26
Aug
14

SEPERAK : Politik Kepemimpinan Pemangku Indonesia

LOGO SEPERAK

Petisi SEPERAK : Politik Kepemimpinan Pemangku Indonesia

Senin, 25 Agustus 2014 – 15:03 WIB

Suara Pembaca:
Petisi SEPERAK: “Politik Kepemimpinan Pemangku Indonesia”

Serikat Pemimpin Rakyat (SEPERAK) yang berpaham Pemimpin itu Khalifah diprakarsai tanggal 23 Agustus 2014 yaitu di tahun ke-69 dari Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang terbentuk 23 Agustus 1945 dan yang dikenal sebagai cikal bakal Tentara Keamanan Rakyat (TKR) lalu Tentara Republik Indonesia (TRI) kemudian Tentara Nasional Indonesia (TNI).

SEPERAK bertekad melakukan pembinaan budaya “Politik Kepemimpinan Pemangku Indonesia” yaitu Kepemimpinan 9 (sembilan) Pusaka Bangsa Indonesia (1) Bendera Kebangsaan Merah Putih, (2) Sesanti Bhinneka Tunggal Ika, (3) Sumpah Pemuda 1928, (4) Lagu Kebangsaan Indonesia Raya 1928, (5) Ideologi Pancasila 1945, (6) Proklamasi Indonesia Merdeka 1945, (7) Konstitusi Republik Indonesia Undang Undang Dasar 1945, (8) Wawasan Nusantara 1957, (9) Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 / Roh Indonesia Merdeka.

Dalam konteks transisi kepemimpinan pemerintahan dan negara sekarang ini, maka SEPERAK berbagi kiprah bina Politik Kepemimpinan Pemangku Indonesia tersebut diatas terutama kepada para Pemimpin Nasional dan Daerah agar supaya transisi dapat berjalan dengan aman dan damai serta lancar adanya.

Demikianlah Petisi SEPERAK “Politik Kepemimpinan Pemangku Indonesia” ini dipublikasikan bagi kepentingan umum (pro bonum publicum) terbaik demi menapak Indonesia Mulia (2015-2025) kearah tahapan Indonesia Bermartabat (2025-2035) dan Indonesia Sejahtera Lahir Batin (2035-2045) serta Indonesia Jaya 2045 saat 100 tahun Indonesia Merdeka.

Jakarta, 25 Agustus 2014

BaMus SEPERAK,

(1) Pandji R Hadinoto, (2) Pudwianto Arisanto, (3) Yayan Ramlan Arif, (4) Yunda Ilham, (5) John Pakasi, (6) Dharmo Larsono Mertaperwira, (7) Jimmu Goh

Dipublikasi oleh:

Pandji R Hadinoto, Nasionalis Pancasila
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia
PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia
Editor www.jakarta45.wordpress.com

 

BERITA LAINNYA

Sumber Berita: http://www.edisinews.com


http://www.edisinews.com/berita-petisi-seperak-politik-kepemimpinan-pemangku-indonesia.html#ixzz3BTLxrKBJ

Fachry Ali: Jokowi-JK Tak Akan Alami Bulan Madu

Senin, 25 Agustus 2014 – 22:13 WIB


Fachry Ali

 Jakarta – Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syahid Ciputat Jakarta, Fachry Ali mengakui jika dalam menjalankan pemerintahan setahun pertamanya Jokowi-JK akan mengalami kesulitan, akibat APBN 2015 yang sebesar 80 % hanya akan habis untuk pembayaran gaji, utang luar negeri, transper dana ke daerah dan subsidi. Sehingga APBN itu hanya tinggal 20 % dan tentu pemerintah tidak akan mampu berbuat apa-apa kecuali memotong subsidi BBM dan atau listrik.

“Jadi, pemerrintahan Jokowi-JK ini tak akan mengalami bulan madu, karena harus langsung bekerja keras dengan APBN yang tentu cukup sulit. Memang, Jokowi didukung oleh rakyat sama halnya dengan SBY tahun 2009, tapi Jokowi kan rakyat biasa, sebaliknya SBY elit dan ksatria. Tapi, justru Jokowi ingin merontokkan struktur elit itu untuk wong cilik, maka dia selalu tampil sederhana dengan kesegaran pikirannya,” tegas Fachry Ali dalam dialog kebangsaan ‘Pemerintah pasca putusan MK’ bersama Wakil Ketua MPR RI Melani Leimena Suharli dan Wasekjen Ahmad Basyarah di Gedung MPR RI Jakarta, Senin (25/8/2014).

Namun demikian apakah Jokowi akan mulus menjalankan hak prerogatifnya, karena Fachry khawatir kehendak Jokowi berbeda dengan kehendak PDIP. Mengapa? Menurutnya, selama ini terlihat kalau Jokowi itu ingin independen dan tak mau diintervensi oleh siapapun termasuk pimpinan partai politik. “Untuk itu dia menegaskan menteri dari parpol harus lepas jabatan partai,” ujarnya.

Ahmad Basyarah pun menegaskan jika Jokowi itu kader PDIP yang sudah matang dengan ideologi dan Trisakti Bung Karno. Karena itu, apa yang dilakukan oleh Jokowi pasti sama dengan kehendak PDIP. “Jadi, tidak ada perbedaan dari apa yang menjadi komitmen Jokowi dengan PDIP,” tambahnya.

Tapi, kalau sama lanjut Fachry, berarti Jokowi dan Mega memang muak melihat politik transaksional selama ini termasuk subsidi BBM yang dinikmati oleh orang kaya. Karena itu, Jokowi-JK harus berusaha keras untuk merealisasikan janji-janjinya seperti kemandirian pangan dan kesejahteraan rakyat lainnya. “Maka yang harus diperkuat adalah Kementerian PDT, kementerian infrastruktur, dan luar negeri yang langsung bersentuhan dengan rakyat dan pasar ekonomi kreatif ,” pungkasnya.(sor)

 

BERITA LAINNYA
Berita Terkini
Selasa, 26 Agustus 2014 11:03 WIB
4.956 Personel Amankan Konferensi UNAOC 2014
Senin, 25 Agustus 2014 23:05 WIB
Pemain Terbunuh, Liga Aljazair Dibekukan
Senin, 25 Agustus 2014 22:13 WIB
Fachry Ali: Jokowi-JK Tak Akan Alami Bulan Madu
Senin, 25 Agustus 2014 21:42 WIB
PDIP Tunggu Keputusan Presiden SBY dan PPP
Senin, 25 Agustus 2014 20:56 WIB
Demokrat Masih Solid Bersama Koalisi Merah Putih
Senin, 25 Agustus 2014 20:29 WIB
DPD Rekomendasikan 25 Calon Anggota BPK ke DPR
Senin, 25 Agustus 2014 17:43 WIB
Pemerintah Diminta Sosialisasikan Pembatasan BBM
Advertisements

0 Responses to “SEPERAK : Politik Kepemimpinan Pemangku Indonesia”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,223,884 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: