16
Nov
14

Kepribadian : Catatan Sifat2 JokoWi

Sifat Jokowi Yang Selalu Disenangi Rakyat

Ditulis Oleh Didin Sunariyanto di Monday, 9 June 2014 | 09:13

Sifat – sifat pemimpin merupakan salah satu contoh panutan dari setiap rakyat yang mengikutinya. Dalam kesempatan pemilihan umum, kelayakan kepemimpinan itu tergantung darimana pemimpin itu memiliki citra yang baik, teguh dalam tujuan pembangunan, dan setia kepada rakyat. Hal ini memang diperhitungkan banyak orang mengenai bagaimana perubahan yang dilakukan untuk membentuk perubahan baik di dalam suatu kepemimpinan.

Jokowi merupakan panutan yang baik bagi masyarakat Surakarta dan sekitarnya. Karena Jokowi atau Joko Widodo yang selalu disenangi dan digandrungi oleh banyak orang, itu merupakan jiwa dan sifat kepemimpinannya untuk membentuk perubahan didalam lingkungan kekuasannya. Dengan pemimpin seperti jokowi sifat – sifat itu tentu menjadi pembicaraan semua orang, kenapa seorang Joko Widodo dapat diangkat sebagai gubernur DKI Jakarta dalam waktu tergolong singkat dan mencalonkan diri menjadi President RI kurang dari 5 tahun masa jabatannya.

Nah sekarang kita bahas mengenai sifat agung yang dimiliki seorang Joko Widodo.

Sifat – Sifat Jokowi antara lain sebagai Berikut ini :

Mementingkan Rakyat

Jika kita telusuri kenapa Jokowi selalu blusukan, mementingkan kepentingan rakyat, dan melakukan pembangunan secara cepat demi rakyat. Itu disebabkan karena seorang Jokowi lahir dari rakyat. Kehidupan Jokowi sebelum menjabat jadi Walikota Solo memang suram, banyak tantangan dan ejekan mengenai kehidupan Jokowi. Dan Jokowi tidak pernah goyah dengan pendiriannya untuk memperoleh kehidupan yang lebih mapan. Sehingga sifat Jokowi merupakan salah satu sifat yang mementingkan rakyat karena beliau dari rakyat.

Silaturahmi

Keagamaan seorang Jokowi memang tinggi, beliau selalu ingin bersilaturahmi ke semua rakyat yang membutuhkan bantuannya. Melakukan opservasi dan tantangan untuk membentuk silaturahmi yang baik. Di Surakarta sendiri pada pemilihan umum sebelum menjabat sebagai Walikota, Joko Widodo menggunakan metode Silaturahmi sebagai cara memenangkan kampanye. Bayangkan saja tanpa adanya spanduk yang berlebih, tanpa suap untuk rakyat, dan tanpa apapun yang dikeluarkan, dan hanya dengan silaturahmi saja seorang Jokowi berhasil memenangkan 90% suara dari pemilihan tersebut.

Sederhana

Memang bukan hal lain dan tentunya semua orang tau bahwa Jokowi merupakan seorang yang sederhana, tanpa adanya kerumitan berpikir, dan selalu melaksanakan secara langsung atau simple. Sehingga patut dicontoh bila seorang Jokowi selalu melaksanakan tugasnya secara langsung dan tanpa adanya penghambatan mental sedikitpun. Patut dicontoh bila seorang Jokowi memberikan keterangan kepada semua rakyat Jakarta untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak. Sebagai misal Kartu Jakarta Sehat, ini menunjukkan bahwa Jokowi adalah pemimpin sederhana yang selalu mementingkan rakyatnya.

Tidak Banyak Bicara dan Bermakna

Dalam pidato sendiri Jokowi memang merupakan pemimpin tanpa adanya konsep berbicara yang mengarahkan kepada tujuannya. Namun Jokowi menggunakan visi dan misi untuk membentuk perubahan daerah yang akan dikuasai. Sebagai misal ketika berpidato yang diadakan pemilihan umum presiden, beliau menggunakan pidatonya dengan sambutan hangat, dan visi misinya tersampaikan dengan padat, singkat dan jelas. Hanya kurang dari 2 menit Jokowi berhasil menyeleseikan pidatonya. Memang makna itu harus diperjelas dan berbicara itu haruslah penuh makna.

Merakyat dengan Rakyat

Ini berarti Jokowi senang dengan kepemimpinannya dan senang dengan rakyat yang akan dipimpinnya. Jokowi merupakan panutan hebat bagi keseluruhan rakyatnya. Beliau menjabat sebagai gubernur Jakarta sendiri selalu memakan atau mencicipi makanan khas daerah DKI Jakarta untuk menghargai seluruh masakan tradisional dan masakan khas daerah demi terciptanya kerakyatan yang adil. Dengan merakyat inilah seorang Jokowi banyak yang menyukai.

Tidak Suka Bermewah – Mewahan

Jika kita telusuri apa yang terjadi pada seorang Jokowi ketika berangkat ke Jakarta dan mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI. Beliau menggunakan Bis untuk pergi ke Jakarta, ini dikarenakan Jokowi merasa bila ada kendaraan iring – iringan itu hanya membuat jalanan menjadi macet, tidak kondusif dan banyak orang menyita waktunya untuk berhenti. Sehingga jiwa tidak suka bermewah – mewahan ada dalam jiwa seorang Jokowi. Dan itulah yang banyak disenangi rakyat.

Thursday, May 29, 2014

Mengintip sifat Jokowi dari tandatangannya

Anggap saja ini tulisan sok teu, benar tidaknya memang sulit dibuktikan kecuali tanya kedia atau bertanya kepada teman dan saudara ybs yang mengenal dia belasan tahun secara dekat. Dan bertanya itupun harus dijawab jujur sama ybs, jika dia tidak mengakui maka tidak akan tahu juga kan benar atau tidaknya. Jokowi sebelumnya tidak dikenal banyak, dia mendadak muncul karena “umpan lambung” komunitas pers Solo yang gencar meliput dia saat jadi walikota disana. Dibanding lawannya Prabowo, jelas dia lebih tidak diketahui sifat aslinya, masih misterius.
Perlu dicatat saya bukan pro dia, dan bukan pula musuh dia.
Sama sekali gak ada kepentingan politik menjelang pilpres ini. Jadi lupakan tudingan saya membuat tuduhan jelek dll yang gak ada gunanya. Ini tulisan iseng saja kok. Jadi ada baiknya membaca ini dengan santai saja, gak usah ditanggapi serius ya  :-) Selain itu TT ini didapatkan dari Google, dan semoga mmg orisinalitasnya terjamin milik ybs. Tapi jika salah, mohon jangan segan mengkritik disini.

* Dari sisi ukuran, TT ini termasuk besar jika dibubuhkan diatas kertas. Awalnya dibuka dengan lengkungan besar mirip cendawan atau angka 8. Sebetulnya hampir mirip dengan Prabowo yang sama sama mempunyai lengkungan besar membulat oval. Bedanya hanya di sizenya. Prabowo lebih lebih lebih besar. Tipikal manusia pekerja dan tukang gebrak, berani mengambil jalan sendiri, goal ekspektasi dikepalanya serba besar lah.
* Menunjukan indikasi dia cenderung menyukai pemikiran yang besar, mimpi2 nya besar, berbakat jadi pemimpin atau memimpin sesuatu pekerjaan yang besar.
* Dia bukan orang suka berterus terang, cenderung tertutup, pasif, rahasianya banyak. Bahkan namanyapun tidak bisa terbaca jelas disana dan siapapun yang melihat TT itu gak akan bisa membaca namanya. Bisa disebut dia termasuk pandai menyimpan rahasia dan akan berkelit terus jika dicecar soal rahasia tertentu, misal soal pekerjaan, jabatan, pribadinya dll. Sikap ini terbukti dia diserang isu SARA cuma diam saja, dan dia gak berusaha segera mengkoreksinya, dia juga gak sadar (atau gak mau tahu) isu sensi ini bisa mengoyak masyarakat diakar rumput. Sikap pasifnya semoga gak kayak Mega yg ketika bencana Tsunami Aceh malahan gak menjenguk kesana, itu sangat buruk soalnya :-)
* Estetikanya termasuk baik, selera artistik dan keseniannya tidak mengecewakan. Menyukai sikap balance dan cenderung menyukai sesuatu yang imbang, indah, harmonis selalu ada dipikirannya.
* Orang ini bisa disebut eksentrik. Perilaku dan cara pikirnya bisa jadi beda dari orang kebanyakan. Dan perilaku ini juga susah diduga, susah ditebak, mengejutkan, berbeda.
* Tandatangannya dibuat rapih dan indah, tau tau terputus dan sengaja diputus begitu saja, seolah dirusak sesaat lalu dibenarkan lagi bentuknya. Mungkin harus dilihat dimasa lalunya, pekerjaan apa saja yang ditinggalkan ybs dan tidak selesai. Tulisan disana tidak mengalir dan mengalun seirama, itu tulisan terputus.
* Ada juga yang mengatakan TT spt ini menunjukan dia tidak akrab dengan keluarga aslinya, dia lebih lekat

dengan keluarga dari perkawinannya.
* Jika memakai penggaris busur, terlihat derajat kemiringan TT itu diawal dan dipenutup berbeda arah kemiringan. Sesutau yang dimulai diawal tidak siknron dengan buntutnya.
* Sejak awal TT dibuka sekitar 20% kemudian mendadak terputus dan diputuskan oleh garis sangat kuat. Kuat sekali, bisa dilihat dari tebalnya garis vertikal disisi bawahnya (bottom tip). Ini agak aneh, seolah dia sengaja memisahkan 20% bagian depan dan 80% bagian sisa TT nya. Ketegasan garis itu menjadi catatan khusus, bukan sekedar oretan iseng yang dilakukan dengan ringan.
* Yang unik adalah bagian penutup TT disana secara kontras dan gak imbang dibentuk coretan mirip Y, atau garis keatas dikombinasikan dengan coretan kebawah. Rasanya ini gak ideal dengan alur TT sejak dari depan, dibagian buntut mendadak “seperti rusak berantakan”. Jika ini diartikan sebagai “bagus diawal dan berantakan dibelakang” bisa saja sih, walaupun itu debatable dan butuh pembuktian :-)  **** hsgautama.blogspot.com

Sumber foto: Rakyat Merdeka Online


0 Responses to “Kepribadian : Catatan Sifat2 JokoWi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,062,175 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: