27
Oct
14

Kepemimpinan : Tri Politika Indonesia Jaya 2045

  jsn45

Tri Politika Indonesia Jaya 2045

Senin, 27 Oktober 2014 – 10:12 WIB

Pandji R Hadinoto

Tri Politika Indonesia  Jaya 2045 :

Pelantikan Kabinet “Kerja” JokoWi-JK pada 27 Oktober 2014 yang berseragam Batik cermin jatidiri budaya kearifan lokal, semoga merupakan runtutan daripada amanat Trisakti yang unsur2nya telah diungkapkan oleh pidato RI1 pada 20 Oktober 2014 yakni paragraph “Kini saatnya, bersama-sama melanjutkan ujian sejarah berikutnya yang maha berat, yakni mencapai dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan” dan dapat selalu berkiprah merujuk Manifesto Politik Rakyat Indonesia [Badan Musyawarah Koalisi Rakyat Indonesia 17 Oktober 2014].

Dan bilamana Politik adalah ibarat Lokomotif sedangkan Hukum adalah ibarat Relnya maka kebijakan Politika Indonesia Jaya 2045 seyogjanya juga menjadi perangkat pedoman kerja Kabinet JokoWi-JK sejak hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2014.

Politik seringkali juga diperlakukan sebagai perangkat tatanilai pengarah/penggerak kehidupan bernegara dan tatanilai itu dapat menjadi rujukan bagi upaya2 rekayasa sosial pembangunan masyarakat, bangsa, negara.

Seperangkat ikrar kepemudaan “mengakoe bertoempah darah satoe, berbangsa jang satoe, menjoenjoeng bahasa persatoean Indonesia” rekaan tertulis pemuda berusia 25 tahun, Muhammad Yamin yang sekretaris sidang saat Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 di Rumah Indonesia, Jalan Kramat Raya 106, Jakarta Pusat, sejatinya adalah cerminan politik tatanilai Tri Cita Kebangsaan Indonesia yang kemudian diakui telah turut gelorakan jiwa semangat nilai2 Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945.

Kini dalam rangka menggapai Indonesia Jaya 2045 (saat 100 tahun Indonesia Merdeka 1945) perlu seperangkat strategi tatanilai, seperti “Tri Politika Indonesia Jaya 2045” :

1) Politik TRIKESRA Kesejahteraan Rakyat
berdasar potensi yang sejatinya dimiliki Indonesia yaitu a) Kemaritiman, b) Pangan Lokal, c) Energi Terbarukan,
2) Politik TRIKARYA yakni (a) Peningkatan Kecerdasan, (b) Pengentasan Kemiskinan, (c) Penegakan Kedaulatan Rakyat,
3) Politik TRICITA Kenegaraan yaitu a) Indonesia Mulia (2015-2025), b) Indonesia Bermartabat (2025-2035), c) Indonesia Sejahtera Lahir Batin (2035-2045)

Dan selaku penggerak mula baik nalariah maupun nuraniah, daya dukung praktek politik harmonisasi TRISTRATEGI Bina Mental Kebajikan Negarawan Kerakyatan yang cakupi implementasi kearifan lokal yang juga jatidiri bangsa adalah tumpuan dan bekal bagi karakter penyelenggaraan negara sebagai berikut :

(1) TRISAKTI yakni (a) Politik Berdaulat, (b) Ekonomi Berdikari, (c) Budaya Berkepribadian,
(2) TRIPAKTA atau TRI Politik Anti Korupsi Tanpa Akhir yaitu (a) Tidak Ingkari Janji Konstitusional, (b) Tidak Koruptif terhadap Pancasila & Pembukaan UUD45, (c) Tidak Korupsi APBN/APBD, Keuangan BUMN/BUMD dan Pajak, serta
(3) TRILOGI 17845 yaitu (a) 17 butir Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 / Roh Indonesia Merdeka, (b) 8 butir Kepemimpinan Hastabrata, (c) 45 butir Pengamalan Pancasila Tap MPRRI No XVIII/1998.

Hukum2 Negara dan kerja2 lembaga2 tinggi negara serta lembaga2 negara/daerah oleh karenanya perlu selalu berkerangka Tri Politika Indonesia Jaya 2045 dan Politik TriStrategi agar misalnya berdaya guna optimal dalam praktek2 kenegaraan bagi kemashalatan masyarakat dan bangsa.

Jakarta, 28 Oktober 2014

Pandji R Hadinoto, Nasionalis Pancasila
PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia
PKP17845 – Poros Koalisi Proklamasi 17845
Editor http://www.jakarta45.wordpress.com

BERITA LAINNYA

Sumber Berita: http://www.edisinews.com


http://www.edisinews.com/berita-tri-politika-indonesia–jaya-2045.html#ixzz3HLbAMxBD

Home » Sejarah » Sejarah Singkat Sumpah Pemuda

Sejarah Singkat Sumpah Pemuda

Pada tanggal 27 Oktober 1928 dilangsungkan Kongres Pemuda II di Jakarta. Kongres ini diprakarsai oleh PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia) yang didirikan di Jakarta pada tahun 1926, anggotanya kebanyakan mahasiswa sekolah hukum dan beberapa mahasiswa kedokteran di Batavia.1) Kongres ini dihadiri oleh 9 organisasi pemuda yang paling terkemuka, yaitu Jong Sumatranen Bond, Pemuda Indonesia, Sekar Rukun, Jong Islamienten, Jong Bataks Bond, Jong Celebes, Pemuda Kaum Betawi dan PPPI.2)

Selain para pemuda, kongres juga dihadiri oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional dari partai politik, diantaranya Soekarno, Sartono, dan Sunaryo.3) Selain itu, hadir pula 2 orang utusan volksraad dan 2 orang wakil pemerintah Hindia Belanda, yaitu Dr. Pijper dan Van der Plas. Keduanya adalah tokoh Inlandsche Zaken.4)

Susunan panitia kongres adalah sebagai berikut: Ketua adalah Sugondo Djojopuspito dari PPPI, Wakil Ketua dari Jong Java (Djoko Marsiad), Sekretaris dari Jong Sumatranen Bond (Muh. Yamin), Bendahara dari Jong Bataks Bond (Amir Syarifuddin), Pembantu I dari Jong Islamienten Bond (Djohan Muh Tjai), Pembantu II dari Pemuda Indonesia (Kotjosungkono), Pembantu III dari Jong Celebes (Senduk), Pembantu IV dari Jong Ambon (J. Leimena), dan Pembantu V, Rohjani dari Pemuda Betawi.5)

Pokok persoalan yang dibahas dalam kongres tersebut adalah bagaimana cara mendapatkan bentuk persatuan di antara pemuda-pemuda Indonesia yang sudah lama dicita-citakan oleh para pemuda dan mahasiswa Indonesia, baik di Indonesia maupun di negeri Belanda.

Kongres Pemuda II berlangsung dalam rapat umum terbuka di tiga tempat yang berbeda, menampilkan tiga prasaran, yaitu “Persatuan dan Kebangsaan Indonesia” oleh Muh. Yamin, “Pendidikan” oleh Nn. Purnomowulan, Darwono dan S. Mangunsarkoro, “Kepanduan” oleh Ramelan, dan Mr. Suaryo.6)

Pada rapat umum yang ketiga yang juga merupakan sidang penutup kongres, bertepatan dengan hari Minggu malam Senin 28 Oktober 1928, dibacakan hasil keputusan kongres. Intinya berbunyi:

Pertama : Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah Indonesia
Kedua: Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.7)

Inilah yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda, dan dibacakan kembali pada setiap upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober setiap tahun.

Pada sidang penutupan itu pula diperdengarkan Lagu Indonesia Raya untuk pertama kalinya di depan umum, oleh paduan suara yang terdiri dari anggota-anggota PPPI, dipimpin oleh Bintang Sudibyo (Ibu Sud), diiringi gesekan biola oleh penciptanya sendiri, Wage Rudolp Supratman.

Pernyataan ikrar, satu tumpah darah, satu bangsa, dan satu bahasa oleh peserta kongres, disusul dengan tekad dan keyakinan bahwa asas itu wajib dipakai oleh segala perkumpulan kebangsaan Indonesia.

Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda, pada dasarnya merupakan kelanjutan dari Kongres Pemuda I yang dilaksanakan 2 tahun sebelumnya. Kongres Pemuda I dilaksanakan oleh sebuha komite yang bernama Jong Indonesia Kongres Komite, di bawah pimpinan Tabrani. Anggota-anggotanya teridiri dari wakil-wakil organisasi pemuda yang ada waktu itu.

Tujuan Kongres Pemuda I adalah menanamkan semangat kerjasama antar perkumpulan pemuda di Indonesia untuk menjadi dasar bagi persatuan Indonesia, dalam arti yang lebih luas.8) Diharapkan kongres akan membentuk suatu badan perhimpunan massa pemuda Indonesia yang merupakan gabungan dari seluruh perkumpulan pemuda pada waktu itu. Kongres yang berlangsung dari tanggal 30 April sampai 2 Mei 1926 itu ternyata tidak mencapai tujuannya. Beberapa bulan setelah berlangsungnya Kongres Pemuda I, berdiri perkumpulan pemuda yang baru, bernama Jong Indonesia (31 Agustus 1926). Pada awal 1927 Algemene Studie Club di Bandung yang dipimpin oleh Soekarno, mendirikan pula organisasi pemuda yang juga diberi nama Jong Indonesia yang kemudian diganti menjadi Pemuda Indonesia.

Kenyataan semakin bertambahnya organisasi pemuda ini, mendorong pemuda yang tergabung dalam PPPI mengambil prakarsa untuk melaksanakan Kongres Pemuda II. Dengan demikian Kongres Pemuda II sesungguhnya merupakan kelanjutan dari Kongres Pemuda I.

Daftar Referensi:
1)  John Ingleson. 1983. Jalan ke Pengasingan Pergerakan Nasionalis Indonesia Tahun 
     1927-1934. Jakarta: LP3ES, hal. 72
2)  Koencoro Purbopranoto dan Nyoman Dekker. 1973. Sejarah Indonesia dalam Abad ke XX.
FKIS-IKIP Malang, hal 47
3)  John Ingleson. Loc.cit.
4)  Koencoro Purbopranoto dan Nyoman Dekker. Op.cit.
5)  Ibid. hal. 36
6)  Ibid. hal. 37
7)  Ibid. hal. 47
8)  Sartono Kartodirdjo, et.al. 1983. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta: Depdikbud, hal. 196

Artikel Terkait dengan Sejarah
•  Sejarah Singkat Istana Kepresidenan Bogor
•  Lahirnya Demokrasi Terpimpin
•  Sejarah Singkat Perguruan Taman Siswa
•  Perkembangan Pers di Indonesia Hingga Terbentuknya Pers Nasional
•  Peranan Pers dalam Pergerakan Nasional Indonesia
•  Perjuangan Melalui Volksraad
•  Sifat dan Strategi Perjuangan Organisasi Pergerakan Nasional pada Periode Bertahan
•  Tindakan Pemerintah Hindia Belanda Terhadap Organisasi Pergerakan Radikal
•  Serangan Jepang terhadap Pearl Harbour
•  Sikap Kaum Pergerakan Menghadapi Kedatangan Jepang
•  Periode Radikal Pergerakan Nasional Indonesia
•  Faktor Ekstern Timbulnya Pergerakan Nasional Indonesia
•  Faktor Intern Timbulnya Pergerakan Nasional Indonesia
•  Politik Luar Negeri Jepang Setelah Kegagalan Ekspansinya ke Cina
•  Ekspansi Jepang Ke Cina
•  Latar Belakang Imperialisme Jepang

Label: Sejarah

Inilah Kabinet Kerja Jokowi-JK

Joko Widodo dan Jusuf Kalla

LINTAS7.COM – JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) didamping Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengumumkan susunan kabinetnya yang diberi nama Kebinet Kerja, di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Minggu (26/10/14).

Pelantikan Menteri Kabinet Kerja

Pelantikan 34 menteri pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang tergabung dalam Kabinet Kerja di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 27 Oktober 2014. Setelah dilantik para menteri mulai bekerja, dengan mengikuti sidang kabinet perdana yang akan dipimpin Presiden Jokowi. [TEMPO/Subekti; SB2014102705]

Berikut susunan Kabinet Kerja Jokowi-JK :

Menteri Sekrestaris Negara (Mensesneg) : Pratikno.

Bappenas : Andrinof Chaniago.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman : Indroyono Susilo.

Menteri Perhubungan : Ignatius Jonan.

Menteri Kelautan dan Perikanan : Susi Puji Astuti.

Menteri Pariwisata : Arif Yahya.

Menteri ESDM : Sudirman Said

Menkopolhulkam : Tedjo Edi

Menteri Dalam Negeri : Cahyo Kumolo

Menteri Luar Negeri : Retno Marsudi.

Menteri Pertahanan : Ryamizard Ryacudu.

Menteru Hukun dan HAM : Yasona Laoli

Menteri Komnukasi dan Informasi : Rudiantara

Menteria PAN : Yuddy Chrisnandi.

Menteri Koordinator Perekonomian : Sofyan Jalil.

Menteri Keuangan : Bambang Projonegoro

Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) : Rini Soemarno

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah : Puspa Yoga.

Menteri Perindustrian : Saleh Husin

Menteri Perdagangan : Rahmad Gobel.

Menteri Pertanian : Amran Sulaiman

Menteri Tenag Kerja : Hanif Dakiri

Menteri Pekerja Umum : Basuki

Menteri Lingkungan dan Kehutanan : Siti Nurbaya

Menteri Agraria : Ferry Mursyidan Baldan

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan : Puan Maharani

Menteri Penberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak : Yohana Yamise

Menteri Agama : Lukman Hakim

Menteri Kesehatan : Nila Moloek

Menteri Sosial : Khofifah Indar Parawansa

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah : Anies Baswedan

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi : M Nasir

Menteri Pemuda dan Olahraga : Imam Nachrowi

Menteri Desa dan Transmigrasi : Marwan Jafar. (*)

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berfoto bersama dengan calon menteri di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (26/10/2014). Hari ini Presiden Joko Widodo mengumumkan nama-nama calon menteri untuk mengisi Kabinetnya yang diberi nama Kabinet Kerja. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Tri Politika Indonesia Jaya 2045

Advertisements

0 Responses to “Kepemimpinan : Tri Politika Indonesia Jaya 2045”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,148,335 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: