07
Aug
14

KEAMANAN : Kriteria Mobil Presiden RI-1

Logo Garuda Merah Putih

Ini syarat mutlak mobil kepresidenan untuk Jokowi

MERDEKA.COM. Joko Widodo, atau biasa dikenal Jokowi sudah dinyatakan sebagai presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Saat menjabat nanti, mantan wali kota Solo ini nantinya akan mendapatkan mobil kepresidenan seperti para pendahulunya.

Saat terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta pada akhir 2012 lalu, Jokowi lebih memilih Innova dibandingkan dengan Land Cruiser yang ditinggalkan Fauzi Bowo. Mobil itu pun dipakai oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menjalankan tugas-tugasnya.

Lalu, seperti apa mobil kepresidenan yang layak dipakai untuk Jokowi nanti?

Pengamat Intelijen Wawan Purwanto mengatakan, sebuah mobil kepresidenan harus bersih dari alat-alat penyadapan. Tak hanya itu, mobil tersebut juga wajib menjalani perombakan total, termasuk peralatan elektronik di dalamnya.

“Yang jelas clear dari penyadapan, dan ada kunci-kunci tertentu yang harus diubah, karena semua serba elektronik, harus ada kode-kode sandi di mobil itu. Harus diubah total, enggak boleh ada yang lalu-lalu kemudian dipakai lagi,” ujar Wawan saat berbicang dengan merdeka.com, Kamis (7/8).

Tak hanya sistem interior, perubahan juga wajib dilakukan di bagian eksterior kendaraan. Mulai dari pemasangan bodi anti peluru, hingga mesin kendaraan diganti sesuai standar pengamanan VVIP.

“Harus sesuai dengan VVIP yang mana sudah betul-betul sudah dalam kondisi cek and ricek, supaya tidak ada peluang untuk masukan, atau terjadi ledakan di samping, juga jaringan keamanan yang sudah terkontrol melalui sistem kamera yang tentu dapat membahayakan,” paparnya.

Soal bahaya ledakan yang dapat menyasar pada setiap presiden sudah pernah dialami oleh Presiden Pakistan Pervez Musharraf. Saat masih menjabat, dirinya pernah menghadapi sebuah ledakan bom ketika melintasi perlintasan kereta, namun ledakan baru terjadi hanya berselang lima menit setelah rombongannya melintas.

Atas alasan itu, Wawan memandang perlu adanya sistem jumper yang dapat mengacak sinyal guna menghindari ledakan saat rombongan kepresidenan melintas. “Harus ada sistem jumper dalam mobil. Musharraf dulu gitu, jumper yang terpasang di mobil,” tandasnya.

Tempat penyimpanan mobil pun tidak bisa dilakukan di sembarang tempat. Perlu ada pengawasan penuh dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), termasuk personel yang melakukan penjagaan harus merupakan orang-orang pilihan.

“Jangan sampai terjadi sesuatu tanpa kita ketahui. Siapa yang keluar masuk di dalam tempat mobil itu disimpan tentu harus terjaga oleh orang-orang khusus yang memang bertugas, dalam hal ini Paspampres harus pro-aktif cek sistem pengaman,” pungkasnya.

Baca Berita Selanjutnya:
Jokowi temui Dahlan Iskan di Kementerian BUMN
Jokowi bakal ‘cegat’ mobil masuk Jakarta
Jokowi minta Dahlan bangun infrastruktur dan transportasi
Pakai kets & kemeja putih, Jokowi bantah ikuti gaya Dahlan
Like us on Facebook | Follow us on Twitter | Follow us on Google+

Sumber: Merdeka.com

Berita Lainnya

 

Kantor Transisi Jokowi-JK Harus Bersifat Partisipatoris

Rabu, 6 Agustus 2014 09:22 WIB
Kantor Transisi Jokowi-JK Harus Bersifat Partisipatoris
Warta Kota/henry lopulalan
RUMAH TRANSISI – Presiden terpilih Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Kepala Staf Kantor Transisi Jokowi – JK, Rini Soewandi dan tiga orang Deputi Kepala Staf, Anies Baswedan, Akbar Faisal dan Hasto Kristiyanto ( kiri-kanan) di halaman Kantor Transisi Jokowi – JK di Jalan Situbondo Nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/8). Kantor Transisi tersebut akan menjadi tempat untuk mempersiapkan jalannya pemerintahan transisi dari pemerintahan Presiden SBY hingga pelantikan presiden tanggal 20 Oktober, termasuk membahas pembentukan kabinet dan APBN 2015. Warta Kota/henry lopulalan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Langkah Presiden terpilih Joko Widodo membuka Kantor Transisi dianggap, tradisi baru peralihan pemerintahan yang damai dan berkesinambungan.

Tradisi baru itu akan semakin baik ketika Kantor Transisi bersifat partisipatoris, yaitu melibatkan dan menyerap aspirasi masyarakat, termasuk para relawan, dalam merancang dan menyusun agenda-agenda rakyat yang akan dilaksanakan pemerintahan mendatang.

“Dengan menjalankan prinsip partisipatoris sejak masa transisi, maka demokrasi yang selama ini sangat struktural kenegaraan sehingga jauh dari rakyat, akan hidup di tengah-tengah masyarakat. Ini dapat mengubah dominasi elit parlemen dan oligarki yang selama ini telah menyandera demokrasi Indonesia,” ujar Ketua DPP Partai NasDem Martin Manurung, Selasa (5/8/2014) dalam pernyataannya yang diterima tribunnews.com.

Selama masa pemenangan Jokowi-JK yang lalu, lanjut Martin, prinsip partisipatoris ini terlihat sangat jelas dari luasnya dukungan relawan yang bekerja secara mandiri dan gotong royong.

“Pak Jokowi tidak menjalankan kampanye yang sentralistis. Pak Jokowi memberikan ruang bagi seluruh masyarakat berpartisipasi dengan membentuk organisasi-organisasi relawan. Karakter Jokowi-JK yang partisipatoris itulah yang merebut hati masyarakat dan akhirnya memenangkan Jokowi-JK,” kata Martin Manurung.

Masih kata pria jebolan School of Development Studies, University of East Anglia, Inggris, ini, karakter Jokowi-JK yang partisipatoris hendaknya tercermin juga dalam mempersiapkan agenda-agenda revolusi mental yang akan dilaksanakan oleh pemerintah mendatang.

“Dengan melibatkan relawan dan masyarakat, Jokowi-JK tidak merasa sendirian dalam menyiapkan pemerintahan transisi yang akan melahirkan pemerintah yang kuat,” ujarnya.

“Para Relawan, juga sudah menyatakan dengan tegas akan terus teguh mengawal Jokowi-JK dari kepentingan-kepentingan yang dapat merongrong implementasi revolusi mental,” tandas Martin.

Editor: Rachmat Hidayat

Tim Transisi Jokowi Terlalu Eksklusif

Rabu, 6 Agustus 2014 18:35 WIB
Tim Transisi Jokowi Terlalu Eksklusif
Warta Kota/henry lopulalan
RUMAH TRANSISI – Presiden terpilih Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Kepala Staf Kantor Transisi Jokowi – JK, Rini Soewandi dan tiga orang Deputi Kepala Staf, Anies Baswedan, Akbar Faisal dan Hasto Kristiyanto ( kiri-kanan) di halaman Kantor Transisi Jokowi – JK di Jalan Situbondo Nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/8). Kantor Transisi tersebut akan menjadi tempat untuk mempersiapkan jalannya pemerintahan transisi dari pemerintahan Presiden SBY hingga pelantikan presiden tanggal 20 Oktober, termasuk membahas pembentukan kabinet dan APBN 2015. Warta Kota/henry lopulalan

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA – Tim transisi yang dibentuk Jokowi mengundang berbagai macam pro dan kontra.

Komposisi tim transisi yang terdiri dari tiga orang dari profesional yakni, Rini Mariani Soemarno, Andi Widjajanto, Anis Baswedan dan dua orang dari Partai Politik yakni, Hasto Kristiyanto (PDI Perjuangan) dan Akbar Faisal (Nasdem), dinilai terlalu eksklusif.

“Saya kira komposisinya terlalu eksklusif. Harusnya tim transisi diisi orang yang memberikan kontribusi kepada Jokowi, dan lebih beragam,” ujar Zaki Mubarok, pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah kepada wartawan, Rabu (6/8/2014).

Dengan hanya terdiri dari 5 orang, dan ada dua perwakilan partai. Menurut Zaki, secara otomatis tiga perwakilan partai (PKB, Hanura dan PKPI) secara otomatis tidak terpakai dalam tim transisi.

“Mengapa golongan ini tidak dilibatkan? Pak Jokowi harus jelaskan itu agar tidak terjadi kebuntuan komunikasi antar partai pendukung,” tutur Zaki.

Komposisi Tim Transisi ini, lanjutnya lagi, bisa menjadi arena konflik yang baru diantara partai pendukung Jokowi.

“Bisa menimbulkan kecemburuan, karena seharusnya pak Jokowi bisa merekrut tim yang beragam dan bisa memberikan sumbangan pemikiran yang lebih luas,” katanya.

Menurutnya, maksud Jokowi membentuk tim transisi ini sudah baik. Namun, pola perekrutan yang dilakukan masih kurang taktis.

“Harus ada penghargaan secara psikologis kepada partai pendukung, karena setiap partai pasti mempunyai ahli dibidang-bidang tertentu,” katanya.

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Johnson Simanjuntak

0 Responses to “KEAMANAN : Kriteria Mobil Presiden RI-1”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,063,568 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: