24
May
14

Pemilu : Faktor Koreksi Hasil PiLeg 2014

Faktor Koreksi Hasil PiLeg 2014

Sabtu, 24 Mei 2014 – 10:37 WIB

Pandji R Hadinoto

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Suara Pembaca:

Faktor Koreksi Hasil PiLeg 2014

Ketidakpastian akibat kekosongan Politik Kebijakan Pemilu (PKP) per Putusan MKRI 23 Januari 2014 terkait Pemilu Serentak 2014 kini terbukti hadirkan ketidakpastian turunan berupa selain peristiwa politik & hukum Pemilu Cacat Konstitusional juga kejahatan pidana Pemilu sebagaimana terbukti secara materiil lewat berita Sinar Harapan 22 Mei 2014 “Puluhan Caleg Jadi Tersangka Pidana Pemilu” oleh Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) yang umumkan puluhan calon anggota legislatif (caleg) menjadi tersangka karena diduga melakukan kejahatan dalam pemilihan legislatif (pileg) dengan pelanggaran pidana yang banyak diproses kepolisian adalah politik uang.

Perinciannya adalah 33 caleg jadi tersangka pidana pemilu yang terjadi sebelum masa kampanye dan 29 caleg jadi tersangka pelanggaran saat masa kampanye serta 8 caleg lainnya jadi tersangka yang diduga melakukan pelanggaran pidana saat masa tenang hingga pemungutan suara digelar.

Dari rangkaian Operasi Mantap Brata yang dilakukan 11 April-20 Mei 2014 itu kepolisian saat ini menangani 338 kasus pidana pemilu yang diserahkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Dari jumlah tersebut, 53 kasus terjadi sebelum masa kampanye dan 54 kasus saat masa kampanye. Sejauh ini 241 kasus sudah diproses hingga penyidikan tahap pertama. Sebanyak 74 kasus juga sudah dinyatakan lengkap atau P21 sehingga bisa dilanjutkan ke kejaksaan.

Kasus-kasus tersebut terjadi pada masa sebelum kampanye, masa kampanye, masa tenang, pencoblosan, hingga penghitungan suara. Dari seluruh kasus pidana terkait pemilu, politik uang adalah kejahatan yang paling banyak ditangani kepolisian yaitu berjumlah 88 kasus. Sedang kasus-kasus lainnya yang ditangani kepolisian, di antaranya 23 kasus menambah dan mengurangi surat suara dan 15 kasus yang menyebabkan orang lain kehilangan hak pilih.

Ada pula 50 kasus yang mengaku dirinya sebagai orang lain atau memberikan suara lebih dari satu kali di tempat pemungutan suara. Kasus lain yang ditangani kepolisian, adalah kejahatan menggelembungkan atau menambah surat suara sebanyak 33 kasus dan 11 kasus perubahan berita acara dan rekap hasil dan sejauh ini, kepolisian telah menyelesaikan 90 kasus pidana.

Sungguh perlu disadari bahwa ciri Pemilu Cacat Konstitusional itu terbawa lanjut bagi Peta Politik Hukum [Kompas 19Mei14] : Koalisi-1 (37%  PDIP, PKB, NasDem, Hanura), Koalisi-2 (35,9% Gerindra, PAN, PKS, PPP). Dan dari konstelasi tsb kini terbentuklah 2 (dua) pasangan CaPres-CaWaPres yang pada gilirannya akan digelayuti ketidakpastian turunan lain kalau budaya politik uang masih melekat di PiLPres 2014 apalagi bilamana berpolakerja seperti PiLeg 2014.

Konstelasi itu pun harusnya terkoreksi pasca perkara2 pidana kejahatan pemilu diatas berkeputusan inkracht dan sengketa pemilu di MKRI berkeputusan tetap dan mengikat. Sebenarnya koreksi lain atas ketidakpastian itu dapat pula dengan hilangkan simpul2 rawan politik uang seperti TPS, PPS, PPK, KPUD di PilPres 2014 merujuk polakerja Jujur & Adil di “Pemilu” Indonesian Idol yang telah hasilkan Pelantun2 Suara berkarakter lokal berpotensi global selama 1 (satu) dekade terakhir ini.

Jakarta, 23 Mei 2014

Dr Ir Pandji R Hadinoto MH, Nasionalis Pancasila

Pemangku Keadilan & Persatuan Indonesia

BERITA LAINNYA
Berita Terkini
Sabtu, 24 Mei 2014 11:25 WIB
Buat Sayembara Rp1 Miliar, JK Dinilai Licin
Sabtu, 24 Mei 2014 10:37 WIB
Faktor Koreksi Hasil PiLeg 2014
Jumat, 23 Mei 2014 21:03 WIB
Ahok Sebut JK Terlibat Proyek Monorail
Jumat, 23 Mei 2014 20:52 WIB
Soekarwo Tolak Usulan Perda Miras
Jumat, 23 Mei 2014 20:27 WIB
Prabowo: Semua Lubang Saya Diperiksa Dokter
Jumat, 23 Mei 2014 19:48 WIB
Jaringan Santri Dukung Jokowi Presiden

Lebih dari 14 Juta Suara Pemilu Legislatif 2014 Rusak?

Sabtu, 10 Mei 2014 | 08:52 WIB
TRIBUNNEWS/HERUDINKomisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan hasil pemilu legislatif 2014, di kantor KPU, Jakarta Pusat (9/5/2014). Hasil ini menetapkan PDI Perjuangan sebagai partai pemenang pemilu legislatif dengan jumlah suara 23 juta atau 18,95 persen.

Baca juga

Kurs Valuta Asing
KURS    JUAL    BELI
USD 11625.00 11575.00
SGD 9280.20 9230.20
EUR 15846.31 15746.31
AUD 10745.07 10665.07

 

 

 

Advertisements

0 Responses to “Pemilu : Faktor Koreksi Hasil PiLeg 2014”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,146,496 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: