18
Jun
14

Ekonomi : Politik Tol Laut Jokowi

Tol Laut Jokowi Lebih Realistis Ketimbang Jembatan Selat Sunda

  •  Ekonomi
  •  6
  •  18 Jun 2014 09:32

Ilustrasi Jokowi-JK (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Jakarta – Program pembangunan tol laut oleh bakal calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai lebih realitis ketimbang proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) yang masih jalan di tempat. Jika terealisasi, pengusaha yakin tol laut bisa menekan biaya logistik.Menurut Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rachmat Gobel, capres Jokowi pasti sudah memikirkan dengan matang soal program tol laut.

“Saya kira pemikiran tol laut sudah melalui evaluasi, masukan dari si A, si B, si C. Dari situ dipelajari kenapa biaya logistik mahal dan muncullah suatu ide itu. Ide ini pasti juga masukan dari tim ahlinya bahwa tol laut yang paling realistis,” ujar dia kepada Liputan6.com di Jakarta, seperti dikutip Rabu (18/6/2014).

Kata Rachmat, realistis ditunjukkan karena tol laut tak perlu membangun jalan seperti JSS. “Dari pada bangun jalan dulu, karena laut kan lebih cepat. Nggak perlu matok-matok nggak boleh jalan atau apa,” sambungnya.

Dia memperkirakan tol laut mampu memberikan manfaat bagi seluruh pihak, termasuk menekan inflasi. “Kalau harga (barang) lebih murah bisa menekan inflasi, produktivitas dan efisiensi naik,” lanjutnya.

Di samping itu, dia bilang, program tersebut juga diyakini dapat mengurangi ongkos logistik. Selama ini, biaya logistik menjadi tekanan para pengusaha sehingga produk lokal tak mampu bersaing dengan barang impor.

“Pasti akan besar (penurunan biayanya). Makanya pemerintah harus mempercepat pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan dan sebagainya,” harap Rachmat. (Fik/Nrm)

(Nurmayanti)

– See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2064843/tol-laut-jokowi-lebih-realistis-ketimbang-jembatan-selat-sunda#sthash.5BMCXDVZ.dpuf

Dari Mana Sumber Dana Tol Laut Jokowi-JK?

  •  Ekonomi
  •  6
  •  17 Jun 2014 17:19

Jokowi. (Johan Tallo/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta – Calon Presiden Joko Widodo dan Calon Wakil Presiden Jusuf Kalla mencanangkan pembuatan tol laut untuk memperbaiki sistem logistik di Indonesia. Lalu dari mana dana untuk membangun infrastruktur tersebut?Tim Ahli Ekonomi Jokowi Jk Wijayanto Samirin mengatakan, pembangunan tol laut akan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), anggaran untuk infrastruktur yang hanya 10 persen dari APBN pertahun akan ditingkatkan karena anggaran untuk infrastruktur tersebut sangat kecil.

“Selama ini anggaran pembangunan infrastruktur hanya 10 persen. Itupun ada dana yang tidak terserap 5 persen ini harus ditekankan,” kata  Wijayanto di Media Center Jokowi JK, kawasan Menteng Jakarta, Selasa (17/6/2014).

Ia menambahkan, meski anggaran untuk infrastruktur akan ditingkatkan, hal tersebut tidak akan memangkas anggaran proyek lain. Pasalnya, Joko Widodo dan Jusuf Kalla akan meningkatkan sumber pemasukan negara melalui pajak.

“Tidak mengorbankan APBN lain tapi meningkatkan APBN, salah satunya pajak,” tuturnya.

Meski meningincar tambahan pemasukan dari pajak, dia menjamin Jokowi-JK tidak akan menaikan tingkat pajak, karena  saat ini pajak Indonesia sudah termasuk tinggi, bahkan tertinggi ke dua setelah Vietnam, namun pendapatan dari sektor pajak masih rendah.

Karena itu, pasangan tersebut akan meminimalisir kebocoran pajak, sehingga pendapatan dari sektor pajak akan meningkat meski tidak ada kenaikan pemungutan pajak.

“Karena problem pajak di Indonesia bukan tingkat pajaknya,  kebocoran itu dikurangi,” ungkapnya.

Selain itu, untuk meningkatkan pendanaan sektor infrastruktur, akan didorong perusahaan Swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur.

Mendorong peran pemerintah daerah dan membangun bank infrastruktur untuk memberikan pinjaman pada pemerintah Swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memerlukan pendanaan pembanguan infrastruktur.

“Kemudian akan membuat bank infrasturktur sehingga swasta pemda akan mendapat pelayanan, karena pembiayaan infrastruktur mahal jangka panjang terkadang financingnya tidak tersedia,” pungkasnya. (Pew/Nrm)

(Nurmayanti)

– See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2064571/dari-mana-sumber-dana-tol-laut-jokowi-jk#sthash.9LSa2AgP.dpuf

Pengusaha Sebut Tol Laut Sama dengan Pendulum Nusantara

  •  Ekonomi
  •  4
  •  18 Jun 2014 11:25
Liputan6.com, Jakarta – Wacana proyek tol laut yang dikemukakan Calon Presiden (Capres) Joko Widodo dinilai tidak menjamin mampu menurunkan disparitas harga yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

Wakil Ketua Umum INSA Asmari Herry mengatakan konsep tol laut sebenarnya sama dengan konsep dari proyek Pendulum Nusantara yang hanya menjadi bagian dari keseluruhan mata rantai dari sisi logistik.

Dengan adanya proyek ini, dinilai tidak serta merta akan menurunkan disparitas harga yang terjadi di Indonesia.

“Konsep tol laut tidak menyelesaikan masalah dalam hal menurunkan harga barang selama tidak dibenahi seluruh sistem supply change-nya, terutama akses dan sistem distribusi di daerah tujuan. Satu program itu tidak cukup. Harga itu tidak ditentukan oleh satu hal saja,” ujarnya saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta seperti ditulis Rabu (18/6/2014).

Asmari menyatakan, konsep tol tersebut akan efektif menurunkan biaya logistik jika semua komponen dari mata rantai logistik dibenahi, mulai dari angkutan laut, pelabuhan, akses jalan, sistem distribusi dan moda angkutan yang dipakai.

“Kalau tidak ada infrastrukturnya, barang-barang itu akan nyangkut di pelabuhan. Itu tugas pemerintah,” katanya.

Selain itu menurut Asmari, sebenarnya tidak perlu ada proyek tol laut. Pemerintah cukup menjalankan sistem logistik nasional (Sislognas) yang telah disusun secara konsisten.

“Tidak perlu bikin konsep baru. Itu (Sislognas) bagus. Kalau diimplementasikan secara disiplin, disparitas harga akan menurun karena didalamnya akan dibuat sentra-senta industri pada jalur di wilayah timur,” tandas dia. (Dny/Nrm)

(Nurmayanti)

– See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2064901/pengusaha-sebut-tol-laut-sama-dengan-pendulum-nusantara#sthash.1CVsmskR.dpuf

JSS Butuh Ongkos Besar, Pengusaha Pilih Pakai Angkutan Laut Saja

  •  Ekonomi
  •  1
  •  18 Jun 2014 09:13

(Dok. Antara)

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pelayaran Indonesia (Indonesian National Shipowners Association/INSA), Carmelita Hartoto mengimbau kepada pemerintah untuk menggenjot pembangunan infrastruktur laut. Bukan hanya dengan merencanakan Jembatan Selat Sunda (JSS).

“Kalau pembangunan JSS mahal, jangan dong. Pakai transportasi laut saja, kita kan negara maritim,” tegas dia saat berbincang denganLiputan6.com di Jakarta, Rabu (18/6/2014).

Seperti diketahui, pembangunan JSS diperkirakan menelan investasi cukup besar hingga mencapai ratusan triliun rupiah. Namun ground breaking mega proyek itu terus mundur dari rencana awal pada tahun lalu.

“Karena JSS perlu studi dulu. Kalau studinya bagus, ya lihat nanti,” tambah Carmelita.

Diberitakan sebelumnya, Tim Ahli Ekonomi Jokowi Jk Wijayanto Samirin mengatakan, program tol laut yang dicanangkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla diklaim lebih efektif ketimbang proyek JSS.

Dia menyebutkan, mengukur anggaran pembangunan JSS hampir sebesar Rp 180 triliun, hampir sama dengan membangun infrastruktur tol laut. “Daripada Rp 180 triliun untuk bangun JSS, hampir sama dengan tol laut,” kata kata Wijayanto. (Fik/Nrm)

(Nurmayanti)

Pemerintah Enggan Biayai Pembangunan Jalan Tol Laut

  •  Ekonomi
  •  0
  •  18 Jun 2014 15:30

Rencana pembangunan jalan tol atas laut yang digagas oleh perusahaan-perusahaan BUMN terus didorong agar segera direalisasikan.

Liputan6.com, Jakarta – Sebagai salah satu cara untuk menurunkan disparitas harga yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, salah satu calon presiden, Joko Widodo, mewacanakan proyek tol laut yang akan menghubungan wilayah Sumatera hingga Papua.

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas, Dedy S Priatna mengatakan, hingga saat ini memang belum ada wacana soal tol laut tersebut di kalangan pemerintah, namun jika proyek tersebut harus dilaksanakan maka dilakukan dengan skema proyek dengan prakarsa atau unsolicited.

“Tol laut sampai saat ini belum ada dalam rencana pemerintah. Jadi kalau harus ada, maka harus unsolicited,” ujar Dedy di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (18/6/2014).

Menurut Dedy, proyek unsolicited ini seperti proyek yang usulannya berasal dari pihak swasta dan tidak mendapat bantuan dari pemerintah. “Itu seperti tol Serangan-Tanjung Benoa, idenya dari BUMN dan dijalankan sendiri. Jadi jangan minta bantuan pemerintah. Jadi VGF (viability gap fund) tidak ada,” tandas dia.

Sebelumnya tim ahli ekonomi Jokowi JK Wijayanto Samirin menyatakan bahwa proyek pembangunan tol laut ini bisa berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang anggaran infrastruktur yang hanya 10% dari APBN pertahun akan ditingkatkan karena alokasi anggaran tersebut dianggap terlalu kecil. (Dny/Ahm)

(Agustina Melani)

– See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2065058/pemerintah-enggan-biayai-pembangunan-jalan-tol-laut#sthash.hgT4LV37.dpuf

 


0 Responses to “Ekonomi : Politik Tol Laut Jokowi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,060,795 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: