12
Jul
14

NasPan45 : Gerakan Indonesia Aman Tenteram (GIAT)

Logo NasPan45

Situasi dan kondisi pasca Quick Count PilPres 2014 yang menunjukkan bahwa 8 surveyor berbeda hasilnya dengan 4 surveyor lain,  dikuatirkan berbagai pihak, meningkatkan perbedaan penyikapan agresifitas oleh kedua kelompok pendukung CaPres CaWaPres menyongsong Real Count KPU 22 Juli 2014 yang akan datang.
Langkah antisipasi bijak berupa himbauan menahan diri bahkan upaya Audit oleh Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia sejatinya belumlah mencukupi, diperlukan juga upaya nyata lain seperti Gerakan Indonesia Aman Tenteram (GIAT) dimotori oleh pemerintah diikuti oleh relawan2 kedua pasangan kontestan PilPres 2014.
Kesemuanya itu ditujukan kepada Pilihan Ke-3 yaitu Persatuan Indonesia dapat tetap terjaga baik pasca penyelenggaraan pesta demokrasi yang telah terbukti berlangsung bebas, rahasia, langsung dan aman damai pada PilPres 9 Juli 2014 tersebut.
Hal ini strategik sebagai upaya tingkatkan ketahanan nasional antisipasi sinyalemen Indonesia Disintegrasi 2015.

Jakarta, 10 Juli 2014

Dewan Pakar PKPI,
Pandji R Hadinoto, Nasionalis Pancasila
PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia
Editor www.jakarta45.wordpress.com

Pasca Pilpres, Perlu Gerakan Aman Tenteram

Senin, 14 Juli 2014 – 05:40 WIB

Pandji R Hadinoto

Jakarta – Situasi dan kondisi pasca Quick Count PilPres 2014 yang menunjukkan bahwa 8 (delapan) surveyor berbeda hasilnya dengan 4 (empat) surveyor lain, dikuatirkan berbagai pihak, meningkatkan perbedaan penyikapan agresifitas oleh kedua kelompok pendukung CaPres CaWaPres menyongsong Real Count KPU 22 Juli 2014 yang akan datang.

“Langkah antisipasi bijak berupa himbauan menahan diri bahkan upaya Audit oleh Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia sejatinya belumlah mencukupi, diperlukan juga upaya nyata lain seperti Gerakan Indonesia Aman Tenteram (GIAT) dimotori oleh pemerintah diikuti oleh relawan-relawan kedua pasangan kontestan PilPres 2014,” kata Jurubicara PARRINDO (Parlemen Rakyat Indonesia) Dr Ir Pandji R Hadinoto MH, minggu lalu.

Kesemuanya itu, jelas dia, ditujukan kepada Pilihan Ke-3 yaitu Persatuan Indonesia dapat tetap terjaga baik pasca penyelenggaraan pesta demokrasi yang telah terbukti berlangsung bebas, rahasia, langsung dan aman damai pada PilPres 9 Juli 2014 tersebut. “Hal ini strategik sebagai upaya tingkatkan ketahanan nasional antisipasi sinyalemen Indonesia Disintegrasi 2015,” tutur Ketua Dewan Pakar PKPI.

Sebelumnya, sejumlah tokoh lintas agama meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan proses penghitungan suara dengan jujur, adil dan transparan. Hal itu dinyatakan tokoh lintas agama di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (10/7).

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, sebagai salah satu perwakilan tokoh lintas agama menilai bahwa pengiriman hingga rekapitulasi surat suara merupakan tahapan yang krusial. Sebab, selama ini dalam pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden sebelumnya, poses itu rentan kecurangan.

“Maka kami meminta penyelenggara pemilu khususnya KPU dan panitia pelaksana pemilu dii semua tingkatan untuk bisa melakukan proses ini secara jujur, adil bertanggung jawab, profesional, transparan dan tepat waktu. Sehingga diharapkan hasil resmi bisa diumumkan tepat waktu,” kata Din.

Menurut Din, semua bentuk kecurangan harus dihindari. Sehingga proses dapat berjalan bebas tanpa adanya tekanan apapun. Juga bisa menghindarkan negara dari ketegangan dan konflik antar sesama. “Kalau terjadi perpecahan maka dampaknya akan berkepanjangan. Tidak hanya lima tahun tapi bertahun-tahun,” paparnya sembari meminta semua pihak untuk bisa menahan diri dan tidak menampilkan perilaku yang melampaui batas dalam menyikapi Pilpres ini.

Perwakilan dari Persekutuan Gereja Indonesia, Andreas Yewangoe juga meminta semua pihak, khususnya para elite politik untuk bisa mengedepankan sikap kenegarawanan dan berjiwa kesatria dalam menyikapi hasil pilpres.

Dia meminta semua pihak untuk mematuhi apapun hasil pilpres yang diumumkan oleh KPU pada 22 Juli 2014. “Siap menang dan siap kalah. Mengendalikan diri dari sikap melampaui batas dan euforia yang berlebihan yang dapat menimbulkan pertentangan antar kelompok serta potensi perpecahan bangsa,” kata Andreas. (red)

BERITA LAINNYA

0 Responses to “NasPan45 : Gerakan Indonesia Aman Tenteram (GIAT)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,060,880 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: