08
May
14

Kenegarawanan : Pemilu Palsu 2014 dan Politik Peradaban

Pemilu `Palsu` 2014 dan Politik Peradaban

Kamis, 08 Mei 2014 – 07:31 WIB

Suara Pembaca :

Pemilu `Palsu` 2014 dan Politik Peradaban
Produk Pemilu Legislatif (PiLeg)  2014 dapat ditandai sebagai KW2 (Kualitas Nomor 2) berawal dari kedudukan hukum PiLeg 2014 yang babak pertama Pemilu Terpisah per Putusan MKRI 23 Januari 2014 yang diamarkan bertentangan terhadap konstitusi tertulis UUD45, sehingga penyelenggaraan PiLeg 9 April 2014 sebenarnya boleh diakui dipaksakan.

Buktinya, kini di internal KPU/KPUD terjadi sejumlah dugaan perbuatan2 melawan hukum sebagai dampak situasi dan kondisi buah ketidakpastian hukum yang mendasari PiLeg 9 April 2014 itu sendiri.

Oleh karena itu dapat dimengerti bahwa produk PiLeg 9 April 2014 adalah KW2 karena proses produksinya dilakukan tidak memenuhi tatacara produksi terbaik, ibaratnya “garbage in garbage out”.

Tatacara yang dilakukan jajaran KPU/KPUD itu faktanya terbuka terhadap dugaan intervensi pemangku2 kepentingan NonJurDil dan boleh jadi diluar wilayah kerja BaWasLu.

Seharusnya fakta ini dapat dikendalikan bila KPU/KPUD berdayakan pengawasan melekat (waskat) dan kendali mutu kelolaan (quality management), mengingat rentang kendali kewilayahan berskala benua berciri tanah dan air ini, selain berskala anggaran Rp 18 Triliun ex uang rakyat.

Pemberitaan Bisnis Indonesia 6Mei14 a.l. bhw tersisa Rekapitulasi Suara dari 21 Propinsi yg belum disahkan, walaupun bgt  KPU masih optimis Pengumuman Resmi bisa 9Mei14, dan Selasa sore 6Mei14 ada Komisioner KPU menyatakan bahwa  pengesahan Suara diundurkan dari 6Mei14 sampai dengan 9Mei14.

Bagaimanapun, situasi dan kondisi Pemilu Legislatif 9Apr14 yang terbuka terhadap intervensi pemangku2 kepentingan NonJurDil sehingga terbukti telah berproduksi layaknya KW2 itu sebenarnya tidak terlepas daripada ambivalensi drpd spesifikasi UUD45.2002 (ketidakserasian batang tubuh konstitusional terhadap idealisasi Pembukaan UUD45) yang berujung gagal mendasari UU Pemilu KW1 yaitu kiprah JurDil Oleh karena itulah Politik Peradaban adalah relevan sebagai pilihan seperti langkah-langkah operasional berupa tangkapi semua pelaku2 tindak pidana baik di internal maupun eksternal KPU sebagai mesin produksi Pemilu KW2.

Ke depan, Politik Peradaban Pancasila sebagai pedoman bermasyarakat, berbangsa dan bernegara unggulan perlu pula diarahkan kepada kontestan dan konstituen demi pendidikan politik Pastikan Keadilan dan Persatuan Indonesia yang selalu berorientasi KW1 dalam kiprah musyawarah mufakat bagi bina demokrasi di Indonesia.

Jakarta Selatan, 8 Mei 2014
Dr Ir Pandji R Hadinoto SH MH MSi
Dewan Pakar PKPI, Nasionalis Pancasila
Pemangku Keadilan & Persatuan Indonesia

BERITA LAINNYA
Berita Terkini
Kamis, 08 Mei 2014 07:31 WIB
Pemilu `Palsu` 2014 dan Politik Peradaban
Kamis, 08 Mei 2014 06:45 WIB
KPK Juga Segel Kantor Distanhut Kab Bogor
Kamis, 08 Mei 2014 04:56 WIB
Gelar Juara Kian Dekat ke Manchester City
Kamis, 08 Mei 2014 00:12 WIB
Harusnya Jokowi Mundur, Bukan Pecat Kepsek
Rabu, 07 Mei 2014 23:10 WIB
Myanmar U-19 Kalahkan 2-1 Indonesia U-19
Rabu, 07 Mei 2014 21:37 WIB
Abdul Mu`ti: Pemilu 2014 Paling Kacau

Abdul Mu`ti: Pemilu 2014 Paling Kacau

Rabu, 07 Mei 2014 – 21:37 WIB

Jakarta – Pemilu 2014 paling kacau. Soalnya, pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 sebagai ajang pertarungan kapitalistik, kanibal, dan korup.

Penilaian itu disampaikan Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu`ti, dalam diskusi bertajuk “Menyongsong Pemilu 9 Juli 2014 (Refleksi Pemilu 9 April 2014)” di Gedung DPD RI, Jakarta, Rabu (7/5/2014).

Meski ada caleg yang lolos ke DPR dengan tidak menggunakan uang, kata Mu`ti, sebagian besarnya masih berbasis kekuatan uang. “Kita melihat Pemilu 2014 itu sangat kapitalistik, dari mulai beradu uang, beradu kekuatan uang,” kata Mu`ti.

Untuk itu, lanjut Mu`ti, jika tidak memiliki finansial yang cukup kuat, maka kemungkinan untuk lolos ke Senayan cukup kecil. “Maka jika secara finansial tidak memiliki, maka jangan bermimpi jadi pemimpin,” katanya.

Selain itu, Pemilu 2014 ini cukup kanibal. Orang tidak lagi peduli dengan kode etik politik, tidak lagi peduli dengan peradaban demokrasi. “Sangat kanibal, kanibal itu terjadi karena sistem profesional terbuka, jadi saling serang satu sama lain,” tuturnya.

Mu`ti menilai proses Pileg 2014 ini berjalan cukup korup. Marak terjadi pencurian suara. “Proses ini sangat korup, kenapa ada pencurian suara di KPU, saya kira ini imbas dari ini (korupsi). Mereka yang diseleksi di tingkat provinsi tapi tetap penentu itu di KPU pusat,” tegasnya. (sor)

 

BERITA LAINNYA
Kurs Valuta Asing
KURS    JUAL    BELI
USD 11575.00 11525.00
SGD 9287.98 9237.98
EUR 16138.97 58.97
AUD 10876.99 10806.99
Prakiraan Cuaca

29°C

  • Jakarta
  • Haze
  • NNE 8.05 km/h

KPU Dipidana, Pemerintahan Sementara Bisa Dibentuk

Rabu, 07 Mei 2014 – 18:20 WIB

Jakarta – Wakil Ketua DPD RI Laode Ida berpendapat, jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) gagal rekapitulasi suara Pileg pada 9 Mei mendatang, maka menurut amanat UU, komisoner KPU bisa dipidana. Karena itu, bisa dibentuk pemerintahan sementara, atau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bisa mengeluarkan Perppu atau Dekrit Presiden, untuk mengatasi darurat pemilu yang amburadul ini.

“Jadi, kalau KPU dipidana dan terjadi darurat pemilu, maka bisa dibentuk pemerintahan sementara, atau Presiden SBY mengeluarkan dekrit atau Perppu untuk mengatasi kondisi pemilu yang darurat ini. Itu tidak sulit,” tegas Laode dalam dialog kenegaraan ‘Menyongsong Pemilu 9 Juli 2014 – Refleksi pemilu 9 April 2014’ bersama sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti, dan caleg terpilih Nasdem Muchtar Lutfi Andi Mutty di Gedung DPD/MPR RI Jakarta, Rabu (7/5/2014).

Diakui Laode jika pemilu 2014 ini banyak kecurangan, manipulasi, money politics, KKN makin menggila dari pusat sampai daerah, dan mereka itulah yang akan hadir di Senayan. “Ini wujud proses politik buruk, dan lebih bobrok dari Orde Baru. Di mana dengan mengandalkan kekuatan finansial bapak, istri, anak, menantu, dan keluarganya semua masuk Senayan, dan juga di DPRD. Mereka ini telah merampas hak politik rakyat,” ujarnya.

Menurut para pejabat di daerah dalam pemilu sekarang ini memaksakan kehendaknya dengan uang, dan jabatan untuk menuju Senayan, dan rakyat pasti kalah bertarung dengan kekuatan uang dan mata rantai kekuasaan yang besar tersebut. “Untuk itu harus ada gerakan sosial, dan bangsa ini sedang diuji untuk Pilpres 9 Juli mendatang,” tambahnya.

Selain itu, Laode prihatin dengan proses politik sekarang ini, karena banyak orang yang dibesarkan oleh Presiden SBY, tapi dalam Pileg ini, mereka malah melampaui kewenangan dan mendiskriditkan SBY melalui youtube. “Ini karena mereka yang dibesarkan SBY itu tak lagi mempunyai etika dalam berpolitik,” ujarnya.

Sementara itu menyinggung Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, yang menjadi jubir capres PDIP Jokowi, apakah menyalhi khittah NU yang tidak berpolitik praktis, menurut Laode memprotes itu tak lagi ada gunanya, “Pasca kepemimpinan Gus Dur, mereka itu tidak bisa netral dalam politik, karena lebih menonjol kepentingan politiknya,” pungas Laode. (sor)

 

 BERITA LAINNYA
Berita Terkini
Kamis, 08 Mei 2014 07:31 WIB
Pemilu `Palsu` 2014 dan Politik Peradaban
Kamis, 08 Mei 2014 06:45 WIB
KPK Juga Segel Kantor Distanhut Kab Bogor
Kamis, 08 Mei 2014 04:56 WIB
Gelar Juara Kian Dekat ke Manchester City
Kamis, 08 Mei 2014 00:12 WIB
Harusnya Jokowi Mundur, Bukan Pecat Kepsek
Rabu, 07 Mei 2014 23:10 WIB
Myanmar U-19 Kalahkan 2-1 Indonesia U-19
Rabu, 07 Mei 2014 21:37 WIB
Abdul Mu`ti: Pemilu 2014 Paling Kacau
Kurs Valuta Asing
KURS    JUAL    BELI
USD 11575.00 11525.00
SGD 9287.98 9237.98
EUR 16138.97 16058.97
AUD 10876.99 10806.99
Prakiraan Cuaca

29°C

  • Jakarta
  • Haze
  • NNE 8.05 km/h

 


0 Responses to “Kenegarawanan : Pemilu Palsu 2014 dan Politik Peradaban”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,063,568 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: