22
Jan
14

Kenegarawanan : GOLDEN dan VONI

Dr Ir Pandji R Hadinoto, MH

Keberadaan GOLDEN (Golongan Demokratis Negarawan) mengingatkan pada :
(1) Pentingnya pencapaian Indonesia Emas 2030 atau Indonesia Sejahtera 2034-2044,
(2) Kehadiran Abadi Golden Ratio atau Ratio Emas 1,618 (PHI) yang ditemukan matematikawan Italia, Fibonacci, seperti dalam dunia nyata ditemukan ikhwal
(a) hubungan kesesuaian ideal tubuh manusia misal tinggi : jarak pusar ke kaki = 1,618 atau panjang 3 ruas jari : 2 ruas jari = 1,618 atau jarak ujung jari ke siku. : jarak pergelangan tangan ke siku = 1,618 dst,
sebagaimana “Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh) mu seimbang. Dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki. Dia menyusun tubuhmu” [QS Al-infitar 7-8]
(b) Proporsi jarak Mekkah ke Kutub Utara : jarak Mekkah ke Kutub Selatan = 1,618
(c) QS Ali Imran 96 berhuruf total 47 yang bila dibagi 1,618 = 29 yaitu jumlah surat2 dari awal sampai ayat kata Makkah.
(3) Mario Teguh Golden Way yang inspiratif bagi pembangunan karakter perorangan
(4) Golden Bridge, San Francisco, inspiratif bagi pembawa aspirasi rakyat
(5) Dinar, Golden Coin, inspiratif bagi stabilitasi ekonomi keuangan
Oleh karena itu, pilihan GOLDEN gunakan hak pilihnya di Pemilu 2014 sungguh penuhi sikap warganegara yang peduli pada roh bernegarabangsa yang bertanggung jawab ketimbang GOLPUT yang dengan sadar tidak gunakan hak pilihnya.
Dan partisipasi aktif GOLDEN di hajatan demokrasi 5 tahunan sekali itu juga pastikan Pemilu Legislatif 9 April 2014 dapat terlaksana lebih Jujur dan Adil (JurDil) apalagi berpedoman Vote Non Incumbent (VONI) mengingat unjuk kerja Parlemen 2009-2014 terkesan kurang optimal dan efektif laksanakan tugas2 pokok Legislasi, Pengawasan Eksekutif dan Pembentukan Anggaran.
Sukses Pemilu Legislatif (PiLeg) 2014 yang akan datang diyakini digapai oleh se-besar2nya partisipasi GOLDEN dan VONI.
Jakarta Selatan, 20 Januari 2014
Dr Ir Pandji R Hadinoto MH
Presidium Koalisi Penyelamat Indonesia

Salam Negarawan17845,
Pandji R Hadinoto, PKPI Nasionalis Pancasila
CaLeg DPRRI Jkt-2 (JakPus-JakSel-LN) No. 2
www.jakarta45.wordpress.com

PEMILU
Pramono Edhie Serukan Pemuda Tidak Golput
 

Senin, 20 Januari 2014

JAKARTA (Suara Karya): Peserta konvensi Capres Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo menyerukan dihadapan lebih dari 4.000 mahasiswa dan mahasiswi bahwa sejarah Indonesia berulang kali menggambarkan betapa pentingnya peran generasi muda sebagai penentu masa depan bangsa.
“Saya serukan kepada generasi muda untuk tidak golput dan turut berpartisipasi di pemilu 2014, itulah sejatinya kemajuan bangsa ini dimasa depan dapat dicapai dengan peran serta generasi muda dalam menentukan siapa pemimpinnya karena mereka kelak juga akan menggantikannya,” tegas Edhie saat memberikan kuliah umum di Universitas Lampung, Minggu (19/1).
Dalam kunjungan kali ini, Pramono Edhie Wibowo dengan semangat mengatakan bahwa ia tidak pernah lelah untuk berada ditengah-tengah mahasiswa/i dan masyarakat guna menyampaikan buah pikiran, menyemangatkan, memperkenalkan serta mendekatkan dirinya.
“Inilah salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan melihat langsung, memahami situasi yang ada dan memberikan semangat untuk terus berkarya demi kemakmuran negeri ini,” ungkap Pramono Edhie Wibowo.
Kegiatan di Lampung diawali dengan memberikan kuliah umum di Universitas Lampung. Dalam pemaparannya Pramono Edhie Wibowo memberikan pemahaman sekitar empat pilar kebangsaan dan semangat dalam menjalankannya. Selain itu ia menekankan pentingnya peran dan kontribusi generasi muda dalam menentukan Indonesia kedepannya.
Melalui kuliah umum ini diharapkan dapat membentuk karakter sebuah bangsa yang sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Untuk itu dalam membentuk generasi muda berkualitas perlu diberikan semangat dan tauladan bagi generasi penerus itu sendiri.
“Jangan lupa! bangsa yang kuat berasal dari kualitas generasi mudanya sebagai penerus tegaknya NKRI. Ini membuktikan dengan semangat dan kerja keras kita dapat mandiri dalam mensejahterakan negeri ini. Semuanya itu diawali dari ketauladanan, disiplin, dedikasi serta motivasi yang tinggi dari generasi muda,” papar Pramono Edhie Wibowo.
Di kesempatan lain Pramono Edhie Wibowo menyempatkan bertandang ke desa Hanura dan desa Kali Sari untuk bertemu langsung dengan masyarakat setempat yang terdiri dari tokoh masyarakat serta para petani untuk melakukan bakti sosial sekaligus memberikan semangat.
Disetiap kesempatan yang ada Pramono Edhie Wibowo menyampaikan bahwa seorang pemimpin seyogyanya dapat mengabdikan jiwa dan raganya untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakatnya, yaitu salah satunya dengan memberikan tauladan, mendengarkan langsung aspirasi mereka dan berbuat sesuatu untuk memberikan semangat membuat perubahan yang lebih baik. (Rull

0 Responses to “Kenegarawanan : GOLDEN dan VONI”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,060,795 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: