26
Jul
14

PusKesMas : Lembah Herbal, Apotek Hidup

http://megapolitan.kompas.com/read/2014/07/24/23341111/Lembah.Herbal.Hijaukan.Halaman.dengan.Apotek.Hidup?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

Penghijauan

Lembah Herbal, Hijaukan Halaman dengan Apotek Hidup

Kamis, 24 Juli 2014 | 23:34 WIB
altKompas Lembah Herbal

JAKARTA, KOMPAS.com – Penghijauan di Jakarta dapat dilakukan oleh setiap warga kota ini. Dengan demikian tidak perlu menunggu pemerintah. Di pinggir Tol Jagorawi, Jakarta Timur, seorang pensiunan memanfaatkan halaman rumah kontrakan miliknya untuk apotek hidup yang diberi nama Lembah Herbal.

Mahmud Ujang (56), pensiunan itu mengaku, apotek hidup Lembah Herbal tidak hanya berguna untuk pengobatan tradisional. Namun, fungsi lainnya adalah untuk menghalau okupasi hunian liar.

Halaman rumah kontrakan Mahmud berada tepat di pinggir Tol Jagorawi, hanya dipisahkan saluran air selebar 3 meter dari jalan tol. Karena itu, halaman itu sangat mudah diakses siapa pun sehingga rawan dijadikan tempat hunian liar.

”Namanya Jakarta, ada lahan kosong sedikit langsung didirikan bedeng. Lebih baik saya duluan yang menggunakannya,” kata Mahmud, Betawi asli dari Pinang Ranti ini.

Areal rumah kontrakan milik Mahmud memang cukup luas, 500 meter persegi. Lahan itu memanjang mengikuti tepian jalan tol. Sebanyak 14 rumah petak kontrakan dibangun berderet menghadap halaman yang berdampingan dengan jalan tol.

Di halaman rumah kontrakan itu Mahmud memanfaatkan untuk apotek hidup dengan menggunakan lahan seluas 150 meter persegi. Di halaman itu ditanam tak kurang dari 100 jenis tanaman obat, seperti kumis kucing, mahkota dewa, pagagan, binahong, keji beling, miyana, cakar ayam, daun salam, hingga kapulaga, dan temulawak.

Dari beragam jenis tanaman di halaman itu, Mahmud meracik obat-obatan herbal. Pasiennya datang dari teman-temannya, keluarga, dan anggota kelompok pengajian.

Salah satu racikan Mahmud yang cukup manjur adalah pengobatan herbal untuk penyembuhan ambeien serta batu ginjal. Untuk pengobatan ambeien, Mahmud menggunakan 9 jenis tanaman, salah satunya yang utama adalah handeuleum.

Andi (50), salah satu pasien, menyatakan cocok dengan racikan herbal buatan Mahmud untuk mengobati penyakit ambeien yang dia derita.

Andi tidak hanya kawan Mahmud, tetapi juga anggota satu kelompok pengajian dengan Mahmud. ”Ini bukan pengajian Al Quran, tetapi pengajian iqro, baru tahap mengeja karena teman-teman saya ini dulunya bandel, tak pernah belajar mengaji,” kata Mahmud.

Pengajian itu diadakan Mahmud sekali seminggu di saung bambu yang didirikan di areal apotek hidup miliknya. Dari saung bambu itu pengunjung dapat menyaksikan rimbun pepohonan di kanan-kiri jalan tol.

Berada di tengah area apotek hidup milik Mahmud ini memang terasa tak sedang di Jakarta. Rimbun pepohonan di kanan dan kiri tol dan hijaunya areal apotek hidup memberikan rasa teduh.

Untuk menjaga kebersihan, Mahmud mewajibkan semua penghuni kontrakan membuang sampah pada tempatnya. Bahkan, dia menyediakan pojok khusus merokok.

”Kasihan anak-anak jika mereka terkena asap rokok. Makanya saya sediakan pojok merokok ini,” katanya.

Tinggal botolnya

Meskipun terlahir sebagai orang Betawi yang dikenal mewarisi tanah yang luas, lahan rumah kontrakan itu diperoleh Mahmud dengan jerih payahnya sendiri. ”Orangtua saya Betawi miskin. Ibaratnya, saya itu parfum yang tinggal botolnya doang,” ujarnya.

Berkat kerja kerasnya semasa bekerja sebagai pegawai PT PLN, Mahmud bisa memiliki lahan di pinggir tol itu. Selama bekerja di PT PLN itu pula dia memperoleh kesempatan untuk mengembangkan hobinya berkebun dengan menata taman di kawasan pembangkit listrik tenaga gas dan uap di Muara Karang dan Muara Tawar, Jakarta Utara, tempatnya bekerja.

Dengan hobinya itu, Mahmud memperkaya pengetahuannya dengan mengikuti latihan meracik obat herbal di Cilangkap, Jakarta Timur. Dua tahun setelah pensiun, pada 2011, kemampuannya meracik herbal untuk pengobatan mulai digunakan.

Mahmud pun tak menarik biaya sedikit pun untuk pengobatan herbal itu. ”Hidup dari sewa kontrakan sudah cukup. Dari obat herbal ini saya cari pahala,” katanya.

Bagi Mahmud, apotek hidup yang dia kembangkan juga menjadi tempat melepas lelah. ”Melihat hijaunya pepohonan itu memberikan rasa tenang,” ujarnya. (MDN)


Editor : Hindra Liauw
Sumber : KOMPAS CETAK
Advertisements

0 Responses to “PusKesMas : Lembah Herbal, Apotek Hidup”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,193,028 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: