05
Jan
14

Budaya : MoNas Pancasila, Artefak Jatidiri Bangsa Indonesia

Dr Ir Pandji R Hadinoto, MH

MoNas Pancasila, Artefak Jatidiri Bangsa Indonesia

Ditengah situasi dan kondisi koreksi banyak indikator utama kenegaraan Indonesia per awal 2014, kini dirasakan perlu untuk kokohkan etos kebangsaan Indonesia, sekaligus kuatkan jatidiri bangsa Indonesia hadapi terduga kedaruratan praktek politik dan ekonomi sebagaimana disinyalir dalam pemberitaan Sinar Harapan [.http://www.sinarharapan.co/news/read/30121/indonesia-menjelang-keadaan-darurat-2014]

Oleh karena itu Presidium Koalisi Penyelamat Indonesia merekomendasikan 3 (tiga) aksi sbb :

KESATU, mengedepankan kembali Petisi-17 [13Jan11] yaitu mendapuk MoNas Pancasila sebagai Artefak Jatidiri Bangsa, mengingat    (1), bahwa emas berwujud api melambai dipuncak tugu dapat menjadi lambang sumber cahaya, sebagai sila pertama Pancasila yaitu, Ketuhanan Yang Maha Esa. (2), wujud MoNas sendiri sebagai bangunan berbentuk segi empat menjulang di atas cawan dapat menjadi lambang empat sila lain dari Pancasila, sebagai turunan makna sila pertama tadi. Yakni, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (3), alinea IV Pembukaan UUD 1945 mengandung sila-sila Pancasila yang tercermin dari bentuk segi empat bujur sangkar komponen utama MoNas. (4), alinea IV Pembukaan UUD 1945 dapat diaktualisasikan. (4.1) atap pelataran puncak MoNas sebagai lambang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. (4.2) pelataran puncak MoNas sebagai perlambang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. (4.3) pelataran bawah MoNas sebagai perlambang mencerdaskan kehidupan bangsa. (4.4) pelataran dasar MoNas sebagai lambang ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. (4.5) sosok Tugu MoNas yang menjulang setinggi 132 meter sebagai perlambang Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat.

KEDUA, mengingat Lapangan MoNas (Monumen Pancasila), d/h Lapangan Ikada dan tempo doeloe dikenang sebagai Lapangan Gambir, maka sejarah mencatat bahwa Rapat Besar Ikada pada 19 September 1945 menjadi semacam perayaan kemenangan proklamasi kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945, yang merupakan “produk” revolusi rakyat pro Indonesia Merdeka. Rapat Besar Ikada itu diprakarsai oleh para Pemoeda Jalan Menteng 31, yang menyebut diri mereka sebagai Committee van Actie. Mereka dikawal oleh pasukan bersenjata, penguasa militer kala itu, yaitu Pemerintah Pendudukan Militer Jepang. Sejarah MoNas itu tampaknya kembali terulang di Mesir. Apa yang terjadi di Lapangan Tahrir (berarti Lapangan Merdeka), Kairo, Mesir, merupakan reinkarnasi MoNas, seperti tercermin dari perayaan kemenangan revolusi Mesir, 11 Februari 2011 oleh elemen-elemen masyarakat pro demokrasi di bawah pengawalan pasukan bersenjata pemerintah sementara dari transisi militer.
Oleh karena itu, selayaknya Lapangan MoNas di tengah Kota Jakarta itu bisa saja disebut sebagai “Lapangan Merdeka” yang sekaligus cerminan Roh Indonesia Merdeka yakni Jiwa Semangat Nilai-nilai 45. Apalagi, faktanya sekarang, MoNas sudah dikelilingi oleh jalan-jalan protokol, Jalan Merdeka Utara, Merdeka Timur, Merdeka Selatan dan Merdeka Barat.

KETIGA, selalu membangun  mentalitas patriotisme kader bangsa Indonesia dengan komunikasikan Salam 17845 (17 butir Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 / Roh Indonesia Merdeka + 8 butir Kepemimpinan Hastabrata + 45 butir Pengamalan Pancasila per Tap MPRRI No XVIII/1998) dalam keseharian.

Jakarta, 5 Januari 2014
Presidium Koalisi Penyelamat Indonesia,
Pandji R Hadinoto, Ketua

Presidium Koalisi Penyelamat Indonesia


0 Responses to “Budaya : MoNas Pancasila, Artefak Jatidiri Bangsa Indonesia”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,063,568 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: