17
Jan
14

Ekonomi : Pertumbuhan Dengan Keruk SDA ?

Dr Ir Pandji R Hadinoto, MH
Jumhur Hidayat:

Pertumbuhan Ekonomi Dengan Keruk SDA Tak Perlu Diapresiasi
Rabu, 15 Januari 2014 | 5:44

Jumhur Hidayat. [Antara] Jumhur Hidayat. [Antara]

[JAKARTA] Pertumbuhan ekonomi sebuah negara dengan mengeruk sumber daya alam serta mengekspornya secara mentah ke luar negeri, merupakan pertumbuhan ekonomi yang tidak bisa dibanggakan. 

Sebab, lama-lama kekayaan itu bisa habis dan tiba pada suatu saat ekonomi bangsa hancur dan semakin banyak rakyat hidup miskin dan pengangguran bertebaran di mana-mana.

Hal itu disampaikan Kepala Badan National Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Mohammad Jumhur Hidayat, dalam memberikan Kuliah Perdana (Kuliah Umum) bagi 500 orang mahasiwa baru di Universitas Bung Karno, Jakarta Senin (13/1) malam.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Ir Soekarno ini dihadiri Rektor UBK, Drs Soenarto Sardiatmodjo,MBA, MM, Dr. (Cd), para dekan, dosen  dan civitas akademis lainnya.

Dalam kuliah umum dengan tema “Semangat Enterpreneurship dalam Membangun Kekuatan Ekonomi Bangsa”, itu Jumhur menekankan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang disumbang oleh pengerukan kekayaan alam secara masif apalagi hal itu dilakukan oleh kekuatan asing bukanlah sesuatu yang menggembirakan.

Demikian juga pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetapi hanya didukung oleh segelintir masyarakat saja bisa menyesatkan bangsa.

Yang diinginkan, kata Jumhur, adalah pertumbuhan ekonomi yang disumbangkan oleh sebanyak mungkin orang Indonesia, namun bukan hanya sumbang sebagai konsumen tetapi sumbang sebagai produsen.

“Dalam perspektif makro ekonomi, yang harus kita raih adalah dinamika ekonomi domestik yang berkelanjutan yaitu sebagian besar barang yang dikonsumsi adalah yang berasal dari hasil produksi bangsa sendiri,” kata dia.

Menurut Jumhur, dalam ajaran Trisakti Bung Karno, inilah yang disebut dengan mandiri secara ekonomi.  Yang dimaksud ajaran Trisakti Bung Karno yakni Berdaulat Secara Politik, Mandiri secara Ekonomi dan serta Berkepribadian secara Budaya.

Menurut Jumhur, secara politik Indonesia bisa dikatakan berdaulat kalau dipandang secara administrasi wilayah seperti dari Sabang sampai Merauke.

Namun, secara ekonomi masih dikuasai asing, serta secara budaya masyarakat Indonesia lebih suka meniru budaya asing, terutama dalam hal kesenian serta berpakaian serta menggunakan produk.

Menurut Jumhur, enterpreneurship ini perlu terus ditumbuhkan  di kalangan kaum muda dan mahasiswa untuk turut serta membangun kemajuan ekonomi Indonesia.

Kemajuan ekonomi ini tidak hanya ditentukan oleh individu saja melainkan juga  perlu intervensi negara untuk menciptakan kebijakan ekonomi yang kondusif dalam mendorong orang-perorang, kelompok dan seluruh komponen bangsa ini berperan serta dalam arah kemajuan.

“Kebijakan ekonomi harus bertemu dengan hasrat  masyarakat yang ingin maju,” kata pria yang pernah dipenjara karena menentang kebijakan pemerintahan Soeharto ini.

Jumhur menilai, jika negara mampu memfasilitasi kebijakan yang mendorong perluasan partisipasi publik dalam berusaha maka akan banyak lapangan kerja tercipta di dalam negeri.

Dan itu berarti  negara  tidak perlu menempatkan kaum perempuannya untuk bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) di luar negeri. Tempat untuk kaum perempuan adalah  bersama anaknya di rumah dan membesarkan mereka dengan  kasih sayang.

Menurutnya, makin banyak output nasional yang diberikan oleh pengusaha maka makin cepat kemajuan sebuah bangsa.

Dia mengatakan keberadaan 6 juta TKI yang saat ini sedang bekerja di luar negeri telah memberikan sumbangan dalam menyelamatkan ekonomi Indonesia dari krisis ekonomi global.

Jumhur mengungkapkan,  saat ini dunia sudah banyak mengenal bahwa TKI kita tidak hanya bekerja sebagai PLRT tetapi banyak yang sudah menjadi engineer dan kaum profesional di mancanegara.

Dari Amerika Utara sampai Brasil sudah banyak ahli-ahli pesawat lulusan Indonesia yang bekerja di industri penerbangan dengan gaji yang sangat tinggi. Demikian juga yang bekerja di sektor oil and gas, hosipitality, perawat, dan sektor-sektor lainnya.

“Yang menjadi pertanyaannya kenapa mereka harus bekerja di negara orang ? Jawabannya karena di dalam Negeri tak ada lapangan kerja,” kata dia.

Jumhur mengakui, TKI dengan kesendiriannya di negeri orang berani mengadu nasib. Hal ini hanya dimungkinkan karena adanya hasrat yang tinggi untuk memajukan keluarganya.

Kepada civitas Universitas Bung Karno, Jumhur menggugah agar para akademisinya memberikan perhatian yang besar untuk turut serta mendorong pemerintah menciptakan kebijakan ekonomi yang kondusif bagi partipasi masyarakat luas agar lama-lama orang Indonesia tak perlu harus mengadu nasib di Negeri orang.

Jumhur menjelaskan, BNP2TKI sejak tiga tahun lebih telah mengembangkan enterpreneurship di kalangan TKI Purna di 18 provinsi di seluruh Indonesia.

Kegiatan itu berupa pelatihan kewirausahaan, edukasi perbankan, pelatihan pengelolaa  remitansi dan pemanfaatan uang tabungan keluarga TKI untuk membuka usaha-usaha produktif.

Dari kegiatan itu, sudah ribuan TKI Purna yang  membuka usaha dan membantu pemerintah dalam perlusasan kesempatan kerja di masyarakat.

“BNP2TKI juga bekerja sama dengan lembaga dunia seperti World Bank, Aus-Aid, International Organization for Migration (IOM) dan lainnya dalam melatih kewirausahaan di kalangan TKI Purna,” kata alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini. [E-8]


0 Responses to “Ekonomi : Pertumbuhan Dengan Keruk SDA ?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,060,795 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: