11
Oct
14

Kebajikan : KORI (Koalisi Rakyat Indonesia)

KORI, Koalisi Rakyat Indonesia

Jumat, 10 Oktober 2014 – 03:04 WIB

Dr Ir Pandji R Hadinoto MH

Suara Pembaca:
KORI, Koalisi Rakyat Indonesia

Merdeka !

Situasi dan kondisi praktek koalisi politik yang mengancam semakin memanas dan mengeras terkini, maka saatnya perlu dapat segera dibentuk Koalisi Rakyat Indonesia (KORI) dimotori masyarakat relawan JWJK guna memelihara harmonisasi sosial politik disamping Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang sudah ada di lembaga2 tinggi negara kerakyatan (DPRRI, MPRRI) dan lembaga2 negara kerakyatan DPRD.

Opini ini sejalan dengan sumbang pikir dari pemangku komunitas SOMALINDO (Solidaritas Masyarakat Lokal Indonesia):

Politik dalam Al Qur`an disebut Syiasyah, Indonesianya Siasat, konotasi awalnya baik adu pemikiran, kalah menang itu biasa SP-MPR walau berlarut2 tapi lebih elegan dan civilized, beda dengan SP2 sebelumnya, yang penuh dengan aroma dendam kesumat. Nabi pernah ditegur Tuhan ; “Janganlah kebencianmu atas satu kaum membuatmu berbuat tidak adil, jadi kemenangan KMP 5-0 itu syah2 saja asal dicapai dengan adil tadi, kemenangan dg tipu muslihat dan menhalalkan segala cara + hidden agenda, ini yang diperangi, agar tidak jadi budaya selanjutnya, ucapan Stanislavsky, (Jend. Prusia dlm PD-1), bukan untuk ngajak gelut, kekalahan KIH dari KMP adalah kekalahan dalam `perang kecil`, KIH harus memenangkan `Perang- Besar` yaitu mensukseskan NawaCita dan program2nya yang pro rakyat untuk 5 tahun kedepan at all cost, itulah sejatinya `kemenangan` yang akan dikawal seluruh rakyat Indonesia.

Demikian disampaikan semoga manfaat bagi harmonisasi Daulat Rakyat Sejati (DRS).

Tetap Merdeka !

Jakarta, 10 Oktober 2010
Pandji R Hadinoto, Nasionalis Pancasila
PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia
PKP17845 – Poros Koalisi Proklamasi 17845
Editor www.jakarta45.wordpress.com

 

BERITA LAINNYA
Berita Terkini
Sabtu, 11 Oktober 2014 05:14 WIB
Bambang Sadono Minta DPD RI Tidak Cengeng
Sabtu, 11 Oktober 2014 01:02 WIB
HMI Dorong Masyarakat Peduli MEA
Jumat, 10 Oktober 2014 16:27 WIB
Bonus Demografi Boleh Asal Berkualitas
Jumat, 10 Oktober 2014 15:43 WIB
Pelaksanaan Hari Pertama BDF VII Berlangsung Aman
Jumat, 10 Oktober 2014 14:35 WIB
Ketua MPR Tak Berniat Menjegal Jokowi
Jumat, 10 Oktober 2014 13:56 WIB
Pemaksulan Jokowi Bisa Terjadi Kemungkinan

Sumber Berita: http://www.edisinews.com


http://edisinews.com/berita-kori-koalisi-rakyat-indonesia.html#ixzz3FnxMdhKe

merah-putih

MANIFESTO POLITIK TRISAKTI 20 Oktober 2014

MERDEKA !

Manifesto Politik TRISAKTI sebagai tekad Presidensiil layak dideklarasikan oleh JokoWi – JK saat peralihan rezim pada tanggal 20 Oktober 2014 yad.

Tekad ini sebagai cerminan keberlanjutan tanggal 5 Juli 1959 ketika Bung Karno mengeluarkan dekrit, dijelaskan dalam Pidato Kenegaraan 17 Agustus 1959, “Penemuan Kembali Revolusi Kita”, menjadi Manifesto Politik Bangsa Indonesia, Manipol USDEK, UUD 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin dan Kepribadian Nasional, yang disahkan oleh DPA dan MPRS tahun 1960 menjadi GBHN, sebagai pelaksanaan dari Trisakti.

Sekaligus pada hari yang sama dapat juga dideklarasikan Koalisi Rakyat Indonesia (KORI) guna upaya2 optimal harmonisasi
politik TRISTRATEGI Negarawan Kerakyatan yang cakupi implementasi kebajikan2 sbb :

(1) TRISAKTI yakni (a) Politik Berdaulat, (b) Ekonomi Berdikari, (c) Budaya Berkepribadian,

(2) TRIPAKTA atau TRI Politik Anti Korupsi Tanpa Akhir yaitu (a) Tidak Ingkari Janji Konstitusional, (b) Tidak Koruptif terhadap Pancasila & Pembukaan UUD45, (c) Tidak Korupsi APBN/APBD, Keuangan BUMN/BUMD dan Pajak, serta

(3) TRILOGI 17845 yaitu (a) 17 butir Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 / Roh Indonesia Merdeka, (b) 8 butir Kepemimpinan Hastabrata, (c) 45 butir Pengamalan Pancasila Tap MPRRI No XVIII/1998.

Tetap MERDEKA !

Pandji R Hadinoto, Nasionalis Pancasila
PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia
PKP17845 – Poros Koalisi Proklamasi 17845
Editor www.jakarta45.wordpress.com

Manifesto Politik Bung Karno

OPINI | 12 December 2010 | 07:48

Buku Bacaan
1.    Sukarnoisme
2.    Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia : Cindy Adams
3.    Cakrawala Politik Era Sukarno : Gonis Harsono
4.    Mencapai Indonesia Merdeka
5.    Indonesia Menggugat

Pendahuluan
Panca Azimat Ajaran Bung Karno
1.    Nasionalisme, Islamisme, Marxisme
2.    Panca-Sila
3.    Manipol/USDEK
4.    TRISAKTI
5.    BERDIKARI
Manipol-Manifesto Politik adalah pidato Bung Karno pada tanggal 17 Agustus 1959 yang berjudul Penemuan Kembali Revolusi Kita. Kenapa pidato ini berjudul seperti tersebut diatas; tentunya ada maksudnya.
Revolusi berarti menjebol dan membangun setelah kita merebut kemerdekaan dari kolonialisme Belanda, dan mengkikis habis sisa-sisa kolonialisme seperti demokrasi liberal ekonomi kapitalis dan system feodalisme. Selanjutnya kita akan membangun di segala bidang kehidupan dalam rangka mewujudkan masyarakat adil makmur (AMPERA). Sedangkan Bung Karno menegaskan kembali pada tahun 1960 bahwa revolusi Indonesia belum selesai. Ini sebagai reaksi dari anggapan sekelompok elit politik bahwa setelah pengakuan kedaulatan revolusi sudah selesai periode 1950 s/d 1959.
USDEK : Undang-undang Dasar 1945, Sosialisme Indonesia Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin dan Kepribadian Indonesia. USDEK ini adalah intisari dari MANIPOL. MANIPOL berdasarkan ketentuan MPRS NO. 1/1960 telah menjadi Garis-garis Besar Haluan Negara dan Manipol ini tidak dapat dipisahkan dari Dekrit Presiden 1959, 5 Juli 1959 yang isinya :
1.    Pembubaran Konstituante
2.    Kembali kepada UUD 1945
3.    Tidak berlakunya UUD semetara
Di dalam pidato 17 Agustus 1959 dengan jelas Bungkarno berkata :
1.    Dasar, tujuan dan kewajiban-kewajiban revolusi Indonesia
2.    Kekuatan Sosial Revolusi Indonesia
3.    Sifat Revolusi Indonesia
4.    Hari depan Revolusi Indonesia
5.    Musuh-musuh Revolusi Indonesia
6.    Pelaksanaan Revolusi Indonesia
Dasar : The sosial conscience of man (sesuai dengan hati nurani kemanusiaan) yaitu keadilan sosial, kemerdekaan individu dan kemerdekaan bangsa (masyarakat adil, makmur jasmaniah dan rohaniah)
Tujuan : sesuai dengan pembukaan UUD 1945 :

  • NKRI
  • Masyarakat adil dan makmur
  • Perdamaian dunia yang adil dan beradab

Kewajiban : mendirikan kekuasan gotong-royong yang demokratis yang menjamin adanya persatuan dan kesatuan seluruh rakyat dari dari segala lapisan.
Kekuatan sosial Revolusi Indonesia, setelah Dekrit 5 Juli 1959 :
a.    UUD 1945 dan jiwa Revolusi Indonesia
b.    Hasil-hasil keringat rakyat sejak 1945 sampai sekarang, baik materil, tenaga-tenaga baru
c.    Kekuatan ekonomi rakyat yang sudah jadi milik nasional setelah nasionalisasi perusakan Belanda dan Inggris
d.    Angkatan perang yang kuat dan administrasi mulai baik
e.    Wilayah kekuasaan Indonesia yang sangat strategis
f.    Kepercayaan akan kemampuan dan keuletan bangsa sendiri
g.    Kekayaan alam Indonesia yang berlimpah-limpah

 

Bahu-Membahulah Memperjuangkan Trisakti

Kamis, 9 Oktober 2014 | 20:58 WIB 0 Komentar |

Indonesian_Revolution.jpg

Sejak Pilpres sampai sekarang, situasi politik begitu dinamis, polarisasi politik cukup tajam. Jika di Pemerintahan dikuasai oleh Koalisi Indonesia Hebat (KIH), maka di Parlemen Koalisi Merah Putih (KMP) yang berkuasa.

Secara Programmatik, pernyataan yang disampaikan keduanya sepertinya tidak ada perbedaan: keduanya ingin mewujudkan kedaulatan, kemandirian serta kepribadian bangsa, Trisakti, sebagai landasan membangun Indonesia kedepan.

Blok KMP menyatakan akan mencabut semua UU yang Pro Asing. Demikian juga Jokowi-JK, beserta Partai Pendukungnya, terutama PDIP, sudah berulang kali mengatakan akan berjuang mewujudkan Kedaulatan, Kemandirian serta Kepribadian Bangsa.

Trisakti, siapapun tentunya, akan bersepakat, karena itulah sarat utama membangun Indonesia yang adil makmur.

Tanggal 5 Juli 1959, Bung Karno mengeluarkan dekrit, dijelaskan dalam Pidato Kenegaraan 17 Agustus 1959, “Penemuan Kembali Revolusi Kita”, menjadi Manifesto Politik Bangsa Indonesia, Manipol USDEK, UUD 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin dan Kepribadian Nasional, disahkan oleh DPA dan MPRS tahun 1960 menjadi GBHN, sebagai pelaksanaan dari Trisakti.

Semua sedang menunggu arah perjuangan dari dua blok politik tersebut, siapa yang sungguh-sungguh memperjuangkan Trisakti, dan siapa yang menjadikan Trisakti sebagai demagogi politik; apakah dua blok tersebut akan bahu membahu mewujudkan Trisakti, sebagai implementasi dari cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945 atau justru akan saling menegasikan satu sama lain.

Yang jelas, jangan sampai polarisasi politik ini diboncengi dan dimanfaatkan oleh kekuatan asing, yang memang bertujuan memecah belah bangsa, menjadikan dirinya tuan di negeri kita dan menempatkan kita dalam keterbelakangan.

Dan kepentingan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi atau golongan. Karena pada akhirnya rakyatlah yang akan menjadi hakim, siapa yang khianat akan berhadapan dengan rakyat!

Salam Gotong Royong

Agus Jabo Priyono

Kilang Minyak
Advertisements

0 Responses to “Kebajikan : KORI (Koalisi Rakyat Indonesia)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,311,278 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: