03
Sep
14

Gaya Hidup : BBM dan Pimpinan Negara Ber-mewah2

http://www.gatra.com/nusantara-1/nasional-1/59824-koalisi-rejosari-naikkan-bbm-dan-tangkap-mafia-migas.html

Koalisi Rejosari: Naikkan BBM dan Tangkap Mafia Migas

  • Print
  • Email
Created on Monday, 01 September 2014 12:43
alt
Antre mengisi BBM (ANTARA/Oky Lukmansyah)

Jakarta, GATRAnews – Koordinator Koalisi Relawan Jokowi Salam Dua Jari (Koalisi Rejosari) mengatakan, keengganan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) disinyalir demi melindungi mafia minyak dan gas yang mempunyai kepentingan di sektor ini.

“Menduga, ketidakmauan SBY menaikan BBM untuk melindungi mafia migas di Indonesia,” kata Marto Sujono, Koordinator Koalisi Rejosari, di Jakarta, Senin (1/9).

Marto menuturkan, SBY menolak usulan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) untuk menaikkan harga BBM bersubsidi meski Jokowi menyampaikan segala tawaran perlindungan kepada keluarga SBY pasca lengser dari kursi presiden.

“Serta kursi menteri kabinat kepada sejumlah kader Partai Demokrat, tidak membuat bergeming SBY dan tetap tidak menaikan harga BBM,” ujarnya.

Tentu saja, ini membuat Koalisi Rejosari menyikapi atas keengganan SBY menaikan harga BBM bersubsidi, serta kelangkaan BBM di berbagai kota yang berimbas akan mengganggu stabilitas pemerintahan Jokowi-JK mendatang.

Dalam catatan Koalisi Rejosari, akibat kelangkaan BBM bersubsidi tersebut banyak merugikan masyarat kecil, di antaranya petani mengalami kerugian karena banyak hasil hasil pertanian yang membusuk akibat tidak terkirim dan terhenti di tengah jalan.

Kemudian, nelayan tidak dapat melaut yang meyebabkan pengangguran dan harga ikan naik, serta mahalnya ongkos tranportasi yang menggerus pendapatan buruh.

Atas hal itu, keengganan SBY menaikkan harga BBM bersubsidi tersebut, catus Marto, disinyalir kaarena demi melindungi mafia migas di negeri ini. Karena itu, Koalisi Rejosari mendesak SBY menaikkan harga BBM subsidi sebesar 30% dan menghentikan praktek mafia migas.

“Jika seminggu tidak menaikkan harga BBM, maka kami akan melakukan aksi mengepung Istana dan Pertamina untuk mengatasi kelangkaan BBM,” tandasnya.


Penulis: Iwan Sutiawan
Editoar: Tian Arief

Jero Wacik menteri aktif ketiga SBY yang jadi tersangka korupsi

MERDEKA.COM. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri ESDM Jero Wacik menjadi tersangka kasus pemerasan. Jero bukan yang pertama digarap KPK dalam kasus korupsi, sebelumnya juga ada mantan Menpora Andi Mallarangeng dan mantan Menteri Agama Suryadharma Ali.

Jero ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemerasan di Kementerian ESDM. Dia diduga memanfaatkan dana operasional menteri sebesar Rp 9,9 miliar. Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat ini diduga memeras demi memenuhi kebutuhan operasionalnya sebagai menteri.

“Dana untuk operasional menteri yang besar. Untuk mendapat dana yang lebih besar dari yang dianggarkan, dimintalah dilakukan beberapa hal kepada orang di kementerian hal itu,” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

Hal itu dikatakan Bambang dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/9). Hadir juga Wakil Ketua KPK Zulkarnain dan Juru Bicara KPK Johan Budi.

Bambang mencontohkan, beberapa hal yang diminta Jero misalnya peningkatan atau pendapatan dari ‘kick back’ dari pengadaan. “Misalnya lagi pengumpulan dari rekanan dari dana penggunaan terhadap program-program tertentu, atau misalnya dilakukan beberapa kegiatan yang sesungguhnya rapat-rapat fiktif,” papar Bambang.

Bambang mengatakan dana yang didapat itu diduga dari penyalahgunaan kewenangan Jero sebagai menteri. “Jumlahnya sekitar Rp 9,9 miliar,” kata Bambang.

Ditetapkannya Jero sebagai tersangka, menjadi tambahan cacatan buruk bagi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab, sudah tiga menteri aktif di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II yang ditetapkan jadi tersangka.

Menteri pertama yakni Andi Mallarangeng yang didakwa menyalahgunakan kewenangan sebagai pihak yang bertanggungjawab mengelola anggaran pengadaan sarana dan prasarana proyek Hambalang. Andi akhirnya divonis pengadilan Tipikor Jakarta dengan empat tahun penjara.

Menteri aktif berikutnya yakni Suryadharma Ali (SDA). Ketua Umum PPP ini diduga melakukan korupsi penyelenggaraan haji pada tahun anggaran 2012-2013 lalu. Nasib SDA cukup ironis, karena dia ditetapkan sebagai tersangka pada 22 Mei lalu saat partai politik sedang sibuk menghadapi pemilu presiden.

Baca Berita Selanjutnya:
Pengusaha sambut positif tarif baru listrik panas bumi
Dua jurus Menteri ESDM tingkatkan investasi panas bumi
PLN dapat 40 persen gas dari Tangguh
Permintaan gas makin tinggi
Like us on Facebook | Follow us on Twitter | Follow us on Google+

Sumber: Merdeka.com

Abraham Sebut Jero Wacik Serakah

TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad menyebut perbuatan korupsi yang diduga dilakukan Menteri Energi Jero Wacik sebagai perilaku serakah. “Orang ini punya hasrat ingin hidup bermewah-mewah, serakah. Itu bawaan manusia. Tidak terkontrol,” kata Abraham di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Selasa, 2 September 2014.

Saat ini KPK sedang mengusut indikasi penyelewengan dalam pengadaan barang di Kementerian Energi pada tahun anggaran 2011 hingga 2013. Indikasi penyelewengan itu muncul setelah KPK menemukan ada perintah Jero kepada Waryono Karno yang saat itu masih menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Energi. Waryono berperan untuk memainkan anggaran di Kementerian itu (Kata Sekjen ESDM Soal Suap Rudi untuk Jero Wacik)

KPK sudah menetapkan Waryono sebagai tersangka. Sedangkan untuk Jero, statusnya masih dibahas oleh tim penyidik.  “Dalam waktu dekat akan diumumkan,” kata Abraham.

 

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto tersenyum saat ditanya status hukum Menteri Jero itu.  “Nanti pada waktunya akan disampaikan, minggu ini atau minggu depan,” kata Bambang.

Sebelumnya, Wakil KPK Zulkarnain mengatakan modus yang dilakukan Menteri Jero, salah satunya adalah melakukan aktivitas keperdataan di Kementerian Energi. Padahal, di balik itu ada penyalahgunaan wewenang. “Modusnya seolah-olah kegiatan perdata, tapi dibungkus dengan keperdataan administrasi. Di belakangnya sebenarnya ada perbuatan-perbuatan melawan hukum,” kata Zulkarnain.

 

Pada 16 Juli 2014, Menteri Jero datang memenuhi pemanggilan KPK. Usai pemeriksaan dia mengatakan mendapat pertanyaan tentang dugaan penyimpangan anggaran dana di kementeriannya pada 2010. »Tentu saya tak tahu apa-apa karena saya baru menjadi Menteri Energi Oktober 2011,” kata dia (lihat: Jero Wacik Bantah Terlibat Suap Harga Gas)

MUHAMAD RIZKI

Berita lain:

Isi Pertemuan Jokowi dengan Hatta Rajasa

Mengapa SBY Mustahil Jadi Sekjen PBB

Foto Bugil Jennifer Lawrence Asli

Soal Bocoran Kabinet, Ini Kata Jokowi

http://nasional.kompas.com/read/2014/09/02/17492441/Ketua.KPK.Nilai.Jero.Wacik.Suka.Hidup.Bermewah-mewah?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp

Ketua KPK Nilai Jero Wacik Suka Hidup

Bermewah-mewah

Selasa, 2 September 2014 | 17:49 WIB
altKompas.com/SABRINA ASRIL Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik

Terkait

 JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad menilai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik sebagai orang yang bergaya hidup mewah. KPK tengah mendalami dugaan keterlibatan Jero dalam proyek pengadaan di Kementerian ESDM yang tengah diselidiki KPK.

KPK menemukan indikasi pemerasan terkait dengan proyek tersebut. Namun Abraham belum menyatakan apakah Jero akan ditetapkan sebagai tersangka terkait dengan pengadaaan di Kementerian ESDM tahun anggaran 2011-2013 ini atau tidak.

Saat ditanya apakah proyek ini ada kaitannya dengan Partai Demokrat yang mengusung Jero, Abraham meyakini indikasi tindak pidana yang ditemukan KPK ini merupakan perbuatan individu.

“Kalau menurut saya sendiri, rata-rata orang ini kan punya hasrat ya, punya hasrat ingin hidup bermewah-mewah, serakah. Itu bawaan manusia sebenarnya, tidak terkontrol,” ujar Abraham di Jakarta, Selasa (2/9/2014).

Mengenai dugaan keterlibatan Jero dalam proyek pengadaan di Kementerian ESDM yang diselidiki KPK, Abraham mengatakan pihaknya perlu mematangkan indikasi tersebut dalam satu kali ekspose atau gelar perkara lanjutan.

“Nanti akan kita naikan (ke tahap penyidikan) mungkin berupa penerimaan yang dikategorikan pemerasan,” sambung Abraham.

Jika benar Jero nantinya ditetapkan sebagai tersangka, Abraham menilai pakta integritas yang pernah ditandatangani para menteri hanya seremonial belaka. Pakta integritas, menurut dia, sedianya menjadi komitmen yang harus bisa diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

“Fakta komitmen sebagai seremonial belaka. Oleh karena itu, sebenarnya fakta integritas komitmen itu harus bisa diwujudkan dalam perilaku sebenarnya. Itu orang bisa menilai dong apa yang sudah menjadi komitmen,” ujar Abraham.

Menurut Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, KPK segera mengumumkan status hukum Jero. KPK telah melakukan ekspose atau gelar perkara terkait dugaan keterlibatan Jero dalam proyek pengadaan di Kementerian ESDM tersebut.

Penyelidikan terkait proyek pengadaan di Kementerian ESDM ini merupakan hasil pengembangan proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan di Sekretariat Jenderal ESDM yang menjerat mantan Sekretaris Jenderal ESDM, Waryono Karno.

Tim penyelidik KPK telah meminta keterangan Waryono terkait penyelidikan baru ini. KPK juga telah meminta keterangan Jero dan istrinya, Triesnawati Jero Wacik, terkait penyelidikan yang sama. Lembaga antikorupsi itu juga telah meminta keterangan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa.

Seusai dimintai keterangan KPK beberapa waktu lalu, Jero mengaku diajukan pertanyaan seputar dana operasional menteri (DOM). Masalah DOM di Kementerian ESDM ini menjadi salah satu fokus penyelidikan KPK. Diduga, ada penyalahgunaan DOM di Kementerian ESDM.

Indikasi penyelewengan itu muncul setelah KPK menemukan adanya perintah Jero kepada Waryono Karno, saat Waryono masih menjabat sekretaris jenderal, untuk memainkan anggaran di Kementerian Energi.

Sementara itu, Jero mengatakan bahwa DOM tersebut anggarannya sudah ditetapkan dalam APBN melalui surat keputusan Menteri Keuangan. Namun, Jero tidak mau menyebutkan berapa jumlah DOM yang diterima di tiap-tiap kementerian.

Selain itu, Jero mengaku diajukan pertanyaan seputar dugaan penyimpangan dana di Kementerian ESDM dari tahun 2010 hingga 2013. Namun, dia mengaku baru menjabat Menteri ESDM pada Oktober 2011 sehingga tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam Kementerian ESDM pada medio 2010 hingga Oktober 2011.


Penulis : Icha Rastika
Editor : Fidel Ali Permana
Advertisements

0 Responses to “Gaya Hidup : BBM dan Pimpinan Negara Ber-mewah2”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,306,039 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: