22
Sep
14

Kepemimpinan : Mahasiswa Teladan ITB 1973

Aneh, Jero Wacik Diberitakan Sebagai Mahasiswa Teladan ITB 1973

Minggu, 21 September 2014 – 11:24 WIB

Dr Ir Pandji R Hadinoto MH

Jakarta – Berbagai media memberitakan bahwa Jero Wacik adalah lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan predikat Mahasiswa Teladan ITB 1973. Menteri ESDM sebagai tersangka kasus korupsi ini sebelumnya dimuat Wikipeda sebagai Mahasiswa Teladan ITB 1973. Situs berita online ada yang merujuk dari Wikipedia yang memberitakan Jero Wacik Mahasiswa Teladan ITB 1973, diantaranya bisnis.com yang memuatnya pada 3 September 2014.

Di Gatra 17 September 2014 juga terberitakan riwayat Ir Jero Wacik SE yang kini tersangka KPK sebagai mantan Mahasiswa Teladan ITB 1973. Ini tentu menjadi pertanyaan dan memancing protes dan gugatan pihak yang mengetahui pemberitaan tersebut adalah tidak benar. Yang benar, mahasiswa teladan ITB 1973 adalah beberapa mahasiswa diantaranya Dr Ir Pandji R Hadinoto MH.

“Hal ini (penobatan Jero Wacik sebagai Mahasiswa Teladan ITB 1973) menghentak ingatan saya yang juga dianugerahi atribut Mahasiswa Teladan ITB 1973, saat kepemimpinan Dewan Mahasiswa ITB 1973 oleh bung Syahrul Syarif,” ungkap Pandji R Hadinoto dalam pesan BBM-nya kepada redaksi media massa, Minggu (21/9/2014).

“Namun dengan pemberitaan Gatra itu, saya merasa gerah sehingga berpendapat perlu kiranya rekan-rekan mantan Mahasiswa Teladan ITB 1973 lainnya berkumpul guna bersikap mendukung karakter keteladanan yang kini dibangun oleh KPK khususnya terkait kasus sangkaan yang ditujukan kepada salah satu pemangku Mahasiswa Teladan ITB 1973 yakni Ir Jero Wacik SE,” beber Pandji.

Oleh karena itu, Pandji sudah mengirimkan surat kepada para Mahasiswa Teladan ITB 1973, dan mengajak untuk digelar pertemuan dalam menyikapi kejanggalan adanya informasi/berita yang menyebutkan bahwa Jero Wacik Mahasiswa Teladan ITB 1973. “Semoga dengan berkumpul kembalinya para putra putri terbaik ITB 1973 itu, dapat jadi upaya perbaikan citra karakter alumni ITB ke publik berkerangka Poros Karakter Pancasila Indonesia,” tandas Pandji, Alumni Sipil 1968 ITB, pemilik NIM 3268029.

Padji R Hadinoto adalah Alumni Sipil 1968 Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan NIM 3268029. Kini,  Nasionalis Pancasila ini menjadi Ketua Dewan Pakar PKPI. Pandji juga inisiator sekaligus Koordinator Parlemen Rakyat Indonesia (PARRINDO). Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia ini juga Pendiri Poros Koalisi Proklamasi 17845, serta berbagai tulisannya termuat dalam situs online www.jakarta45.wordpress.com. (ari)

 

BERITA LAINNYA

Sumber Berita: http://www.edisinews.com


http://www.edisinews.com/berita-aneh-jero-wacik-diberitakan-sebagai-mahasiswa-teladan-itb-1973.html#ixzz3E30SHf8A

AISI 68 ITB

Senin, 22/09/2014 13:40 WIB

Kasus Pemerasan

Jero Wacik dan Pertaruhan Nama Baik Status Mahasiswa Teladan ITB

Rachmadin Ismail – detikNews

Halaman 1 dari 2

Jakarta – Dalam beberapa catatan biografinya, mantan Menteri ESDM Jero Wacik selalu memajang status Mahasiswa Teladan Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai bagian prestasi akademik dalam hidupnya. Namun setelah jadi tersangka pemerasan oleh KPK, ‘gelar’ itu menjadi sorotan. Masihkah Jero layak dijadikan teladan?

Saat kuliah, Jero memang menjadi mahasiswa teladan. Dia mendapat predikat terhormat itu saat lulus pada tahun 1973 dari jurusan teknik mesin ITB. Dalam catatan biografinya, Jero aktif di berbagai organisasi saat masih kuliah. Dia juga sambil bekerja di beberapa perusahaan tekstil di Bandung sebagai tim peneliti, sekaligus sebagai asisten jurusan Fluid Mechanics and Thermodynamics Mechanical Engineering di ITB.

Selama kuliah, ayah dari tiga putri dan satu putra ini juga menulis buku antara lain, “Cara Mudah Menjadi Wirausaha” yang diterbitkan Lembaga Penerbit UI (LP UI) pada 1998, “Fisika untuk SMA” diterbitkan Ganesha Exact Bandung (1979), dan “Matematika untuk SMA” Ganesha Exact Bandung.

Nah, prestasi Jero saat kuliah kini mulai dibandingkan dengan statusnya sebagai tersangka pemerasan. Penerima gelar mahasiswa teladan ITB lainnya, merasa terganggu bila gelar itu terus dibicarakan, padahal sang pemilik berurusan dengan korupsi.

“Maksud saya ini adalah sangat mengganggu, sebelumnya ada Rudi Rubiandini (kasus suap SKK Migas). Status mahasiswa teladan seharusnya dipertahankan sampai kapan pun, kasihan institusinya (ITB),” kata Pandji R Hadinoto, salah seorang penerima gelar mahasiswa teladan ITB lainnya di tahun 1973, kepada detikcom, Senin (22/9/2014). Pandji kala itu duduk di jurusan Teknik Sipil.

Pandji dan Jero saling mengenal saat mahasiswa. Mereka sama-sama di organisasi kemahasiswaan. Pandji mellihat Jero sebagai sosok yang aktif ketika kuliah. Bahkan saat pria asal Bali itu jadi tersangka, Pandji sangat kaget.

Namun, di balik itu semua, dukungan Pandji tetap pada KPK agar mengusut tuntas kasus ini. Proses hukum harus dilaksanakan sebaik-baiknya, apa pun prestasi Jero di masa muda.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di “Reportase Malam” pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mad/nrl)

 Pandji RH Bawaslu
Senin, 22/09/2014 13:40 WIB

Kasus Pemerasan

Jero Wacik dan Pertaruhan Nama Baik Status Mahasiswa Teladan ITB

Rachmadin Ismail – detikNews

Halaman 2 dari 2

“Bisa jadi itu tidak terlepas dari perjalanan waktu dan lingkungan. Waktu itu memang teladan, tapi karena situasi dan kondisi, jadi seperti itu,” tambahnya.

Demi mendukung KPK, Pandji mengajak rekan-rekannya yang menjadi mahasiswa teladan di ITB untuk berkumpul. Dia ingin membuat sebuah diskusi untuk membahas persoalan ini. Surat elektronik yang berisi undangan pada mereka pun sudah disampaikan.

“Karena ini masalah keteladanan seorang negarawan. Itu yang panting,” tegasnya.

Cuplikan surat undangan itu adalah, “Semoga dengan berkumpul kembalinya para putra-putri terbaik ITB 1973 itu, dapat jadi upaya perbaikan citra karakter alumni ITB ke publik berkerangka Poros Karakter Pancasila Indonesia.”

Baca Juga

REPINDO

 Rabu, 03 September 2014, 17:13 WIB

JERO WACIK TERSANGKA: Licinnya Minyak Gelincirkan Sang Mahasiswa Teladan ITB 1973 ke KPK

Ismail Fahmi

Menteri ESDM Jero Wacik/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA–Kabar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan  Menteri ESDM Jero Wacik pada hari ini, Rabu (3/9/2014) menjadi trending topic tidak saja di media sosial, tetapi juga elektronika dan online.

Pria kelahiran Singaraja, Bali, 24 April 1949  ini merupakan lulusan sarjana Teknik Mesin dari Institut Teknologi Bandung pada 1973  dan dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1983).

Dia seorang pekerja keras. Saat masih duduk di bangku ITB, Jero sudah bekerja di bebarapa perusahaan tekstil di Bandung sebagai tim peneliti, sekaligus sebagai asisten jurusan Fluid Mechanics and Thermodynamics Mechanical Enggineering, di ITB.

Kendati sambil bekerja dan aktif berorganisasi, Ensiklopedi Tokoh Indonesia mencatat dia berhasil menyelesaikan pendidikan di ITB dengan predikat Mahasiswa Teladan ITB 1973.

Usai menyelesaikan pendidikan di Kampus Ganesa, Jero langsung bekerja di PT United Tractors sebagai Asistant Services Manager (1974-1975).

Di perusahaan otomotif terkemuka Grup Astra International ini kariernya terus menanjak dengan posisi jabatan mulai dari asisten (1974) hingga menjabat Goverment Sales Manager (1990)

Suami dari Triesna ini pun banyak memanfaatkan kesempatan ke sejumlah negara di Asia dan Eropa dalam rangka kursus dan seminar-seminar selama bekerja di United Tractors itu.

Sampai dia lebih memilih menjadi wiraswasta yang bergerak di bidang industri jasa pariwisata pada 1992.

Selain berkecimpung dalam bidang otomotif dan pariwisata, dia pun mempunyai komitmen tinggi pada dunia pendidikan.

Ayah dati tiga putri dan satu putra, ini juga menyempatkan waktu sebagai dosen mata kuliah pemasaran dan kewirausahaan di Fakultas Ekonomi UI.

Selain itu, Jero juga menyempatkan diri menulis buku antara lain, “Cara Mudah Menjadi Wirausaha” yang diterbitkan Lembaga Penerbit UI (LP UI) pada 1998, “Fisika untuk SMA” diterbitkan Ganesha Exact Bandung (1979), dan “Matematika untuk SMA” Ganesha Exact Bandung.

Sebagai seorang putra Bali dan pengusaha yang bergerak dalam industri jasa pariwisata yang kemudian dipercaya menjabat Menbudpar, komitmennya untuk meningkatkan kualitas industri pariwisata nasional juga sangat tinggi.

Menurutnya, pembenahan pariwisata Indonesia akan dimulai dari pengamanan aset-aset wisata. Pemberian rasa aman saat berwisata, katanya, akan merangsang orang pergi pelesiran ke pelosok Nusantara.

“Pariwisata pada situasi sekarang ini diharapkan menjadi sumber devisa bagi negara. Tentunya menjadi penyumbang kedua setelah migas,” kata Jero Wacik suatu hari.’

BERGEGAS KE SENAYAN

Berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Pada 18 Oktober 2011, Jero dipindah tugaskan ke pos  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia menggantikan Darwin Zahedy Saleh.

Sebentar lagi,  Sekretaris Majelis Tinggi  Partai Demokrat ini akan melepaskan jabatannya sebagai Menteri ESDM, dengan terpilihnya yang bersangkutan sebagai anggota DPR periode 2014-2019.

Namun, malang tak dapat ditolak dan untung tak dapat diraih. Belum sempat menduduki kursi di Senayan, Jero  harus mengakhiri karirnya di KPK. Dia  ditetapkan sebagai tersangka kasus pemerasan dan penyalagunaan kekuasan.

Jero diduga menerima dana hingga Rp9,9 miliar sebagai hasil dari tindakan pemerasan dan penyalagunaan kekuasaan saat  menjabat sebagai Menteri ESDM sejak 2011.

KPK menyangkakan pria berpenampilan flamboyan ini dengan pasal 12 huruf e atau pasal 23 Undang-undang No 31 tahun 1999 jo UU No 20 tahun 2001 jo pasal 421 KUHP.

Pasal 12 huruf e mengatur mengenai penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri yaitu pasal mengenai pemerasan.

Bagi mereka yang terbukti melanggar pasal tersebut diancam pidana maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Kasus yang menerpa Jero  merupakan pengembangan dari penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi kegiatan sosialisasi, sepeda sehat dan perawatan gedung kantor Sekretariat Jenderal ESDM dengan tersangka mantan Sekjen  Kementerian ESDM Waryono Karno.

Ketika Sekjen ESDM ditahan KPK, Jero selalu berkelit bahwa dia tak terlibat. Tapi waktu  telah membuktikan bahwa licinnya minyak menggelincirkan dirinya ke KPK.

 BACA JUGA:

o JERO WACIK JADI TERSANGKA: Penunjukkan Menteri ESDM Baru Tunggu Keputusan Presiden SBY

JERO WACIK JADI TERSANGKA: Begini Sikap Pejabat Kementerian ESDM

JERO WACIK TERSANGKA: Terima Rp9,9 Miliar, KPK Kenakan Pasal Pemerasan

JERO WACIK TERSANGKA: KPK Layangkan Surat Pencekalan

o Jadi Tersangka, Jero Wacik Siapkan Mental

JERO WACIK JADI TERSANGKA: Sebagai Sesama Menteri, Bagaimana Reaksi Dahlan Iskan?

JERO WACIK TERSANGKA: SBY Terkejut, Belum Terima Pemberitahuan Tertulis

Editor : Ismail Fahmi

Jero Wacik dan Akhir Cerita “Sengkuni”

Rabu, 03 September 2014 14:40 wib | Misbahol Munir – Okezone

Jero Wacik dan Akhir Cerita Jero Wacik (kiri), Syarief Hasan dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) (Foto: Dok. Okezone) JAKARTA – Akhirnya, teka-teki tentang keterlibatan menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik sudah terjawab. KPK menetapkan Jero Wacik sebagai tersangka dalan kasus korupsi dan pemerasan di lingkungan Kementerian ESDM, Rabu (3/9/2014).

Pria kelahiran Singaraja, Bali, 24 April 1949 ini, menjabat sebagai Menteri ESDM periode 2011-2014. Sebelumnya, Jero Wacik menjabat sebagai Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata. Lalu, tongkat estafet kementerian tersebut ia berikan kepada Mari Elka Pangestu.

Jero Wacik mulai santer diperbincangkan khalayak setelah namanya disebut-sebut terlibat dalam kasus korupsi di lingkungan Kementerian ESDM. Lulusan sarjana Teknik Mesin dari Institut Teknologi Bandung tahun 1974 itu, sebelumnya merupakan seorang pengusaha jasa pariwisata. Lalu sejak 2004 ia aktif di Partai Demokrat dan terpilih sebagai anggota DPR RI pada 2004.

Bahkan dua dari tiga perusahaan yang dimilikinya, bergerak di bidang hotel, biro perjalanan wisata, yaitu PT Griya Batu Bersinar, dan PT Pesona Boga Suara, yang berkantor di Jakarta dan Bali. Sementara, bidang usaha lainnnya yaitu, PT Puri Ayu, bergerak di bidang interior, disain tekstil. Dia menggeluti bidang tersebut sejak 1990-an. Jauh sebelum usahanya berkembang, dia sempat bekerja di perusahaan industri otomotif.

Berkat usahanya yang lebih banyak bergerak di bidang pariwisata, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memanggil Jero Wacik ke Cikeas, Bogor pada Selasa 19 Oktober 2004. Melalui pertemuan singkat sekira beberapa menit, pria yang juga jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1983 mengaku dijejali berbagai pertanyaan seputar pariwisata dan budaya.

Sejak kuliah di ITB, dia sudah bekerja di beberapa perusahaan tekstil di Bandung sebagai tim peneliti, sekaligus sebagai asisten jurusan Fluid Mechanics and Thermodynamics Mechanical Enggineering, di ITB. Meski sibuk bekerja, dia juga aktif berorganisasi. Prestasi dunia akademiknya pun tak mengecewakan, dia berhasil menyelesaikan pendidikan di ITB pada 1973 dengan predikat Mahasiswa Teladan ITB.

Selesai kuliah di ITB, pria asal Bali itu langsung bekerja di PT United Tractors sebagai Asistant Services Manager sejak 1974-1975. Lambat laun, di perusahaan otomotif terkemuka Grup Astra International ini kariernya terus menanjak. Dari posisi jabatan asisten pada 1974 hingga menjabat Goverment Sales Manager pada 1990.

Saat bekerja di United Tractors, dia banyak memanfaatkan kesempatan ke sejumlah negara di Asia dan Eropa dalam rangka kursus dan seminar-seminar. Tepat pada 1992, akhirnya dia memilih menjadi wiraswasta yang bergerak di bidang industri jasa pariwisata.

Berkat usahanya yang bergerak di bidang pariwisata, dia dipercaya menjabat Menneg Budaya dan Pariwisata. Karena komitmennya terhadap dunia pariwisata, Jero Wacik pun diangkat kembali menduduki posisi Menneg Budaya dan Pariwisata di Kabinet Bersatu Jilid II. Selang beberapa tahun kemudian, persis pada tanggal 18 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Jero Wacik dipindah tugaskan menggantikan Darwin Zahedy Saleh sebagai Menteri ESDM.

Di partai yang berlambang bintang Mercy itu, karier Jero Wacik dimulai dari posisi Wakil Sekjen DPP. Kesetiaanya terhadap Ketua Dewan Pembina SBY tak bisa diragukan. Bahkan, dia berperan besar terhadap penggulingan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai dengan alasan terlibat kasus korupsi Hambalang. Dia pun disebut sebagai “Sengkuni” oleh Anas karena menjadi dalang penggulingannya.

Melalui Kongres Luar Biasa Partai Demokrat yang digelar di Bali, akhirnya Jero Wacik mendapat posisi Sekertaris Majelis Tinggi. Saat ini Jero Wacik akan mengakhiri kariernya di jeruji besi.
(hol)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA


0 Responses to “Kepemimpinan : Mahasiswa Teladan ITB 1973”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,063,568 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: