11
Nov
14

Politik : e-Voting PerPPU PilKaDa dan Doktrin Luar Negeri JokoWi

Jakarta45

Perppu Pilkada Lolos, BPPT Siapkan e-Voting

VIVAnews – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyatakan bahwa e-Voting merupakan salah satu pelayanan publik berbasis eletronik yang harus segera diimplementasikan secara nasional.

Pasalnya, saat ini Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) masih belum membahas Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, yang sudah diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono awal Oktober lalu.

“Kita akan jalan terus. Ibaratnya, ‘anjing menggong kafilah berlalu’ karena, e-Voting adalah keniscayaan. Itu masalah waktu dan proses,” ujar Hammam Riza selaku Deputi Kepala Bidang Teknologi Informasi Energi dan Mineral di Gedung BPPT, Senin 10 November 2014.

Hammam menjelaskan e-Voting merupakan teknologi pemungutan suara secara eletronik yang dapat membantu jalannya pemilu, bahkan dapat menghemat biaya yang sudah dianggarkan.

“Saya berharap Perppu lolos di DPR. Kalau sudah maka KPU dapat memberikan lahan bagi kami untuk mencoba dan sekuat tenaga dalam menerapkan manfaat e-Voting,” harap dia.

Sehingga, lanjut dia, bila sudah diberikan lahan bagi pihaknya maka tak dipungkiri lagi, pemungutan suara berbasis eletronik itu akan digunakan di seluruh Indonesia.

“Nanti (kalau diberi kesempatan) buka uji coba tapi simulasi, real. Kalau kita nggak pernah mencobanya dalam kondisi aktual, kita nggak pernah tahu kelebihan, dan kekurangan serta kelemahannya,” papar dia.

Dalam implementasi yang sudah diterapkan oleh BPPT, saat menggunakan sistem e-Voting Pilkades di beberapa wilayah, mereka dapat menghemat sekitar 50 persen anggaran.

Setelah, diklaim sukses, efektif, dan hemat. BPPT ingin menerapkan sistem teknologi tersebut secara nasional. (ren)

Berita Lainnya

Indonesia Kerap Diremehkan, Jokowi’s Doctrine Mesti Disampaikan

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana mengatakan, Presiden Joko Widodo harus menyampaikan [Jokowi’s Doctrine](2131967 “”) atau Doktrin Jokowi sebagai tafsir atas kebijakan politik luar negeri Indonesia‎, yakni Bebas Aktif.

Jokowi perlu menyampaikan doktrin tersebut saat kunjungan dinas ke luar negeri dengan 3 agenda internasional. Yakni Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Economy Community (APEC) 2014 di Tiongkok pada 10-11 November‎, KTT ASEAN di Myanmar pada 12-13 November, dan pertemuan G-20 di Australia pada 15-16 November.

Hikmahanto mengatakan, tafsir bebas aktif yang harus jadi Doktrin Jokowi itu adalah ‎all nations are friends‎ until Indonesia’s sovereignty is degraded and national interest is jeopardized atau ‘semua negara adalah teman sampai dengan kedaulatan Indonesia diganggu dan kepentingan nasional Indonesia dirugikan’.

Bagi Hikmahanto, doktrin itu harus disampaikan Jokowi kepada dunia internasional. Karena Indonesia kerap diremehkan negara-negara luar.

“Karena banyak negara yang menyepelekan Indonesia,” ujar Hikmahanto dalam pesan tertulisnya, Senin (10/11/2014).

Menurut ‎Hikmahanto, doktrin ‘semua negara adalah sahabat sampai dengan kedaulatan Indonesia diganggu dan kepentingan nasional Indonesia dirugikan’ sangat pas dengan Jokowi. Mengingat, di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bebas aktif itu ditafsirkan sebagai thousand friends zero enemy’ atau ribuan teman tanpa musuh.

Hikmahanto mengatakan, Indonesia boleh menganggap semua negara adalah teman, namun harus tetap ada batasannya. Karena meskipun berteman, namun bukan berarti [kedaulatan](2131967 “”) dan kepentingan nasional Indonesia bisa diusik seenaknya oleh negara lain.

“Ada batasannya. Semua adalah teman, hingga kedaulatan kita diganggu‎,” kata Hikmahanto. (Ans)

Berita Lainnya

 

On 11/10/2014 09:07 PM, Awind wrote:

http://www.antaranews.com/berita/463590/jokowi-tegaskan-ri-tak-mau-sekadar-jadi-pasar

Jokowi tegaskan RI tak mau sekadar jadi pasar

Senin, 10 November 2014 23:34 WIB | 3.275 Views
Pewarta: Rini Utami
Jokowi             tegaskan RI tak mau sekadar jadi pasar

Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

Jangan kita diminta membuka pasar untuk dibanjiri produk mereka, tetapi produk-produk kita sulit masuk ke pasar mereka”

Beijing (ANTARA News) – Presiden RI Joko Widodo menegaskan Indonesia tidak ingin menjadi sekadar pasar bagi tarik menarik kepentingan ekonomi negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok.Ia menekankan Indonesia belum akan memasuki baik Kemitraan Trans Pasifik (Trans-Pacific Partnership/TPP) maupun Kawasan Perdagangan Bebas Asia Pasifik (Free Trade Area Asia Pacific/FTAAP) sampai integrasi ekonomi keduanya memberikan manfaat nyata bagi Indonesia.”Saya kira, kita belum akan masuk ke sana, kita harus kalkulasi lagi produk-produk apa saja yang bisa dipasarkan dalam integrasi ekonomi kawasan itu, dan menguntungkan rakyat,” kata Presiden yang biasa disapa Jokowi itu menjawab Antara usai rangkaian pertemuan bilateralnya dengan pemimpin ekonomi APEC di Beijing, Senin malam.Pertemuan APEC di Beijing 5-12 November di Tiongkok ini mendorong kesepakatan pemberlakuan FTAAP pada 2025 yang didahului studi kelayakan pada 2015-2016.Pembentukan FTAAP telah menjadi cita-cita APEC sejak 2006 untuk mengatasi dampak negatif meningkatnya Regional Trade Agreement (RTA) dan FTA di Asia Pasifik.

RTA dan FTA itu adalah salah satu preferensi negara-negara di dunia saat ini dalam hal pendekatan liberalisasi perdagangan kawasan. FTAAP ditengarai sebagai upaya menuju Regional Economy Integration (REI) untuk kesejahteraan bersama di kawasan.

Namun, selama pembahasan di APEC 2014, niat Tiongkok itu dipertanyakan dengan telah adanya TPP yang diinisiatifi Amerika Serikat dan Regional Comprehensive Economic Partnership Agreement (RCEP) di antara negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia, dengan enam mitra dagangnya.

TPP adalah kesepakatan perdagangan bebas yang diikuti oleh tujuh belas negara Asia-Pasifik yang juga diikuti beberapa negara anggota ASEAN, yakni Malaysia, Singapura, Brunei, dan Vietnam.

Sedangkan RCEP sendiri di tingkat global menjadi rival bagi negosiasi serupa yang diinisiasi Amerika Serikat, yakni TPP, di mana Tiongkok tidak menjadi anggota.

“Indonesia tidak mau ditarik-tarik untuk kepentingan mereka (AS dan Tiongkok). Saya tidak mau, lebih baik kita bertarung secarafair. Jangan kita diminta membuka pasar untuk dibanjiri produk mereka, tetapi produk-produk kita sulit masuk ke pasar mereka, padahal produk kita itu banyak dihasilkan oleh rakyat,” tutur Presiden Jokowi.

Ia mencontohkan komoditi rotan, kelapa sawit dan ikan. “Itu kan jelas produk yang sebagian besar dihasilkan rakyat, kelapa sawit tidak semua dikelola perusahaan besar, tetapi ada juga petani, hampir 40 persen, kan besar juga,” katanya.

Presiden Jokowi menegaskan Indonesia harus tegas untuk tidak terseret tarik menarik kepentingan negara besar dalam integrasi ekonomi kawasan.

 

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2014

Obama, Jokowi yang Ambisius, dan Mitra Luar Biasa

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia menginginkan stabilitas keamanan di kawasan dan mengajak Amerika Serikat meningkatkan kerja sama. “Kerja sama kita harus ditingkatkan, khususnya di bidang keamanan,” kata Jokowi, sapaan Presiden Joko Widodo, dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama di Hotel Westin, Beijing, Cina, di sela Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), Senin, 10 November 2014. (Baca:Jokowi Dibanjiri Tepuk Tangan di Forum CEO APEC)

Obama menyambut baik keinginan Jokowi itu. Ia mengatakan Washington ingin menjadi mitra dalam proses pembaruan yang diusung oleh Presiden Jokowi. Menurut Obama, Jokowi memiliki agenda ambisius dalam pembaruan di Indonesia. »Lagi pula, kemitraan kita sudah luar biasa di bidang pembangunan, pertahanan, dan keamanan,” katanya. Jokowi adalah kepala negara pertama yang ditemui Obama sesampainya di Beijing. (Baca:Jokowi Pamer Pengalaman 30 Tahun ke Obama)

Dalam pertemuan itu, Obama memuji Indonesia sebagai contoh bagi demokrasi, toleransi, dan pluralisme dunia meski merupakan negara berpenduduk muslim terbesar sejagat. Ia menyebut pemilihan umum yang baru saja usai sebagai bukti berjalannya demokrasi di Indonesia. ”Melihat pemilu di Indonesia, menegaskan adanya transisi pada demokrasi. Indonesia merupakan contoh bagi demokrasi, toleransi, dan pluralisme,” kata Obama. (Obama Ingin Jadi Sahabat Jokowi)

Guru besar hukum internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menilai pernyataan Obama itu menunjukkan bahwa Amerika terus berharap kepentingan mereka terakomodasi oleh pemerintahan baru Presiden Jokowi, seperti pada masa pemerintahan presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono. (Di Forum CEO APEC, Jokowi ‘Jualan’ Tol Laut)

Adapun Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi menuturkan, pada dasarnya, dalam setiap pertemuan, kepala negara asing ingin mendengarkan rencana pembangunan oleh Presiden Jokowi selama lima tahun mendatang. »Cina, Jepang, AS, dan Rusia mitra-mitra utama Indonesia di bidang perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi lainnya,” katanya kepada Tempo. (Baca juga:Jokowi Top jika Pidato Bahasa Indonesia di APEC)

Jokowi menjadi sosok penting pada pertemuan APEC. Dia adalah salah seorang pembicara kunci dalam perhelatan APEC CEO Summit. Setelah agenda itu, ia mengadakan pertemuan bilateral dengan beberapa pemimpin dunia. Selain dengan Obama, Presiden juga bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden Vietnam Truong Tan Sang, dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Simak pula: Apakah Jokowi Pidato Bahasa Inggris di Forum Dunia?)

ANTARA | NATALIA SANTI | RAJU FEBRIAN | ANANDA TERESIA (BEIJING)

 

Baca Berita Terpopuler

Jokowi Jadi Primadona di APEC

Bahasa Inggris Jokowi Dipuji

Bertemu Obama, Jokowi Berbahasa Indonesia

Hasut Massa Tolak Ahok, Bos FPI Terancam Pidana

FPI Siapkan Pengganti Ahok, Namanya Fahrurrozi


0 Responses to “Politik : e-Voting PerPPU PilKaDa dan Doktrin Luar Negeri JokoWi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,088,137 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: