04
Aug
14

Kenegarawanan : Heboh Pemilu Presiden ?

Margarito: MK Jangan Seperti Kalkulator Hanya Menghitung Angka Saja

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis meminta Mahkamah Konstitusi (MK) jangan terjebak pada selisih angka-angka perolehan suara yang diperkarakan pemohon. Menurutnya, MK harus berperan sebagai pengawal konstitusi yang memiliki martabat dalam hukum dalam menyelesaikan perkara.

“MK itu jangan menyandera dirinya menjadi kalkulator untuk hitung-hitung angka saja. Kalau seperti itu, Pengadilan Negeri (PN) sudah cukup hebat. MK harus menempatkan sebagai pengawal konstitusi,” kata Margarito di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (4/8/2014).

Margarito menyayangkan bila Mahkamah Konstitusi hanya terjebak pada angka-angka perolehan suara Pemilu dalam menyelesaikan sebuah perkara. Dia menegaskan bahwa MK tidak boleh terpaku pada angka-angka selisih suara.

“Sebagai pengawal konstitusi, mereka (MK) tidak boleh terjebak pada soal angka-angka tetapi soal prosedur, soal ketaatan pada hukum, dan soal spirit,” ujarnya.

Lebih jauh Margarito mengatakan, tak jarang Mahkamah Konstitusi menggugurkan orang yang sudah menang karena kekeliruan prosedur penyelenggara dalam hal ini yang dilakukan Komisi Pemilihaan Umum (KPU).

Ia mencontohkan seorang calon sudah dinyatakan dokter tidak memenuhi syarat kesehatan tetapi tetap diloloskan menjadi calon Kepala Daerah oleh KPU.

“Prosedur itu yang harus diperhatikan oleh MK. Jangan hanya terpaku pada angka-angka saja,” ujarnya.

Baca Juga:

Fadli Zon Laporkan Pembongkaran Kotak Suara ke Mabes Polri

Posisi Ical di Golkar Dianggap Ilegal Jika Munas Tak Digelar Oktober

Rabu Sidang Perdana Gugatan Pilpres Digelar

Berita Lainnya

Pilihan

Rabu Sidang Perdana Gugatan Pilpres Digelar

Senin, 4 Agustus 2014 11:47 WIB
Rabu Sidang Perdana Gugatan Pilpres Digelar

Warta Kota/Henry Lopulalan
Tim Advokat Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menunjukan alat bukti saat mengajukan gugatan pemilu presiden 2014 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (25/7/2014). Tim Advokasi tersebut melaporkan adanya sejumlah kecurangan Pilpres 2014. (Warta Kota/Henry Lopulalan)
 

Laporan Wartawan Tribunnews, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mahkamah Konstitusi akan menggelar sidang perdana permohonan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) presiden dan wakil presiden, Rabu 6 Agustus 2014.

“Sidang PHPU Pilpres tidak jadi hari ini. Jadinya tanggal 6 Agustus,” ujar Staf Humas MK, Kencana Suluh Hikmah, Jakarta, Senin (4/8/2014).

Sebelumnya, sempar beredar informasi sidang perdana PHPU Presiden dan Wakil Presiden akan dilaksanakan hari ini. Walau demikian, info mengenai detail persidangan permohonan tersebut belum dicantumkan dalam jadwal persidangan di website MK.

Gugatan PHPU Presiden dan Wakil Presiden dimohonkan oleh pasangan calon nomor urut satu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Mereka menggugat berita acara rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 tanggal 22 Jul 2014 jo Keputusan KPU Nomor 535/Kpts/KPU/Tahun 2014 tentang penetapan rekapitulasi penghitungan perolehan suara dan hasil pemilihan umum presiden dan wakil presiden tahun 2014 tanggal 22 Juli 2014.

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Dewi Agustina

0 Responses to “Kenegarawanan : Heboh Pemilu Presiden ?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,060,795 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: