15
Jan
14

Kepemimpinan : 4 Kepribadian Nabi Muhammad SAW

Dr Ir Pandji R Hadinoto, MH

Ingin Jadi Pemimpinan Baik? Teladani Empat Kepribadian Nabi Muhammad SAW

TRIBUNnews.comTRIBUNnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Aktivis Muda NU, Lathifa Marina Al-Anshori saat ditemui dalam perayaan Maulid di Pondok Pesantren Tapak Sunan Condet, Jakarta, mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW seharusnya bukan sekadar perayaan.

Lebih dari itu, Lathifa menyebut, sikap dan perilaku sosok makhluk istimewa yang dilahirkan ke bumi ini tersebut diteladani secara baik.

“Rasulullah adalah sosok yang mulia, kekasih Allah dan juga pemimpin yang dikagumi seluruh manusia di bumi ini. Karakter kepemimpinan Rasul semestinya ditiru oleh pemimpin-pemimpin di manapun, khususnya di Indonesia. Pemimpin kita sebaiknya selalu berkata dan berbuat benar agar sahabat dan pengikutnya bisa membenarkan apa yang dilakukannya,” ujar Lathifa.

Lathifa menjelaskan, seorang pemimpin haruslah memiliki jiwaamanah, yang artinya bisa dipercaya. Bagaimana bisa seseorang bisa menjadi pemimpin apabila dia tidak dapat dipercaya oleh pengikutnya ataupun musuhnya?

Kemudian sifat tabligh, yaitu kemampuan dalam menyampaikan kebijakan-kebijakannya sehingga dapat diterima dengan baik dan. Pemimpin juga seharusnya pandai dan cerdas, sebuah implementasi sifat fathanah, karena kalau tidak begitu ya tidak akan mampu menyelesaikan permasalahan yang muncul dari waktu ke waktu.

Shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanan, empat kepribadian yang layaknya dimiliki oleh pemimpin Indonesia,” ujar Lathifa.

Pemimpin harus mempunyai jiwa yang menjunjung Amar ma’ruf nahi munkar, dimana dia selalu mengajak kepada kebaikan dan menjauhi perbuatan tercela. Namun sedihnya, kata Lathifa, yang terjadi belakangan ini di negara kita adalah sebaliknya, mengajak berbuat jahat dengan korupsi berjamaah sehingga jauh dari nilai kebaikan.

“Saya rasa kita semua pastinya mengidamkan pemimpin yang menjunjung tinggi nilai amar ma’ruf nahi munkar, bukan malah mencontohkan perbuatan yang tidak baik,” kata Lathifa.

Sifat Rasulullah adalah teladan terbaik, sebaik-sebaiknya contoh jika kita ingin menjadi pemimpin.

“Intinya jelas, kalau Nabi kita saja mengedepankan toleransi bermasyarakat dan beragama mengapa kita harus berpikir untuk melenceng dari situ? Kafir dzimmi saja dilindungi Nabi, betapa memilukan melihat sekarang ini ada saja muslim yang menyerang sesama muslim. Sesungguhnya hal demikian itu adalah jauh dari islam sesungguhnya yang mengajarkan perdamaian,” jelasnya.

Kemudian, kata Lathifa, bahwa pada akhirnya pemimpin yang baik tersebut akan membawa rakyatnya kepada ummatan wasathan, yang berarti umat yang moderat, bertoleransi tinggi, mencintai perdamaian, dan terutama selalu beribadah. Seperti itulah umat yang dibentuk oleh Rasulullah yang tercetak pada Tabi’in dan Tabi’ Tabi’in, sebuah contoh ideal sebuah masyarakat.

Ummatan wasathan adalah masyarakat ideal yang di contohkan oleh Rasul dan seharusnya dilaksanakan oleh pemimpin-pemimpin di Indonesia. Dan yang pasti pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang bersedia menjadi ‘budak’ atau pelayan untuk rakyatnya,” katanya.

Baca Juga:

Wanita Emas Ingin Gantikan Jokowi Sebagai Gubernur Jakarta

Oka Antara Rasakan Kedahsyatan Luna Maya

Kuasa Hukum Akil Mochtar: Pak Mahfud yang Lobangi Temboknya


0 Responses to “Kepemimpinan : 4 Kepribadian Nabi Muhammad SAW”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,060,795 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: