19
Feb
14

Legislatif : Anggota DPR Main Proyek APBN

Berita Terkini
Selasa, 18-02-2014 15:36

FITRA: Banyak Anggota DPR ‘Main Proyek’ APBN


Uchok Sky Khadafi

Uchok Sky Khadafi

JAKARTA, PESATNEWS – Koordinator Advokasi dan Investigasi FITRA (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran) Uchok Sky Khadafi, mengungkapkan bahwa sejak tahun 2009 – 2014, anggota DPR RI sudah mengalokasi anggaran untuk DPR sebesar Rp. 15.736.270.310.000.

“Alokasi anggaran ini memang besar sekali, tetapi, realisasi anggaran masih banyak yang meleset sehingga harus banyak dikembalikan ke kas Negara,” ungkap Uchok dalam rilisnya kepada redaksi, Selasa (18/2/2014).

Ia mencontohkan, data realisasi tahun 2009 – 2012, dimana alokasi anggaran sebesar Rp.9.4 Triliun, dan anggota dewan hanya bisa menghabiskan anggaran sebesar Rp.7.1 Trilun. Jadi, ada anggaran sebesar Rp.2.3 Triliun harus dikembalikan.

Kemudian, lanjut dia, banyak anggaran yang meleset dari target yang sudah ditentukan disebabkan adanya perencanaan anggaran yang disusun oleh anggota BURT dan dan pihak sekretariat jenderal DPR, memang jelek dan buruk lantaran tidak ada proses partisipasi publik dan kencenderungan program dan anggaran tersebut hanya proyek-proyek saja seperti pembangunan gedung parkir DPR (yang sampai saat ini belum dimanfaatkan) dan bukan untuk menguatkan fungsi anggota dewan.

“Maka tidak salah, publik terus menerus melakukan kritik agar program dan anggaran  tidak jadi dieksekusi dan dikembalikan kepada kas Negara,” bebernya.

Selain itu, papar dia, banyak alokasi anggaran yang meleset di DPR, disebabkan sebagian anggota dewan hanya “main Proyek” APBN setelah ditetapkan jadi anggota dewan demi menyumbangkan partai dan pribadi dalam rangka mempersiapkan biaya kampanye tahun berikutnya.

“Hal ini bisa dibuktikan dengan banyak anggota dewan yang tertangkap oleh KPK, dan setiap tersangka yang ditetapkan oleh KPK, selalu ada anggota dewan yang diduga terlibat dalam korupsi yang ditangani oleh KPK,” jelasnya.

Dengan begitu, menurut dia, wajar banyak alokasi anggaran yang meleset karena, sebagian anggota dewan tidak focus menjalankan fungsinya sebagai legislator,malahan lebih pintar  mengutak-atik APBN sebagai proyek untuk dikorupsi.

Oleh karena, tegasnya, sebagian anggota dewan pintar menguta-atik APBN, maka fungsi sebagai legislator bisa lupa untuk dilaksanakan. Lihat saja, program legislasi, anggota dewan tidak pernah mencapai target. Bila melihat data tahun 2011 dan 2012 saja, realisasi anggaran untuk legislasi hanya sebanyak 44.1 persen untuk tahun 2012, dan sebanyak 26.1 persen untuk tahun 2011.

Ia menambahkan, alokasi anggaran yang disiapkan pada tahun 2012 sebesar Rp.427.2 milyar hanya bisa dihabiskan sebesar Rp.188.4 milyar. Sedangkan pada tahun 2011, alokasi anggaran yang disiapkan sebesar Rp.419.2 milyar, anggota dewan hanya sanggup menghabiskan anggaran sebesar Rp.109.7 milyar.

“Yang paling tragis adalah pada tahun 2014, dimana alokasi anggaran untuk legislasi hanya sebesar Rp.339.1 milyar. Penurunan alokasi anggaran ini, sebagai pertanda bahwa anggota dewan tidak akan banyak lagi pada ruang sidang-sidang untuk membahas sebuah RUU,” tambahnya.

Tetapi, tutur dia, akan lebih banyak berada di lapangan untuk mendulang suara demi agar terpilih kembali menjadi anggota dewan. Walaupun terjadi, penurunan alokasi anggaran untuk legislasi tahun 2014, tetapi untuk belanja gaji tidak ada penurunan sama sekali.

Dimana pada tahun 2014, alokasi anggaran untuk gaji tetap tinggi, sekitar Rp.554.8 milyar. Dengan demikian selama anggota dewan pada dapil masing-masing tetap digaji oleh rakyat melalui Negara walaupun mereka sebetul tidak “masuk kerja” berkantor di senayan.

Seharusnya, anggota dewan yang menjadi caleg, mengambil cuti tanpa tanggungan dari Negara sehingga belanja gaji tidak terkuras untuk anggota yang berada di dapil,atau anggota dewan tidak makan gaji buta.

“Walaupun banyaknya alokasi anggaran yang meleset atau tidak mencapai target oleh anggota dewan, tetapi ada juga alokasi anggaran bisa mencapai target oleh tangan ajaib anggota dewan, yaitu realisasi belanja gaji,” jelasnya .

Dari melihat data dari tahun 2009 – 2014, diperkirakan alokasi anggaran untuk belanja gaji sudah mencapai Rp. 3 Triliun dari 15 Triliun anggaran yang dialokasi buat DPR. kalau dibagi secara kasar atau rata-rata,  dimana alokasi anggaran sebesar Rp.3 Triliun dengan dibagi  dengan anggota dewan sebanyak 560 orang, maka setiap anggota sudah mengantongin lebih kurang sebesar Rp. 5.446.099.125.

“Jadi, dengan sumber penghasilan dari gaji saja, biaya kampanye untuk jadi anggota dewan sudah tertutup alias lunas dibayar oleh rakyat melalui Negara,” tandasnya.

Alokasi anggaran ini, jelas dia, belum menghitung anggaran reses untuk setiap tahun. Dimana Pada tahun 2012, anggaran reses DPR atau Komunikasi Intensip dalam rangka penyerapan aspirasi DPR sebesar Rp.539.481.045.000 dan pada tahun 2013 sebesar Rp.678.431.305.000.

Jadi alokasi anggaran reses dari tahun 2012 ke 2013 mengalami kenaikan sebesar Rp.138.950.260.000. Berarti pada tahun 2012, setiap anggota DPR menerima anggaran reses sebesar Rp.963.359.009 pertahun untuk satu anggota DPR dan pada tahun 2013, anggota DPR menerima sebesar Rp.1.211.484.473 pertahun.

“Tetapi program reses ini hanya menghambur-hambur uang Negara saja, karena mereka juga turun ke bawah, dialog bersama rakyat, bukan untuk menyerap atau memperjuangkan aspirasi rakyat, tetapi, lebih “membujuk” rakyat agar terpilih lagi menjadi legislatif pada tahun 2014. Dan berarti hal ini tidak adil bagi caleg lain, atau merugikan bagi caleg yang bukan  Anggota DPR,” tandasnya. (*/ari)

Editor : zafira


0 Responses to “Legislatif : Anggota DPR Main Proyek APBN”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,093,660 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: