menghasilkan pertumbuhan dan
pembangunan yang didambakan masyarakat.

Beberapa agenda prioritas yang akan saya lakukan adalah:

Pertama, peningkatan daya saing nasional melalui proses penyederhanaan
perijinan investasi dan membentuk layanan one-stop-service nasional.
Enam bulan dari sekarang, Indonesia akan memiliki sistem perijinan
investasi yang terintegrasi dan bisa diakses online.

Kedua, di bidang pajak, saya ingin meningkatkan tax ratio terhadap GDP
menjadi 16 persen, dari sekarang yang masih di bawah 13 persen. Dengan
perbaikan sistem perpajakan, termasuk transparansi dan sistem IT, saya
optimis angka ini akan meningkat.

Ketiga, saya ingin mengurangi beban subsidi bahan bakar minyak dan
memindahkan alokasi subsidi tersebut untuk pembiayaan infrastruktur,
yaitu pembangunan jalan, pelabuhan laut dan bandara; serta mendukung
program kesejahteraan rakyat.

Keempat, saya ingin lebih banyak membangun infrastruktur sosial, yaitu
pembangunan kualitas ‘manusia’nya. Sebagai tahap awal, saya sudah
meluncurkan tiga program kesejahteraan yaitu: Kartu Indonesia Pintar,
Kartu Indonesia Sehat, Kartu Keluarga Sejahtera, yang akan menjadi
jaminan layanan gratis untuk masyarakat miskin di bidang pendidikan,
kesehatan, dan kesejahteraan. Dengan membangun sumber daya manusia yang
baik, maka akan tercipta produktivitas dan daya saing nasional yang
lebih tinggi.

Berbagai upaya ini akan kami laksanakan secara simultan. Ini merupakan
cara kami untuk mengatasi dan menghindari ‘middle income country trap’,
serta pemberantasan korupsi yang menjadi momok pembangunan Indonesia.

Di tengah-tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia beberapa tahun
ini, Indonesia selama 8 tahun terakhir tumbuh rata-rata 5,8 persen. Hal
itu dicapai dengan mengandalkan pertumbuhan kelompok berpendapatan
menengah, yang jumlahnya sekitar 25 persen dari populasi. Agenda
prioritas yang saya jalankan bukan saja akan menjaga pertumbuhan
kelompok berpendapatan menengah itu, tapi justru menjadikan kelompok
lainnya yang lebih besar lagi, yaitu kelompok menengah bawah dan
kelompok berpendapatan rendah sebagai pilar pertumbuhan Indonesia yang
akan lebih besar lagi ke depan. Pola pertumbuhan yang menyeluruh dan
bertumpu kepada kelompok-kelompok yang selama ini belum memiliki akses
yang cukup terhadap pembangunan, saya pandang sejalan dengan tujuan kita
bersama negara-negara G20, yaitu pertumbuhan yang kuat, berkelanjutatan,
seimbang dan inklusif. Itu adalah sumbangan Indonesia 5 tahun ke depan
memulihkan perekonomiannya, dan pada gilirannya kontribusi bagi
pertumbuhan ekonomi global.

Terima kasih.

 

Baca Juga
On 11/15/2014 10:28 PM, Awind wrote:

http://sp.beritasatu.com/home/jokowi-serukan-reformasi-ekonomi-di-ktt-g-20/69168

Jokowi Serukan Reformasi Ekonomi di KTT G-20

Sabtu, 15 November 2014 | 22:25

[BRISBANE] Konferensi Tingkat Tinggi negara-negara anggota G-20 (KTT G-20) sudah dimulai Sabtu (15/11) dan akan berakhir Minggu (16/11). KTT digelar di Kota Brisbane, Australia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah salah satu pemimpin G-20 yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Pemimpin lainnnya yang hadir seperti Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Perdana Menteri Inggris David Cameron, Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pada sesi retret, Jokowi memberikan intervesi atau pernyataan. Intinya menyangkut masalah pelaksanaan reformasi ekonomi. Berikut ini adalah pidato (intervensi) lengkap Jokowi pada sesi retret.

Bapak Pimpinan Sidang,

Saya baru memulai tugas menjadi Presiden Indonesia kurang dari satu bulan lalu. Keikutsertaan saya yang pertama dalam forum Leaders G20 ini ingin saya manfaatkan untuk memperkenalkan diri, sekaligus berbagi pengalaman dan visi kami tentang langkah-langkah reformasi untuk mengatasi perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Tahun 2005, saya pertama kali memasuki dunia politik  ketika terpilih langsung sebagai Walikota Solo di Jawa Tengah yang berpenduduk 560 ribu jiwa. Solo merupakan kota sejarah, namun saat itu kurang tertib, agak kumuh, dan rendah pendapatan daerahnya.

Untuk menertibkan dan memperbaiki prasarana kota, saya membutuhkan dana yang besar. Karenanya, yang saya lakukan adalah mentargetkan kenaikan penerimaan daerah melalui perbaikan sistem pelayanan dan pembayaran pajak.

Untuk pajak daerah, saya mengubah metode pembayaran dari cara manual ke sistim online disertai dengan peningkatan pelayanan perpajakan yang lebih transparan dan akuntabel. Hasilnya adalah proses yang bersih, cepat, serta dipercaya masyarakat. Dalam kurun waktu empat tahun, Pendapatan Asli Daerah meningkat hingga 80 persen.

Kemudian untuk menertibkan kota, saya mengundang para pedagang yang sebelumnya kurang tertib berdagang di pasar tumpah. Saya membujuk dan meyakinkan mereka untuk pindah ke tempat baru yang lebih bersih, nyaman, rapih dan manusiawi. Untuk itu, saya melakukan  dialog dan sosialisasi hingga lebih dari 50 kali. Hasilnya para pedagang tersebut bukan saja secara sukarela bersedia pindah, bahkan kepindahan mereka dirayakan seperti layaknya suatu pawai atau perayaan.

Reformasi lain yang saya lakukan adalah membangun unit pelayanan perijinan satu pintu untuk ijin mendirikan usaha dan seluruh perijinan yang terkait dengan itu.  Saya tetapkan berapa hari seluruh ijin harus diselesaikan oleh unit itu, dan tanpa biaya.

Pendekatan serupa saya lakukan ketika terpilih menjadi Gubernur Ibu Kota Jakarta pada tahun 2012. Sebagai sebuah kota kosmopolitan yang berpenduduk 12 juta jiwa ini, strategi pemerintahan saya adalah me-revitalisasi sektor-sektor strategis yang berdampak luas kepada peningkatan kehidupan kota dan ekonomi masyarakatnya, antara lain sektor transportasi umum, penanggulangan banjir, perbaikan pasar tradisional, pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis bagi masyarakat miskin.

Salah satu agenda pertama yang saya lakukan adalah memperkuat kualitas birokrasi. Saya harus mewujudkan pemerintahan yang berorientasi kepada “melayani masyarakat”, bukan “memerintah”. Oleh karenanya, saya memperbaiki sistem promosi pejabat daerah melalui merit-based.  Saya terapkan sistem lelang terbuka untuk 311 jabatan lurah dan camat, sehingga hanya mereka yang memiliki kompetensi dan dipercaya oleh masyarakat yang terpilih menduduki posisi-posisi tersebut. Tidak ada lagi lurah yang ditunjuk karena latar belakang agama, etnis, atau suku. Mereka semua dipilih karena kompetensi dan kepercayaan masyarakat.

Berbekal pengalaman dari Solo, saya juga memperbaiki sistim pembayaran pajak daerah di DKI Jakarta dengan memperkenalkan sistim online. Hasilnya, penerimaan pajak daerah meningkat sebesar 50 persen dalam waktu satu tahun.

Melalui sistim on-line ini, saya juga mengidentifikasi secara cepat sektor-sektor potensial yang dapat saya target penerimaan pajaknya akan lebih tinggi di masa depan.

Saya juga bentuk one-stop-service perijinan daerah, untuk membuat proses berjalan sederhana, murah, dan singkat, serta transparan. Ini upaya pemerintah saya untuk meningkatkan “ease of doing business” di Jakarta, yang praktis merupakan lebih dari 50 persen perijinan nasional berada.

Keberhasilan yang saya capai saat memimpin kedua kota tersebut, Solo dan Jakarta, bukanlah karena saya membawa sebuah sistim pemerintahan baru. Saya hanya memperkenalkan pendekatan dialog dari hati ke hati langsung kepada masyarakat, yang disebut “blusukan”. Dengan cara itu, saya memperoleh masukan yang bukan saja sesuai dengan keinginan masyarakat, namun juga menghasilkan sistem dan perbaikan sistem yang lebih efisien, transparan dan akuntabel dengan memaksimalkan potensi yang ada.

Kini, pengalaman melakukan reformasi sebagai Walikota Solo dan Gubernur Jakarta tersebut akan saya bawa dan kembangkan pada tingkat nasional.
Pertama kali yang saya lakukan sebelum membentuk Kabinet Kerja yang baru berusia 3 minggu itu adalah memberikan daftar calon menteri itu kepada Komite Penanggulangan Korupsi (KPK) untuk memperoleh klarifikasi bahwa tidak ada di antara mereka yang terindikasi atau memiliki kaitan dengan kasus yang sedang atau akan ditangani KPK. Pendekatan itu saya harapkan dapat menjaga kepercayaan rakyat Indonesia yang sudah begitu baik dan semangatnya memberikan mandat besar kepada saya memimpin mereka 5 tahun ke depan.

Dengan bekal pengalaman refomasi itu, ke depannya, saya ingin membangun demokrasi politik yang akuntabel dan dipercaya rakyat, bukan yang ditentukan dan mementingkan kelompok elit politik. Sehingga, Indonesia yang saat ini menjadi negara demokrasi langsung terbesar di dunia yang dibuktikan dengan 71 juta pemilih langsung yang mendukung saya dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, akan mampu menghasilkan pertumbuhan dan pembangunan yang didambakan masyarakat.

Beberapa agenda prioritas yang akan saya lakukan adalah:

Pertama, peningkatan daya saing nasional melalui proses penyederhanaan perijinan investasi dan membentuk layanan one-stop-service nasional. Enam bulan dari sekarang, Indonesia akan memiliki sistem perijinan investasi yang terintegrasi dan bisa diakses online.

Kedua, di bidang pajak, saya ingin meningkatkan tax ratio terhadap GDP menjadi 16 persen, dari sekarang yang masih di bawah 13 persen. Dengan perbaikan sistem perpajakan, termasuk transparansi dan sistem IT, saya optimis angka ini akan meningkat.

Ketiga, saya ingin mengurangi beban subsidi bahan bakar minyak dan memindahkan alokasi subsidi tersebut untuk pembiayaan infrastruktur, yaitu pembangunan jalan, pelabuhan laut dan bandara; serta mendukung program kesejahteraan rakyat.

Keempat, saya ingin lebih banyak membangun infrastruktur sosial, yaitu pembangunan kualitas “manusia”nya. Sebgai tahap awal, saya sudah meluncurkan tiga program kesejahteraan yaitu: Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Keluarga Sejahtera, yang akan menjadi jaminan layanan gratis untuk masyarakat miskin di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Dengan membangun sumber daya manusia yang baik, maka akan tercipta produktifitas dan daya saing nasional yang lebih tinggi.

Berbagai upaya ini akan kami laksanakan secara simultan. Ini merupakan cara kami untuk mengatasi dan menghindari ‘middle income country trap’, serta pemberantasan korupsi yang menjadi momok pembangunan Indonesia.

Di tengah-tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia beberapa tahun ini, Indonesia selama 8 tahun terakhir tumbuh rata-rata 5,8 persen. Hal itu dicapai dengan mengandalkan pertumbuhan kelompok berpendapatan menengah, yang jumlahnya sekitar 25 persen dari populasi. Agenda prioritas yang saya jalankan bukan saja akan menjaga pertumbuhan kelompok berpendapatan menengah itu, tapi justru menjadikan kelompok lainnya yang lebih besar lagi, yaitu kelompok menengah bawah dan kelompok berpendapatan rendah sebagai pilar pertumbuhan Indonesia yang akan lebih besar lagi ke depan.

Pola pertumbuhan yang menyeluruh dan bertumpu kepada kelompok-kelompok yang selama ini belum memiliki akses yang cukup terhadap pembangunan, saya pandang sejalan dengan tujuan kita bersama negara-negara G20, yaitu pertumbuhan yang kuat, berkelanjutatan, seimbang dan inklusif. Itu adalah sumbangan Indonesia 5 tahun ke depan memulihkan perekonomiannya, dan pada gilirannya kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi global. [ANT/N-6]

__._,_.___

Posted by: Awind <j.gedearka@upcmail.nl>


Jokowi ke Luar Negeri
« Sebelumnya1234567891718Berikutnya »

Displaying 1 to 10 of 179 entries

0 Responses to “Presidensiil : Pidato JokoWi, KTT G-20, Brisbane, 15 Nop 2014”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,063,568 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: