13
Jun
14

PARRINDO : Utamakan Revolusi Konstitusi

LOGO PARRINDO

PARRINDO: Utamakan Revolusi Konstitusi

Jumat, 13 Juni 2014 – 04:53 WIB

Dr Ir Pandji R Hadinoto MH

Suara Pembaca:

Utamakan Revolusi Konstitusi

Revolusi seringkali dimaknai bongkar dan pasang/bangun kembali, ibarat bangunan rumah/gedung, yang lama dan dianggap sudah usang dibongkar saja lalu dibangunlah yang baru agar lebih sesuai kebutuhan masa kini dan esok.

Dalam konteks tersebut, gagasan Restorasi Maritim Indonesia oleh CaPres Jokowi (Bisnis Indonesia, 12/6/14) yang bila dipertautkan dengan sinyalemen CaPres Prabowo bahwa pihak asing telah menikmati Rp 1000 Triliun tiap tahun (Bisnis Indonesia, 12/6/14) maka tidaklah cukup mengoperasikan restorasi hanya ditopang oleh gagasan-gagasan semisal Revolusi Mental apalagi Revolusi Harmoni untuk Revolusi Mental.

Strategi Pemberdayaan Ekonomi Maritim berdasarkan rekayasa sosial ekonomi kelautan Indonesia yang berpotensi lebih dari 2 (dua) kali dari Sumber Daya Ekonomi Daratan Indonesia, bagaimanapun prakteknya perlu investasi memadai yang dipayungi oleh Strategi Revolusi Konstitusi yang sebesar-besarnya Pro Rakyat dan Bangsa serta Negara Indonesia. Artinya, jangan sampai dengan terbukanya investasi dibidang ekonomi kelautan justru kelak berdampak peningkatan eksponensial angka Rp 1000 Triliun itu di periode 2014-2019.

Dalam kaitan Revolusi Konstitusi ini yang bijak adalah merekonstruksi kembali Konstitusi pra Amandemen 2002 yaitu berbasis Konstitusi 1959 lewat mekanisme Adendum mengingat pentingnya taat azas terhadap Pembukaan UUD45 sebagai Roh Konstitusi Indonesia Merdeka selain secara yuridis formal Konstitusi 1959 terdaftar di Lembaran Negara No. 75, 1959 sedangkan Konstitusi 2002 tidak terdaftar.

Pengutamaan strategi kenegaraan di tataran kebijakan publik strategis yakni Revolusi atau Restorasi atau Pelurusan Konstitusi tersebut dimaksudkan utamanya sebagai payung hukum kebijakan-kebijakan taktis turunannya seperti perundang-undangan sektoral dibawah Konstitusi termasuk program-program Revolusi Mental dan apalagi Revolusi Harmoni untuk Revolusi Mental tersebut.

Bagaimanapun adalah fakta jua bahwa Amandemen Konstitusi 2002 itulah sebetulnya yang turut mendorong terjadinya peningkatan penikmatan asing Rp 1000 Triliun per tahun tersebut diatas itu.

Oleh karena itu, layak direkomendasikan bagi Presiden Terpilih dengan kewenangan politik Presidensill agar dapat kiranya memprogram kebijakan publik straregis Revolusi/Restorasi/Pelurusan Konstitusi, agar lebih tercapai keharmonisan di tataran pelaksanaan dan penerapan perundang-undangan dibawah Konstitusi termasuk pengaturan sektoral di tataran teknis lapangan di seluruh wilayah NKRI.

Pemahaman yang bijak tentang struktural bangunan perundang-undangan kenegaraan inilah yang semoga dapat jadi pijakan kiprah daripada Presiden Terpilih, menimbang bahwa kedua pasangan CaPres CaWaPres 2014 terkesan sungguh2 bersikap sebagai insan Nasionalis Pancasila.

Jakarta, 12 Juni 2014

Dr Ir Pandji R Hadinoto MH (PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia)

 

BERITA LAINNYA
Berita Terkini

Kurs Valuta Asing
KURS    JUAL    BELI
USD 11800.00 11760.00
SGD 9461.08 9411.08
EUR 16020.15 15920.15
AUD 11133.82 11053.82
Prakiraan Cuaca

32°C

  • Jakarta
  • Thunder
  • NE 12.87 km/h
 

 

Advertisements

0 Responses to “PARRINDO : Utamakan Revolusi Konstitusi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,305,342 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: