21
Feb
14

Perekonomian : Utang Indonesia Sudah Lampu Merah

Ekonom UGM: Utang Indonesia Sudah ‘Lampu Merah’

Arnold Sirait – Jum’at, 21-02-2014 13:51

Ekonom UGM: Utang Indonesia Sudah 'Lampu Merah' : aktual.co

Indonesia Tercekik Utang (Foto: Aktual.co/Dok Aktual)
Jakarta, Aktual.co —  Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Sri Adiningsih menganggap kemampuan bayar utang Indonesia atau debt service ratio (DSR) dalam kondisi tidak aman. Dengan angka DSR sebesar 52,7 persen pada triwulan IV  menunjukkan lampu merah bagi perekonomian

“Itu dalam situasi tidak aman. Yang aman itu 20 persen, maksimum 30 persen,” katanya ketika dihubungi Aktual.co, Jumat (21/2).

Oleh karena itu, dia menghimbau kepada otoritas ekonomi untuk mewaspadai kondisi tersebut. Jangan sampai, hal tersebut menimbulkan goncangan bagi perekonomian Indonesia.

“Otoritas harus mewaspadai. Ini bisa menimbulkan gejolak ekonomi,” ungkapnya.

Dia juga menyarankan pemerintah untuk menegosiasikan utang jangka pendeknya. Selain itu pemerintah juga harus membantu swasta untuk memediasi mengenai utangnya.

“Hal tersebut perlu dilakukan agar dapat meyakinkan pasar,” ucapnya.

Ismed Eka Kusuma –

DSR Meningkat, Kemampuan Pembangunan Menipis

Arnold Sirait – Jum’at, 21-02-2014 14:17

DSR Meningkat, Kemampuan Pembangunan Menipis : aktual.co

Utang Indonesia (Foto: Aktual.co/Tino Oktaviano)
Jakarta, Aktual.co — Pengamat perbankan dari Universitas Gadjah Mada Paul Sutaryono mengatakan resiko utang Indonesia semakin tinggi seiring meningkatnya debt service ratio (DSR). 

“Makin tinggi ya DSR-nya, ya makin berisiko,” ujarnya ketika dihubungi Aktual.co, Jumat (21/2).

Menurutnya, dengan DSR yang mencapai 52,7 persen pada triwulan IV tahun 2013 membuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) makin tidak berkualitas. Nantinya APBN, hanya akan digunakan untuk membayar utang.

“Potensi risikonya APBN makin terserap untuk membayar utang sehingga kemampuan pemerintah untuk membiayai pembangunan menipis,” ucapnya.

Namun dia mengatakan utang tersebut masih aman. Itu jika dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB).

“Tapi ini mestinya juga dikaitkan dengan rasio utang terhadap PDB yang kini 30 persen. Masih aman. Bandingkan dengan rasio ukuran negara-negara Eropa maksimal 60 persen,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) mencatatkan debt service ratio (DSR) pada tahun IV tahun 2013 sebesar 52,7 persen. Angka ini melonjak  tinggi dibandingkan tahun 2012 yang besarnya mencapai 34,95 persen.

DSR tersebut terdiri dari DSR pemerintah 4,1 persen, dan DSR swasta sebesar 48,6 persen yang berasal dari pembayaran ULN sektor swasta sebesar USD27,9 miliar. Sektor swasta sendiri disumbang dari pembayaran fasilitas ULN yang posisinya nol sebesar 19,9 persen dan 28,8 persen dari yang memiliki posisi.

+++++

Pengamat: Kemampuan Bayar Utang Indonesia Membahayakan

Arnold Sirait – Jum’at, 21-02-2014 13:20

Pengamat: Kemampuan Bayar Utang Indonesia Membahayakan : aktual.co

Mata Uang Rupiah (Foto: Aktual.co/Tino Oktaviano)
Jakarta, Aktual.co — Pengamat Ekonomi dari Universitas Brawijaya, Profesor Ahmad Erani Yustika menganggap debt service ratio (DSR) yang mencapai 52,7 persen sudah dalam kondisi yang membahayakan. Ini karena sudah berada diatas  batas aman.

“Bahaya sekali, karena seharusnya di bawah 30 persen,” katanya ketika dihubungi Aktual.co, Jumat (21/2).
Dia menganggap DSR yang tinggi itu akibat dari merosotnya ekspor dan makin besarnya jumlah cicilan utang. Oleh karena itu untuk mengatasi hal tersebut ada dua cara, yakni  naikkan ekspor dan kurangi utang.
“Fokus saja menaikkan ekspor, syukur-syukur ditambahi dengan penurunan impor. Sekurangnya akhir tahun bisa jadi 30 persen sudah bagus,” ucapnya.
Namun hal tersebut kata dia juga tidak bisa dilakukan dalam jangka pendek. “Dalam jangka pendek nampaknya ini tidak bisa dilakukan, setidaknya butuh setahun,” jelasnya.
Sukardjito
Ismed Eka Kusuma –
++++

Bank Pakai Debt Collector Banyak Dilaporkan ke BI

Arnold Sirait – Jum’at, 21-02-2014 13:10

Jakarta, Aktual.co — Bank Indonesia mencatat jumlah pengaduan masyarakat sejak Agustus 2013 sampai Januari 2013  sebanyak 551  pengaduan. Dari jumlah tersebut pengaduan terbanyak mengenai kartu kredit.

Menurut Direktur Eksekutif Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Rosmaya Hadi dari 551 pengaduan, 86 persennya adalah mengenai kartu kredit. Salah satu yang dikeluhkan masyarakat adalah mengenai penagihan kartu kredit seperti menggunakan penagih utang / debt collector.
“Masyarakat banyak mengeluhkan penagihan yang tidak sesuai dengan etika penagihan. Padahal sudah ada aturannya seperti menagih harus sesuai etika dan  tidak menagih sesudah jam 8 malam,” katanya di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (21/2).
Selain itu ada juga yang mengeluhkan tentang penghitungan bunga kredit. Penghitungan bunga yang dilakukan oleh bank sering kali tidak sesuai dengan aturan. Dimana keuntungan bunga yang belum terbayar tidak bisa jadi komponen bunga selanjutnya.
“Istilahnya tidak boleh bunga berbunga. Kalau itu dilakukan kita akan panggil, konfirmasi, dan jika melanggar bisa dikenakan sanksi berupa teguran sampai pencabutan ijin,” ucapnya.
Sukardjito –
+++++

Utang Tidak Produktif, Lonceng Kematian Bangsa Indonesia

Arnold Sirait – Jum’at, 21-02-2014 10:31

Jakarta, Aktual.co — Utang yang dilakukan pemerintah selama ini sangat tidak produktif. Inilah yang membuat Indonesia berada pada kondisi yang mengkhawatirkan. Terlebih di tengah kondisi keseimbangan primer yang selama tahun 2013 mencapai Rp96 triliun. Demikian dikatakan Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati.

“Ini kan alarm kematian. Utang Indonesia tidak produktif karena digunakan hanya untuk membiayai subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM),” ujarnya ketika dihubungi Aktual.co, Jumat (21/2).

Selain itu, dia juga memperingatkan Bank Indonesia dan Pemerintah untuk mewaspadai tingginya debt service ratio (DSR) yang pada triwulan IV tahun 2013 angkanya menembus 52,7 persen. Dengan angka sebesar itu, menurutnya sangat rentan terhadap nilai tukar.

“Jika ada fluktuasi nilai tukar sangat berbahaya. Terlebih nilai tukar masih fluktuatif karena masih adanya defisit neraca perdagangan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) mencatatkan debt service ratio (DSR) pada triwulan IV tahun 2013 sebesar 52,7 persen. Angka ini melonjak  tinggi dibandingkan tahun 2012 yang besarnya mencapai 34,95 persen.

Ismed Eka Kusuma –
Advertisements

0 Responses to “Perekonomian : Utang Indonesia Sudah Lampu Merah”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,148,769 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: