16
Feb
14

Kenegarawanan : Pembudayaan Karakter Pandu Indonesia

Berita Terkini
Sabtu, 15-02-2014 14:56

Pembudayaan Karakter Pandu Indonesia

https://i1.wp.com/www.pesatnews.com/pictures/pandji-r-hadinoto-mh-201401272222031.jpg

Pembudayaan Karakter Pandu Indonesia
Oleh: Dr Ir Pandji R Hadinoto MH
(Presidium Koalisi Penyelamat Indonesia)

Jambore Mampang Prapatan 16 Maret 2013 begitu pertemuan para eksponen Pandu berusia 50 sampai 80 tahun di rumah KH Salahuddin Wahid disebutkan dalam sebuah media ibukota (25 Maret 2013) bahwa berkesaksian beberapa pernyataan tentang keberhasilan capaian puncak karir bersemangatkan karakter Pandu. Kata Pandu itu sebenarnya adalah pemaknaan dari kata Scouting yaitu setara artiannya dengan kata-kata penunjukan jalan, pembimbingan, penyuluhan, penuntunan, pendampingan.

Adapun kata Pandu itu sendiri harusnya berbeda makna dengan kata Pramuka yang adalah singkatan dari Praja Muda Karana yang berarti Warga Muda Berkarya, walau dalam praktek sehari-hari Pandu itu diartikan Pramuka, dan sebaliknya,  Karakter Pandu tercermin pada Janji Pandu yaitu Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh (a) Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Tanah Airku dan Undang Undang Negara, (b) Menolong sesama hidup setiap waktu, (c) Menepati Undang Undang Pandu ialah (1) Kehormatan Pandu itu dapat dipercaya, (2) Pandu itu setia, (3) Pandu itu siap menolong dan wajib berjasa, (4) Pandu itu sahabat sesama manusia dan saudara bagi tiap-tiap Pandu, (5) Pandu itu sopan dan perwira, (6) Pandu itu penyayang sesama makhluk, (7) Pandu itu sanggup menjalankan perintah dengan tidak membantah, (8) Pandu itu sabar dan riang gembira dalam segala kesukaran, (9) Pandu itu hemat dan cermat, (10) Pandu itu suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

Sedangkan Pramuka yang dibentuk 14 Agustus 1961, mengenal Tri Satya yaitu Demi kehormatanku aku berjanji akan ber-sungguh2 (a) Menjalankan kewajibanku terhadao Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesua, dan menjalankan Pancasila, (b) Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat, (c) Menepati Dasa Dharma ialah (1) Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, (3) Patriot yang sopan dan ksatria, (4) Patuh dan suka bermusyawarah, (5) Rela menolong dan tabah, (6) Rajin, terampil dan gembira, (7) Hemat, cermat dan bersahaja, (8) Disiplin, berani dan setia, (9) Bertanggung jawab dan dapat dipercaya, (10) Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

Dalam konteks perilaku terkini dari beberapa penyelenggara negara yang merugikan keuangan negara, rekam jejak kepanduan ataupun kepramukaan yang bersangkutan semestinya mutlak dijadikan rujukan saat kebijakan penempatan aparatur negara. Dalam konteks Pemilu 2014 yad, upaya Pembudayaan Karakter Pandu Indonesia juga penting diterapkan oleh konstituen dalam menilai kepribadian Calon Legislatif DPRRI, DPDRI, DPRD, dan Pasangan Calon Presiden serta Calon Wakil Presiden, mengingat bahwa Pakta Integritas yang dibudayakan oleh pemerintah terbukti hanya menjadi dokumen kosmetik belaka. [*]

Editor : Arief Sofiyanto


0 Responses to “Kenegarawanan : Pembudayaan Karakter Pandu Indonesia”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,063,568 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: