12
Feb
14

Politik : RUU Perdagangan Matikan Pasar Tradisional

Berita Terkini
Selasa, 11-02-2014 13:24

RUU Perdagangan Menggali Kuburan Massal Bagi Pasar Tradisional

Dian Purnama

Rapat Komisi VI DPR RI dengan Kementerian Perdagangan.

Rapat Komisi VI DPR RI dengan Kementerian Perdagangan.

JAKARTA, PESATNEWS – Hari ini, Selasa (11/2/2014), dijadwalkan Rancangan Undang Undang (RUU) Perdagangan disahkan oleh DPR RI. Asas Setara dan Berkeadilan yang dicantumkan dan dikaitkan kepada Pasar Rakyat (Pasar Tradisional) maupun pasar dan ritel modern dalam RUU Perdagangan pasal 14 ayat 1, adalah bukti bahwa Anggota Komisi VI DPR tidak paham akan arti penting pasar tradisional.

“Pasal ini memberikan cermin pemaknaan bahwa pasar rakyat dalam kerangka pikir komisi 6 dan Kemetrian Perdagangan tidak perlu mendapatkan perhatian khusus. Inilah bentuk kecelakaan berpikir mereka,” ungkap Ketua DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Imam Hadi Kurnia dalam pernyataan persnya, Selasa (11/2).

“Pasar tradisional dipertarungkan secara bebas, frontal dan berhadap hadapan dengan pasar dan ritel modern yang memiliki sumberdaya kapital yang lebih besar,” tambahnya.

Ia menilai, tidak ada satu pun pasal maupun ayat dalam RUU Perdagangan yang menegaskan perlindungan terhadap pasar tradisional. “Hal inilah yang sejak jauh jauh hari dikhawatirkan oleh DPP IKAPPI (Ikatan Pedagang Pasar Indonesia). Komisi VI DPR dan Kementerian Perdagangan abai akan hal ini. Padahal ada 12,5 juta pedagang dan puluhan juta yang bergantung padanya,” bebernya.

Dalam medio 2007 – 2013 saja, jelas Imam, telah terjadi penurunan lebih dari 3000 pasar tradisional di seluruh Indonesia. Angka yang sangat fantastis. “Fakta yang menegaskan bahwa pasar tradisional dalam kondisi yang mengkhawatirkan,” ungkapnya pula.

Artinya, tegas dia, bila tidak mendapatkan perlindungan dalam UU, angka penurunan pasar tradisional akan jauh lebih besar. “Apalagi bila pasar tradisional harus di pertarungkan secara bebas berhadap hadapan dengan pasar dan ritek moderen. Sekali lagi, Komisi VI DPR dan Kementerian Perdagangan lalai akan hal ini,” tandasnya.

Menurutnya, DPP IKAPPI menilai, RUU ini sangat berpotensi menjadi kuburan massal bagi pasar tradisional. “Hilangnya satu pasar tradisional, sama dengan hilangnya potensi ekonomi rakyat, hilangnya harapan hidup, hilangnya penyangga sosial dan budaya, hilangnya shoroom produk dan hasil bumi lokal,” tutur Imam. [*]

Editor : Arief Sofiyanto

Advertisements

0 Responses to “Politik : RUU Perdagangan Matikan Pasar Tradisional”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,148,335 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: