07
Nov
14

MiGas : Minyak Murah Angola Dipertanyakan

FOTO

2014-11-05 18:35:49

Sofyano Zakaria: Tidak Percaya Beli Minyak “Murah” dari Angola


Jakarta, indonesian-petroenergy.com–Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI), Sofyano Zakaria berpendapat, rencana kerjasama pembelian minyak dari Angola masih perlu dikaji lebih jauh, apakah benar hal tersebut dapat menguntungan Negara.

Sofyano Zakaria mengatakan hal itu di Jakarta, Rabu (5/11) terkait dengan penanda-tanganan kesepakatan kerjasama yang dituangkan dalam Framework Agreement yang dilakukan oleh Plt. Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen dan Chairman of Board of Director Sonangol EP Francisco de Lemos Jose Maria, beberapa waktu lalu.

“Apakah benar dengan membeli minyak dari Anggola tersebut akan memberikan penghematan kepada Negara sebesar 25 persen?,” tanya Sofyano Zakaria.

Menurut Sofyano Zakaria, sebaiknya Pemerintah mengkaji lebih jauh rencana Kerjasama pembelian minyak dari Angola, dalam hal ini Sonangol EP.

Selain itu, pengamat kebijakan energi Sofyano Zakaria menyarankan agar Pemerintah mengetahui secara pasti apakah Sonangol EP menguasai 100 persen hasil minyak yang dihasilkan dari negaranya. Hal ini penting, katanya, sebab berdasarkan data Energy Intelegence Research, yang dilansir pada tahun 2011, Chevron dan Exxon turut terlibat dalam pengelolaan migas di negeri Angola.

“Setahu saya, Chevron dan Exxon ikut bekerjasama dengan Sonangol EP (NOC-nya–red) Angola,” cetus Sofyano Zakaria.

Mengacu pada Data Energy Intelegence Research, sebuah badan internasional yang menghimpun data terkait perusahaan migas diseluruh dunia, menurut Sofyano Zakaria, komposisi kepemilikan saham Sonangol EP lebih kecail dibanding perusahaan minyak yang beroperasi di Angola.

“Menurut data bahwa saham perusahaan minyak lainnya itu dalam pengelolaan Migas di Angola presentasinya lebih besar dari pihak Sonangol EP,” kata Sofyano Zakaria.

Menurut data Energi Intelegence Research merilis bahwa jenis crude asal Angola terdiri dari 5 jenis yaitu : Cabinda yang untuk pengelolaan jenis crude ini terdapat saham Chevron sebesar 39,2%, Total 10%,Eni 9,8% dan Sonangol 41%. Untuk Crude Jenis Girassol , Total dan Sonangol 40%,Exxon 20%,BP 16,67% dan Statoil 23,33%. Untuk crude jenis Kisasanje Blend: exxon 40%,BP26,6%, ENI 20% dan Statoil 13,33%. Untuk crude Kuito , Chevron 31%, Sonangol 20%, TOTAL 20%, ENI 20% dan Petrogal 9%.
Untuk Crude jenis Cabinda , Chevron 39,2%, Sonangol 41%, Total 10% dan ENI 9,8%.

Logikanya, kata Sofyano Zakaria menambahkan, untuk menjual minyak kemanapun, harga jualnya harus berdasarkan persetujuan dari pihak-pihak tersebut.
“Nah, apakah perusahaan minyak itu juga setuju pihak Sonangol EP menjual minyak ke Pemerintah Indonesia dengan harga yang lebih murah 25 persen ketimbang mereka menjual ke negara lain… hal ini masih perlu dikaji lagi,” katanya.

Sementara, menanggapi pernyataan Menteri ESDM , Sudirman Said, yang mengatakan jika Indonesia membeli minyak dari Angola maka akan menghemat sebesar 25 persen, lebih lanjut Sofyano Zakaria mengatakan, “minyak murah” dari Angola sebuah teka-teki yang belum bisa ditebak secara pasti.

“Jika yang dimaksud Sudirman Said (Menteri ESDM–red) menghemat 25 persen itu adalah harga jual atau diskount untuk harga minyak Angola adalah sebesar 25 persen, jelas itu sangat tidak bisa dipercaya begitu saja!” tandas Sofyano Zakaria.

Sumber = Sofyano Zakaria
oleh = Mulkani

2014-10-31 19:35:01

Pertamina – Sonangol EP Tanda Tangani Kerjasama Bisnis Hulu/Hilir


Jakarta, indonesian-petroenergy.com – PT Pertamina (Persero) menjalin kesepakatan dengan Sonangol EP, perusahaan migas nasional Angola, untuk kerjasama pengembangan bisnis hulu, hilir, dan perdagangan migas. Kerjasama kedua perusahaan ini diharapkan menjadi salah satu milestone Pertamina untuk terus mendukung ketahanan energi nasional yang kuat.

Penandanganan kesepakatan kerjasama tersebut dituangkan dalam Framework Agreement yang dilakukan oleh Plt. Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen dan Chairman of Board of Director Sonangol EP Francisco de Lemos Jose Maria yang disaksikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla dan Wakil Presiden Republik Angola Manuel Domingos Vicente, di jakarta, Jumat, (31/10) di Jakarta.

Framework Agreement akan menjadi kerangka kerjasama Pertamina-Sonangol dalam pengembangan bisnis hulu, proyek kilang petroleum dan petrokimia serta kerjasama impor dan ekspor produk kilang, minyak mentah dan gas bumi. Kesepakatan yang merupakan hasil kerjasama government to government (G to G) ini, selanjutnya akan menjadi landasan bagi kedua perusahaan untuk membentuk perusahaan patungan yang akan mengelola proyek-proyek hasil kerjasama tersebut.

Dalam waktu tujuh hari ke depan, Pertamina dan Sonangol EP akan membentuk Gugus Tugas sehingga perusahaan patungan bisa dibentuk untuk merealisasikan berbagai kerjasama yang akan diinisiasi. Perusahaan patungan tersebut selanjutnya akan melakukan berbagai persiapan detail proyek-proyek serta pelaksanaannya yang disepakati oleh Pertamina dan Sonangol.

“Kerjasama ini dapat terjalin sebagai wujud dari hubungan baik yang telah terjalin erat antara pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah Republik Angola. Pertamina siap merealisasikan kerjasama ini sekaligus sebagai milestone bagi perusahaan untuk mengembangkan bisnis utamanya di sektor minyak dan gas bumi. Kami bersama mitra akan bersama-sama menggali berbagai potensi proyek, baik proyek hulu minyak dan gas bumi di Angola, Indonesia maupun di negara lain, maupun proyek pembangunan kilang yang sangat diperlukan Indonesia untuk menjamin ketahanan energi nasionalnya,” kata Plt. Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen.

Seperti diketahui, konsumsi BBM di Indonesia terus tumbuh sekitar 8% per tahun, di sisi lain tingkat produksi minyak mentah menurun dan kapasitas kilang tidak bertambah. Pertamina terus berupaya mendukung pemerintah untuk menjamin ketahanan energi nasional, baik melalui upaya-upaya peningkatan produksi di hulu yang bersumber dari dalam maupun luar negeri, peningkatan kapasitas kilang, dan juga upaya konversi dan diversifikasi energi.

“Pertamina optimis bahwa dalam kurun waktu 5-6 tahun ke depan Indonesia akan bisa swasembada energi. Untuk itu Pertamina siap menjadi tulang punggung dalam mencapai upaya tersebut,” terang Husen.

Angola merupakan Negara anggota OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) yang pada tahun 2013 lalu memproduksi minyak dan kondensat sejumlah 1,8 juta barel per hari. Sejak tahun 2002, pertumbuhan produksi minyak Angola mencapai rata-rata 15% per tahun yang disokong oleh lapangan-lapangan deepwater.

Sumber = Humas Pertamina
oleh = Mulkani

2014-10-31 18:42:03

Apakah Status Quo SKK Migas Secara Hukum Kuat, Sudirman Said: Tunggu UU Migas Baru!


Jakarta, indonesian-petroenergy.com–Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, ketika mengunjungi kantor SKK Migas, Jumat (31/10) mengatakan, dalam waktu dekat ia akan mengusulkan calon Kepala SKK Migas definitif, kepada Presiden Joko Widodo.

Sudirman Said usai melakukan rapat dengan pimpinan SKK Migas, langsung menggelar jumpa pers. “SKK Migas haruslah dipimpin oleh Kepala SKK Migas yang definitif tapi bukan Plt seperti sekarang. Nah, soal ini telah saya sampaikan pada rapat dengan pimpinan SKK Migas,” katanya, saat jumpa pers di City Plaza, Jakarta, Jumat (31/10).

Menteri ESDM juga menyingung status hukum SKK Migas paska judicial review oleh Mahkamah Konstitusi (MK) yang status quo, karena revisi UU Migas belum selesai di parlemen. Karena itu, dia akan mendoong proses revisi tersebut untuk segera dirampungkan oleh parlemen.

“Saya akan mendorong percepatan proses revisi UU Migas oleh parlemen agar segera rampung. Dengan rampungnya revisi tersebut maka SKK Migas memiliki landasan hukum yang kuat,” katanya.

Ketika ditanya, apakah dengan status SKK Migas (status quo) sekarang cukup kuat menghadapi situasi hukum dalam kondisi tidak normal. Misalnya, bila kontraktor merasa dihambat oleh pemerintah daerah atau oleh suatu regulasi kementerian di luar kementerian teknis, misalnya, ini bisa dianggap oleh KKS sebagai wanprestasi “pemerintah”?

Menanggapi pertanyaan PetroEnergy tersebut, Sudirman Said, mengatakan, sepanjang revisi UU Migas belum selesai, maka acuannya tetap mengacu pada status SKK Migas paska pembubaran oleh MK. “Apakah status ini cukup kuat. Saya berharap kepada mereka-mereka yang ada pada posisi itu, untuk memperkuat diri sambil menunggu berlakunya UU Migas baru,” kata Sudirman Said.

Menyinggung soal rencana pelantikan Kepala SKK Migas definitif, Sudirman Said, menjelaskan, ia telah menyampaikan rencana itu kepada Presiden Joko Widodo. Mengenai siapa yan bakal terpilih sebagai Kepala SKK Migas, ia tidak mau menyebutkan nama. Namun, kabar burung santer menyebut, Widhyawan Wiraatmadja, bakal menduduki posisi Kepala SKK Migas.

Sumber = Jumpa Pers
oleh = Mulkani

Advertisements

0 Responses to “MiGas : Minyak Murah Angola Dipertanyakan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,223,021 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: