14
Feb
14

Politik : Indonesia Negeri Partai

Indonesia Negeri Partai

Orang Indonesia (baca: para politikus) sepertinya punya kegemaran membikin partai.

Sepanjang sejarah Indonesia modern — jika 1912 saat Indische Partij berdiri dijadikan patok– sudah lebih dari 200 partai berdiri di Indonesia. Katakanlah kita pakai angka aman 200 partai, berarti rata-rata hampir 2 partai berdiri setiap tahunnya.

Buku “Almanak Abad Partai Indonesia”, yang disusun dan diterbitkan oleh lembaga riset Indonesia Buku, menderetkan biografi pendek sekitar 180an partai. Buku itu tidak memuat semua partai yang pernah lahir di Indonesia. Mayoritas daftarnya diisi oleh partrai-partai yang didirikan pasca-1998.

Puluhan partai yang berdiri di masa revolusi, dari yang berskala nasional maupun lokal, kurang terwakili dalam almanak itu.

Itu bisa dimengerti karena banyak partai yang tumbuh di masa revolusi itu kecepatan tumbuhnya sama dengan kecepatan matinya. Di masa itu, berbagai macam jenis organisasi, partai dan laskar-laskar bermunculan bak cendawan di musim hujan. Banyak organisasi yang tidak menggunakan nama “partai” tapi kiprah dan cara berorganisasinya mirip dengan organisasi yang secara terbuka mendaku sebagai “partai”.

Jika membaca kembali biografi ratusan partai-partai yang pernah berdiri di Indonesia, terhampar jelas pemandangan sejarah politik yang luar biasa kaya.
Berbagai macam aliran ideologi punya partainya sendiri-sendiri, kadang bahkan lebih dari satu partai. Belum jika berbicara tentang partai-partai yang mewakili klasifikasi sosial tertentu, mewakili daerah tertentu, profesi tertentu, agama tertentu sampai yang mewakili tarekat/sekte yang merupakan sub-varian dari suatu agama yang sudah ada partainya.

Organisasi pertama di negeri ini yang menggunakan kata  “partai”, Indische Partij, mulanya lahir dari segmentasi yang tipikal: dari orang Belanda-Eropa yang lahir di Hindia Belanda. Cikal bakalnya bisa dilacak dari Indische Bond (Perhimpunan Orang-orang Indis). Indische atau Indis adalah sebutan untuk orang-orang Belanda-Eropa yang lahir dan besar di tanah jajahan Hindia Belanda.

Kendati dua tokoh utama pergerakan bumiputera di dekade awal abad 20, Dr. Tjiptomangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat, ikut bergabung dengan Indische Partij, tetap saja mayoritas anggotanya adalah orang-orang Indis ini. Kendati gagasannya sangat radikal, Hindia untuk orang Hindia (Indie vor Inders), Indische Partij hanya mewakili sedikit kaum bumiputera. Dalam istilahnya Harry J. Benda & Ruth McVey, Indische Partij belum mewakili apa yang disebutnya sebagai “Indonesian nationalism proper”.

Jika orang-orang Indis (kita lazim menyebutnya Indo) diwakili oleh Indische Partij, orang-orang dari ras lainnya juga punya partai. Peranakan Arab di Indonesia pernah mendirikan Partai Arab Indonesia pada 1934 dengan dipelopori oleh Abdul Rasyid Baswedan (kakek Anies Baswedan). Peranakan Tionghoa sejak 1950 sudah mendirikan Partai Demokrat Tionghoa Indonesia yang kelak akan diikuti oleh beberapa variannya lagi (misalnya: Baperki).

Begitu juga klasifikasi etnik. Boedi Oetomo, sampai agak lama sejak pendiriannya, keukeuh untuk tetap mewakili aspirasi dan semangat oang-orang Jawa (priyayi). Ini yang membuat Dr. Tjipto akhirnya bergabung dengan Indische Partij. Sementara dari tanah Pasundan, Soeriakartalegawa mendirikan Partai Rakyat Pasundan (PRP) pada 1946 yang kelak tak bisa dipisahkan dari berdirinya Negara Pasundan di masa revolusi. Orang Minahasa sudah punya partai sejak 1927 saat tokoh brilian, Sam Ratulangie, mendirikan Partai Persatuan Minahasa. Belum jika menyebut nama baru seperti Partai Demokrat Minahasa.

Klasifikasi jenis kelamin juga ada. Pada 1946, sudah berdiri Partai Wanita Rakyat didirikan oleh perempuan-perempuan aktivis yang sudah berkiprah sejak era pergerakan, seperti Nyi Mangunsarkoro.  Kelak pada 29 Mei 1998, kembali berdiri Partai Perempuan Indonesia.

Lalu bagaimana dengan partai berbasis agama? Wah, ini lebih panjang lagi daftarnya. Dari mulai Partai Sarekat Islam, Partai Masyumi, sampai Partai Persatuan Pembangunan. Belum termasuk partai-partai yang mengambil segmentasi tertentu, seperti Partai NU di masa Orde Lama ampai awal Orde Baru, PKB, PAN, PKNU, bahkan partai yang mewakili jemaat tarekat pun ada: Partai Pengamal Tarekat Indonesia dan Partai Cinta Damai (yang merupakan kelanjutan Majelis Tarikatullah).

Ini belum bicara partai yang mewakili agama Kristen dan Katolik. Dalam sejarah Indonesia, terdapat nama-nama seperti: Partai Kristen Indonesia (18 November 1945), Partai Katolik (12 Desember 1949, setelah reformasi muncul lagi dengan partai dengan nama yang sama), Partai Katolik Demokrat, Partai Demokrasi Kasih Bangsa, Partai Kristen Nasional Indonesia, Partai Kristen Nasional Demokrat Indonesia, Partai Kristen Demokrat, sampai Partai Kristen Demokrat Sejahtera.

Umat Budha juga sempat mendirikan Partai Budhis Demokrasi Indonesia pada 16 Februari 1999. Sementara kalangan umat Hindu ada juga yang mendirikan Partai Kebangkitan Dharma Indonesia pada 22 Desember 2002 di Tugu Proklamasi Indonesia.

Bagaimana dengan klasifikasi profesi? Jangan khawatir, sejarah politik Indonesia juga memberikan namanya. Dari mulai Golongan Karya yang mulanya jadi wadah kelompok fungsional, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia, Partai Perjuangan Pengusaha Kecil dan Menengah Indonesia. Mestikah diherankan jika para pelawak pun bahkan sempat mendirikan Partai Seni dan Dagelan Indonesia?

Jumlah partai di Indonesia semakin membiak jika kita memasukkan partai-partai yang didirikan di atas azas ideologi sekuler: dari mulai sosialisme, komunisme, nasionalisme sampai marhaenisme. Jari saya bisa pegal bukan main jika harus menderetkan daftar nama-nama partai berbasis ideologi itu, apalagi jika harus juga menderetkan partai-partai yang merupakan varian dari masing-masing ideologi itu. Jumlahnya bisa mencapai 100an partai.

Perlu juga diketahui, bahkan perorangan pun bisa ikut pemilu. Perorangan ini bukan ikut pemilihan calon anggota legislatif, tapi perorangan yang mendaftarkan dirinya sebagai partai dan memang ikut berkompetisi dengan partai.

Pada Pemilu 1955, salah satu partai peserta Pemilu adalah nama perorangan yaitu Raden Soedjono Prawiroseodarso. Lelaki kelahiran Madiun yang berusia 75 tahun saat Pemilu 1955 berlangsung ini meraup 53.306 suara untuk pemilu legislatif dan 38.356 suara untuk pemilihan dewan konstituante.

Jadi jangan heran juga jika ada partai-partai yang di belakangnya disemati nama orang. Partai Indonesia Raya, misalnya, ikut Pemilu 1955 dengan dua nama: Partai Indonesia Raya Hazairin dan Partai Indonesia Raya Wongsonegoro.

Partai yang mendasarkan dirinya pada ideologi nasionalisme marhaenis, yang ditubuhkan ideologinya oleh Soekarno, juga menyumbang banyak sebutan nama partai yang diikuti nama orang ke dalam khasanah sejarah politik Indonesia.

Jika di era reformasi sempat berdiri Partai Nasional Indonesia (PNI) Supeni, di masa transisi dari Orde Lama ke Orde Baru juga sempat dikenal PNI ASU (Ali Sastroamidjodjo-Surachman) yang dianggap Soekarnois dan PNI Osa-Usep (Osa Maliki dan Usep Ranawidjaja).

Agar kekayaan khasanah sejarah politik Indonesia semakin kaya, tak ada salahnya menunggu berdirinya Partai Atlet Indonesia, Partai Twitter Indonesia, Partai Facebook Indonesia, atau jika perlu dirikan saja Partai Anti-Partai Indonesia.


0 Responses to “Politik : Indonesia Negeri Partai”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,223,884 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: