03
Oct
14

Kebudayaan : Revolusi Mental JokoWi

“Revolusi Mental” Jokowi Membingungkan?

Agence France-Presse/Getty Images

Joko Widodo bertemu pendukungnya, 11 April.

Bagi beberapa orang, gagasan “Revolusi Mental” yang diusung Joko Widodo (Jokowi) layaknya hembusan angin segar. Sementara bagi yang lain, ide itu justru membingungkan.

Jokowi merebut popularitas dalam bursa calon presiden, sebagian besar karena kharismanya. Saat pemilihan presiden (Pilpres) semakin dekat ia terdesak untuk memasukkan beberapa visi baru ke dalam gaya pemerintahan blusukan ala Jokowi.

“Jika gagal berpindah dari fase tersebut ke dalam sesuatu yang lebih fundamental, dia akan menghadapi kesulitan,” kata Wimar Witoelar, pengamat politik yang sempat menjadi juru bicara mantan presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Revolusi Mental” yang didengungkan Jokowi terurai pada salah satu surat kabar nasional baru-baru ini. Beberapa pengamat menilai hal itu sebagai upaya memberi bobot lebih pada tema kampanyenya yang sejauh ini dianggap miskin detail.

Dengan “Revolusi Mental,” ia menyerukan perubahan yang sanggup menyokong pemerintahan yang bertanggungjawab, bersih dan bebas korupsi. Ia juga mendesak terciptanya sebuah sistem yang danggup melayani rakyat. Tak lupa Jokowi menyuarakan dukungan terhadap keberadaan militer yang kuat untuk menyatukan bangsa.

Jokowi menyerukan kemandirian dalam sektor pangan dan energi. Pernyataannya menekankan pandangan bahwa pemerintah selama ini besar bergantung pada industri ekstraksi sumber daya, sehingga tak banyak membutuhkan tenaga kerja. Selain itu, Jokowi menginginkan penguatan toleransi.

Bagaimanapun, pandangan yang ditulis sang calon presiden ikut membuat orang bertanya-tanya. Gaya dan waktu penulisan meretaskan kritik. Beberapa orang menilai tulisan tak seperti dibuat Jokowi yang biasa mereka kenal.

“Ini sama sekali tidak seperti Jokowi, yang bisa menulis artikel reflektif sepanjang itu,” papar Philips Vermonete, peneliti dari Centre for Strategic and International Studies.

Laku Jawa yang kental pada diri Jokowi serta bahasa sehari-hari yang sederhana telah mendongkrak popularitasnya, sejak merebut kursi Gubernur DKI Jakarta pada 2012.

Kini, orang-orang ingin mengetahui kemampuan Jokowi menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan—langkah yang mulai ditempuhnya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Pemilih tidak butuh atau ingin mendengar soal kedaulatan nasional atau ide samar-samar tentang keadilan sosial,” sahut Liam Gammon, peneliti dari Departemen Perubahan Sosial dan Politik di Australian National University dalam tulisan blog-nya, baru-baru ini.

Dan, mereka pastilah tak tertarik dengan “kiasan basi” seperti tertulis dalam kolom, imbuhnya.

Kekurangan Jokowi dalam memiliki platform kebijakan yang solid, ikut mendongkrak—meski kecil—posisi Prabowo Subianto, pesaing Jokowi dalam perebutan kursi kepresidenan.

Calon presiden dari Partai Gerakan Indonesia Raya itu telah lama mengajukan enam poin landasan atas transformasi ekonomi. Ia menyerukan nasionalisasi sumber daya alam yang mengutamakan kebijakan pro-rakyat miskin.

Tak cukup di situ, Prabowo menggandeng Hatta Rajasa sebagai pendampingnya. Hatta merupakan perancang agenda ekonomi nasional terkini. Menurut pengamat, keberadaan Hatta akan menopang visi ekonomi Prabowo.

Sebagian besar pembaca surat kabar yang menerbitkan tulisan Jokowi merupakan kalangan menengah dan cenderung konservatif. Pengamat menilai tulisan itu sebagai tanggapan atas kritik seputar minimnya pengalaman Jokowi.

Apapun motivasi di belakang manifesto “Revolusi Mental,” menurut Wimar, Jokowi sebetulnya tak membutuhkan lebih banyak pengakuan. Calon pemilih juga mengatakan, mereka menginginkan pemimpin yang jujur dan bisa dipercaya—nilai-nilai yang erat bertalian dengan Jokowi.

Ketika ia mampu memenangi kursi presiden, saat itulah Jokowi “harus menyajikan program konkret serta meneguhkan kepercayaan rakyat terhadap dirinya,” papar Wimar.

Advertisements

0 Responses to “Kebudayaan : Revolusi Mental JokoWi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,147,462 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: